5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 3 Agustus 2020

Morning Briefing 3 Agustus 2020
Foto: www.unsplash.com

Selamat pagi! Semoga akhir pekanmu menyenangkan—jika tidak, kamu dipersilahkan ngedumel sejenak. Semoga hal baik terjadi padamu hari ini (amin!), dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 3 Agustus 2020.

PSBB Bodebek diperpanjang sampai 16 Agustus 2020.

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar proporsional di Bodebek (Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) yang berakhir 1 Agustus, diperpanjang sampai 16 Agustus 2020. Selain itu, dilakukan juga Perpanjangan Pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di luar kawasan Bodebek sampai 29 Agustus 2020. Pemerintah berharap masyarakarat mematuhi peraturan protokol kesehatan PSBB. Mulai dari pakai masker, jaga jarak, sampai terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Liputan6)

IDI angkat suara soal temuan obat COVID-19.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia angkat bicara soal klaim seorang dokter dan ahli mikrobiologi bernama Hadi Pranoto yang menyatakan telah menemukan obat COVID-19 di akun Youtube selebritas, Anji. Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto menyatakan bahwa sejauh ini belum ada secara khusus untuk mengobati COVID-19, “adanya obat pencegah radang” dan “obat memperingan tapi belum menyembuhkan.” Menurutnya, terdapat sejumlah tahap yang perlu dilalui untuk mendapatkan obat yang diyakini dapat menyembuhkan COVID-19. Dan hal ini masih dilakukan berbagai negara di dunia dan merupakan proses yang sulit untuk didapatkan dalam waktu pendek. Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa sejauh ini tidak menemukan data Hadi Pranoto yang berbicara di akun Youtube Anji pada data keanggotaan IDI. (CNN Indonesia)

Pemilik TikTok dari China bersedia lepaskan kepemilikan di AS.

ByteDance, pemilik TikTok, setuju untuk melepaskan kepemilikannya secara total di Amerika Serikat untuk menyelamatkan perjanjian dengan pemerintahan Donald Trump. Di proposal perjanjian baru ini, ByteDance akan sepenuhnya keluar dari AS dan diambil alih oleh Microsoft Corp. Sebelumnya ByteDance berusaha mempertahankan saham minoritas di bisnis TikTok AS, tapi ditolak oleh Gedung Putih. Sejumlah investor ByteDance yang berdomisili di AS bisa jadi diberikan kesempatan untuk mempertahankan saham minoritas. Diperkirakan sekitar 70% investor ByteDance berasal dari AS. Sebagai informasi, Amerika berkata bahwa TikTok di bawah China menjadi ancaman nasional karena menyimpan data personal. Dengan alasan ini, Trump ingin melarang Tiktok beroperasi di AS. (Reuters)

Update COVID-19 global: Victoria deklarasikan status bencana dan Afrika Selatan capai 500 juta kasus.

Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa kasus COVID-19 di wilayah sudah melebihi setengah juta, yakni sebanyak 503.290 kasus. Di Afrika sendiri, terdapat hampir satu juta kasus. Sementara itu, dari Victoria, Australia, diberitakan status bencana dideklarasikan dan pemerintah lokal memberlakukan jam malam untuk mencegah penyebaran coronavirus. Restriksi baru ini diberlakukan sampai pertengahan September dengan hanya membolehkan satu orang per keluarga untuk keluar belanja sekali sehari.

Dari Prancis diberitakan mulai diberlakukan tes saat para pendatang tiba dari 16 negara di bandara dan pelabuhan. Mereka yang terbukti positif harus menjalani karantina selama 14 hari. Sementara itu dari Filipina dikabarkan bahwa kepala gereja Katolik meminta penghentian segala aktivitas publik selama 10 hari ke depan. Pemerintah Filipina sendiri berencana untuk memperbaharui skema rencana penanggulangan COVID-19 dalam waktu seminggu dikarenakan semakin banyaknya kasus yang muncul di sana. Dari India diberitakan bahwa aktor Amitabh Bachchan sudah pulang ke rumah setelah dites negatif coronavirus. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 17.859.763, dengan 679.407 kematian, dan 10.564.263 kesembuhan. (Aljazeera)

Ellen DeGeneres berjanji perbaiki budaya kerja di acaranya.

Menyusul dugaaan lingkungan kerja yang toxic, DeGeneres menuliskan dalam sebuah memo kepada stafnya minggu lalu bahwa dia berniat untuk “mengoreksi” isu-isu yang diduga terjadi di belakang layar. Termasuk pelecahan seksual dan tingkah laku rasis. Dia berjanji akan “mengubahnya dan memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi.” Bulan lalu, Telepictures, produser acara ini dan distributornya, Warner Bros, mengirim memo permintaan wawancara dengan sejumlah mantan dan pegawai sekarang tentang pengalaman mereka bekerja di acara tersebut. Sumber dari Telepictures mengatakan bahwa DeGeneres (62 tahun) mempertimbangkan mundur dari acara yang sudah berlangsung selama 17 tahun tersebut. Sejumlah pihak menuduh DeGeneres mengetahui situasi kondisi kerja yang tidak sehat ini. (The Guardian)

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 3 Agustus 2020, pastikan mengetahui urutan pemakaian skincare yang tepat menurut dermatolog.

podcast button