5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 3 Juni 2020

Morning Briefing 3 Juni 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Semoga harimu menyenangkan, dan ini lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 3 Juni 2020.

Bisnis pernikahan merilis panduan resepsi pernikahan new normal.

Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia merilis protokol new normal untuk resepsi pernikahan. Salah satunya, seluruh wedding organizer mengadopsi protokol sehat, di antaranya mencuci tangan secara berkala dan staf memiliki surat keterangan sehat. Selain itu, kapasitas gedung resepsi hanya boleh diisi sekitar 50 persen dari kapasitas normal. Lalu, saat berfoto bersama diatur jarak antara pengantin dan tamu. Alih-alih mengucapkan secara langsung, para tamu akan memberikan selamat lewat video yang disediakan di area resepsi. Dari sisi makeup, dilarang mengulas lipstik langsung dari kemasannya dan dilarang mengoleskan lem bulu mata secara langsung ke kulit. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Pemerintah meniadakan pemberangkatan haji 2020.

Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah Arab Saudi masih belum mengijinkan orang asing masuk ke negaranya. Menurutnya, dalam skenario yang disesuaikan dengan protokol kesehatan pandemik, waktunya tidak cukup untuk melakukan persiapan pelayanan dan perlindungan jemaah. Jika mengikuti jadwal awal, keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia adalah 26 Juni 2020. Alasan lain adalah rentang waktu haji yang lebih lama karena ada masa tambahan karantina 14 hari sebelum berangkat, saat tiba di Arab Saudi, dan setelah kembali ke Indonesia. Baca berita lengkapnya di Tempo.

Update COVID-19 global: India pakai remdesivir dan jumlah kasus di Afrika melebihi 150 ribu.

Pemerintah India telah menyetujui penggunaan obat antiviral, remdesivir, sebagai obat gawat darurat untuk membantu pasien COVID-19. Remdesivir adalah obat pertama yang secara klinis mampu memperbaiki kondisi pasien. Sementara itu di Thailand, warganya sudah diperbolehkan untuk mengunjungi kuil seiring dilonggarkannya lockdown. Dari Jepang dilaporkan lebih dari 30 kasus infeksi baru terjadi di Tokyo, angka tertinggi setelah 19 hari. Dan Korea Selatan memberlakukan penggunaan sistem QR untuk para pengunjung tempat hiburan untuk menyimpan data mereka. Data ini akan disimpan selama empat minggu dan setelahnya dihapus. Sementara itu, angka kematian coronavirus di Rusia sudah mencapai 5.000 orang saat pemerintah berencana melonggarkan lockdown dan membuka kembali ekonomi. Dan di Iran, angka infeksi baru mencapai lebih dari 3.000 karena warga tidak taat aturan social distancing. Sementara itu, dari Afrika dilaporkan kasus coronavirus telah melewati jumlah lebih dari 150.000, meski menurut WHO ini adalah benua yang paling sedikit terkena dampak wabah ini. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 6.302.318, dengan 376.210 meninggal dan 2.716.924 sembuh. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Protes atas tewasnya George Floyd terjadi di berbagai belahan dunia.

Dunia ikut memprotes peristiwa tewasnya George Flyod di tangan empat orang polisi Senin minggu lalu. Hari ini, kepala polisi Uni Eropa, Josep Borrell, menyatakan bahwa kematian tersebut adalah sebuah “penyalahgunaan kekuasaan”. Sementara di Prancis, Belanda, dan Sydney terjadi unjuk rasa. Para pemrotes ini meneriakkan kalimat “I cant’ breathe“—yang adalah beberapa kata terakhir dari Floyd, Eric Garner (tewas di 2014) dan David Dungay (laki-laki Aborigin yang meninggal di penjara Sydney pada 2015). Para demonstran membawa plakat bertuliskan “Black Lives Matter“, “White Silence is Violence“, dan “We See You, We Hear You, We Stand With You.” Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Facebook bolehkan pengguna hapus unggahan lama dalam jumlah banyak.

Diberi nama “Manage Activity“, fitur baru ini mengijinkan pengguna memangkas unggahan lama dalam jumlah banyak. Ini artinya, kamu tidak perlu menghapus satu per satu unggahan lama dan memalukan. Pihak Facebook mengatakan dengan alat ini, penggunanya memiliki kesempatan untuk mengkurasi konten akunnya sesuai dengan diri mereka saat ini. Para pengguna bisa memilih apakah menghapus langsung unggahan tersebut atau menyimpannya di arsip. Sebelum fitur ini tersedia, para pengguna harus menggunakan aplikasi eksternal atau menghapus satu-satu unggahan lama. Alat baru ini tersedia kemarin (untuk sejumlah pengguna) dan beberapa minggu ke depan (untuk semua pengguna). Baca berita lengkapnya di TechCrunch.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 3 Juni 2020, mari mencari tahu apakah air keran biasa berbahaya untuk kulit wajah.

podcast button