5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 3 Juli 2020

Morning Briefing 3 Juli 2020
Foto: www.unsplash.com

Selamat pagi! Jika kamu mendadak merasa lebih tua akhir-akhir ini—jangan khawatir. Si doggy di rumah atau yang selalu kamu tonton videonya di YouTube ternyata lebih tua dari perkiraanmu. Uh-uh, sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa satu tahun umur anjing tidak sama dengan tujuh tahun umur manusia. Melainkan, kira-kira 30 tahun dalam “tahun manusia”. Phew! Jadi, anjing yang kamu kira baru dua tahun (umur anjing) = 54 tahun dalam umur manusia. Jadi, hormati tetua. Anyways, selamat berakhir pekan (yep, seandainya kamu lupa, ini hari Jumat) dan ini lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 3 Juli 2020.

Pembelajaran jarak jauh berpotensi permanen.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa diterapkan secara permanen. Bahkan setelah pandemi COVID-19 usai. Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR kemarin, Nadiem menjelaskan ke depannya pemanfaatan teknologi akan menjadi hal yang mendasar dalam pembelajaran. Tidak hanya PJJ, metode pembelajaran hibrid pun bisa diterapkan. Dengan begini, sekolah memiliki kesempatan untuk melakukan berbagai macam kegiatan belajar. Nadiem mengakui bahwa penerapan masih mengalami banyak kekurangan, seperti kecakapan guru hingga infrastruktur, serta ketersediaan internet dan listrik. Kurikulim PJJ ini masih dalam proses perumusan. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Taman Nasional Komodo berlakukan sistem registrasi online.

Taman Nasional Komodo dan area wisata sekitarnya akan berlakukan sistem registrasi daring dan membership. Detail penerapannya masih dalam tahap penggodokan akhir, yang jelas akan ada pembagian ruang. Ini artinya, ke depannya, tidak semua lokasi bisa bisa dikunjungi secara umum. Untuk kunjungan wilayah perairan pun dibatasi agar tidak menganggu kelestarian ekosistem taman nasional tersebut. Registrasi online wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Komodo (TNK) berlaku mulai 6 Juli 2020 dengan mengakses ke laman pendaftaran https://booking.labuanbajoflores.id. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Update COVID-19 global: Menteri Kesehatan New Zealand undurkan diri dan perkembangan vaksin.

Menteri Kesehatan New Zealand, David Clark, mengundurkan setelah mendapat banyak kritikan atas kekeliruan memberikan respon dan kesalahan pribadi (melanggar aturan lockdown). Perdana Menteri Jacinda Ardern sudah menyetujui pengunduran dirinya. Sementara itu, Orbimed, satu investor besar untuk perusahaan biotek, mengatakan bahwa vaksin virus ini “hampir pasti” ditemukan. Ini berkat kerja keras dan usaha bersama negara-negara. Dan dari Tokyo dilaporkan ada 107 kasus baru kemarin, jumlah tertinggi dalam dua bulan terakhir. Meski begitu, pemerintah Jepang memutuskan untuk tidak memberlakukan status gawat darurat. Sementara itu, Donald Trump mengatakan bahwa dirinya setuju untuk memakai masker. Dan para ahli memperkirakan kebakaran hutan yang biasa terjadi setiap tahun di Amazon, akan membuat pemerintah Brasil kewalahan menangani COVID-19. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 10.729.336, dengan 517.052 meninggal dan 5.514.033. Baca berita lengkapnya di Telegraph.

Lebih dari 80 demonstran tewas di Ethiopia.

Militer dikerahkan di Addis Ababa, ibukota Ethopia, menyusul protes yang berakhir ricuh yang menyebabkan lebih dari 80 orang meninggal. Demonstrasi yang sudah berlangsung dua hari ini terjadi setelah musisi lokal Haacaaluu Hundeessaa (34 tahun) ditembak mati Senin lalu yang menurut polisi adalah sebuah pembunuhan berencana. Peristiwa pembunuhan Haacaaluu, seorang anggota dari grup etnis terbesar di Ethiopia, memicu ketegangan dan mengancam proses transisi demokrasi di negara tersebut. Hundeessaa dimakamkan di sebuah gereja di Ambo, sekitar 100km dari ibukota, pada Kamis kemarin. Meski kematiannya memicu protes, hanya beberapa ratus orang yang menghadiri proses pemakamannya di sebuah stadium sepak bola. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Mantan pasangan Jeffrey Epstein ditangkap.

Ghislaine Maxwell, mantan pacar dan rekan bisnis Jeffrey Epstein, ditangkap di New Hampshire kemarin atas dugaan membujuk anak perempuan agar Epstein bisa melakukan pelecehan seksual kepada mereka. Maxwell juga didakwa bahwa dia mengetahui preferensi Epstein terhadap anak kecil. Epstein sendiri sedang menunggu jadwal pengadilannya ketika ditemukan gantung diri di sebuah penjara di New York City pada Agustus tahun lalu. Maxwel sendiri dijadwalkan untuk hadir di pengadilan federal New Hampshire kemarin untuk mendiskusikan apakah keluar dengan jaminan atau tetap ditahan. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Selanjutnya: selesai membaca Morning Briefing 3 Juli 2020, pastikan kamu mengetahui bagaimana membicarakan perceraian dengan anak.

podcast button