5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 3 Maret 2020

Morning Briefing 3 Maret 2020
Foto: www.canva.com

Hari ini dan seterusnya: cuci tangan dengan air bersih dan mengalir. Aplikasikan sabun. Sabuni tangan, termasuk bagian belakang, di antara jari dan di bawah kuku. Cuci tangan minimal 20 detik. Jika perlu, nyanyikan lagi “Selamat Ulang Tahun” dua kali. Anyway, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 3 Maret 2020.

Oknum pedagang yang menimbun masker dan cairan pencuci tangan bisa diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Dan denda paling banyak Rp 50 miliar. Hal tersebut disampaikan oleh pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar, kepada Kompas. Dia menuturkan oknum yang mengambil keuntungan dengan menimbun barang dapat dijerat Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Hal ini didasarkan pada orientasi mengambil keuntungan besar dengan cara tidak wajar bahkan merugikan orang lain yaitu menimbun barang. Sejak pemerintah mengumumkan mengumumkan ada dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona, kedua barang tersebut memang diburu dan sekarang sangat sulit ditemukan di pasaran. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Kementerian Perhubungan sedang mengevaluasi metode kerja proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan belum menentukan langkah terkait kelanjutan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, hingga saat ini. Sebelumnya, Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memerintahkan pemberhentian sementara proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Pasalnya, proyek ini menimbulkan genangan air atau banjir di tol Jakarta-Cikampek. Penghentian ini akan berlangsung sampai dua minggu ke depan sambil pemerintah mengumpulkan masukan dari berbagai pihak terkait proyek tersebut. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Eropa menaikkan penyebaran coronavirus menjadi level tinggi.

Keputusan tersebut diambil setelah angka korban meninggal karena virus ini melewati 3.000 orang. Sampai sejauh ini, Indonesia, Rusia, Irlandia, Portugal, Yordania, Islandia, Tunisia, Senegal, dan Arab Saudi serta Andorra telah mengonfirmasi kasus pertama coronavirus. Secara global, setidaknya 89.000 dipercaya telah terinfeksi virus mematikan ini. Korea Selatan menjadi negara dengan angka infeksi terbanyak di luar Cina, dengan 599 kasus baru sehingga total mencapai 4.335 dan 26 kematian. Di saat yang sama, Organisation for Economic Cooperation and Development mewanti-wanti bahwa angka pertumbuhan ekonomi dunia akan turun. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

PBB mengatakan bahwa Yunani tidak memiliki hak untuk berhenti menerima permintaan pencari suaka.

Pernyataan UNHCR ini berkaitan dengan keputusan pemerintah Yunani untuk tidak menerima permintaan pencari suaka selama sebulan. Hal ini menyusul bentrokan di perbatasan antara polisi dan ribuan orang yang berusaha memasuki Uni Eropa melalui Turki. Athena sendiri mengaku mengalami kesulitan dengan peningkatan drastis kedatangan pencari suaka di garis perbatasan. Akan tetapi, UNHCR mengatakan bahwa meski setiap negara memiliki hak untuk mengontrol perbatasan mereka, tetapi harus menahan diri dari menggunakan kekuatan dan sistem yang berlebihan yang membuat hidup orang termarginalkan semakin sulit. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Korea Utara menembakkan dua misil ke wilayah perairan antara Korea Selatan dan Jepang.

Aksi ini dilakukan setelah lebih dari tiga bulan yang lalu Pyongyang mengancam akan mendemonstrasikan sebuah “strategi persenjataan baru”. Peluncuran ini juga bertepatan dengan tenggat waktu sanksi ekonomi yang hampir usai dan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat yang masih tidak membuahkan hasil. Dua misil ditembakkan di atas laut dari area Wonsan dan terbang 240 kilometer pada ketinggian 35 kilometer. Menteri Pertahanan Jepang mengatakan bahwa tidak ada indikasi misil jatuh ke perairan atau zona eksklusif ekonomi mereka, tapi memperingatkan dunia bahwa Korea Utara adalah isu yang serius. Baca berita lengkapnya di Japan Times.

Usai membaca Morning Briefing 3 Maret 2020, jangan lupa mendaftarkan ke kursus gratis tentang coronavirus ini.