5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 29 September 2020

Morning Briefing 29 September
Foto: www.unsplash.com

Hola! Selamat menempuh hari baru, dan tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak saat berada di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 29 September 2020.

DPR setujui tarif sertifikasi halal.

Komisi VIII DPR RI sepakat usulan tarif pendaftaran produk serta sertifikasi halal dari Kementerian Agama untuk ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Tarif ini ditentukan berdasarkan besaran omzet dan kegiatan usaha yang dijalankan, apakah di dalam negeri atau luar negeri. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama Zainud Tauhid Sa’adi menyampaikan tarif pendaftaran untuk usaha di dalam negeri dengan omzet di bawah Rp1 miliar adalah nol rupiah alias gratis. Sementara untuk perusahaan dalam negeri beromzet di atas Rp1 miliar ditetapkan berdasarkan empat jenis golongan. Tarif pendaftaran golongan I akan ditetapkan Rp388.500, sedangkan golongan II Rp399.600, golongan III, Rp407.000 dan golongan IV Rp414.000. (CNN Indonesia)

Aceh dan Bali masuk dalam daftar provinsi prioritas.

Satgas Penanganan Nasional COVID-19 menambahkan provinsi Aceh dan Bali ke daftar prioritas karena jumlah kasus harian yang semakin bertambah. Sebelumnya, sudah ada delapan provinsi yang masuk ke dalam daftar ini, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua. Pada Senin (28/9), Aceh mencatat 4.325 jumlah kasus dengan 167 kematian. Sementara Bali mencatat 107 kasus baru, sehingga kasus total menjadi 8.639 dan 263 pasien meninggal. Juru Bicara Satgras Wiku Adisasmito mengatakan bahwa presiden sudah menetapkan sejumlah target untuk mengurangi kasus di delapan provinsi tersebut dan memerintahkan target itu tercapai dalam waktu dua minggu. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: Angka kematian hampir 1 juta dan Eropa tetap belajar di kelas.

Jumlah kematian akibat coronavirus di dunia hampir mencapai 1 juta; ini sama dengan jumlah orang yang hidup di San Jose di California, Volvograd di Rusia, dan Qom di Iran. Sementara itu, kasus infeksi di india melampaui 6 juta pada Senin; berarti terjadi peningkatan 1 juta kasus dalam dua minggu. Jika hal ini terus berlanjut, India bisa menjadi negara dengan kasus terbanyak melampaui Amerika Serikat (7 juta akhir pekan lalu).

Sementara itu dari Australia dilaporkan bahwa untuk pertama kalinya dalam waktu dua bulan belakangan, warga Melbourne tidak perlu kembali ke rumah pada pukul 8 malam. Pasalnya, jam malam di kota tersebut sudah ditiadakan sejak Senin pagi. Dan sejumlah negara di Eropa memutuskan untuk tetap mengadakan proses belajar mengajar di sekolah, seperti Belgia, Norwegia, dan Jerman, karena sedikit infeksi terjadi di sana. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 33.156.812, dengan 998.696 kematian, dan 22.961.436 kesembuhan. (Washington Post)

Konflik Azerbaijan dan etnis Armenia memanas.

Konflik menegang dengan tajam antara Azerbaijan dan etnisnya Armenia di wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh pada Senin, dan setidaknya 29 orang terbunuh. Keduanya saling menyerang dengan roket dan artileri di dalam baku tembak terpanas dalam konflik yang sudah berlangsung lebih dari seperempat abad ini. Jika terjadi perang, akan melibatkan negara-negara tetangganya, Rusia dan Turki; Moskow mendukung Armenia, sementara Ankara mendukung etnis Turki di Azerbaijan. Bentrok pertama kali terjadi pada akhir 1980an antara warga Armenia Kristen mayoritas di Nagorno-Karabakh dan tetangganya, etnis Azeri, saat Uni Soviet mulai runtuh. Perang terbuka terjadi pada awal 1990an yang menyebabkan ratusan ribu orang Azeri mengungsi. (Reuters)

Joaquin Phoenix dan Rooney Mara memberi nama anak laki-laki mereka River.

Rooney Mara dan tunangannya, Joaquin Phoenix, dilaporkan menyambut kelahiran anak laki-laki pertama yang diberi nama River, mengambil dari nama saudara laki-laki Phoenix, River, yang meninggal pada 1993. Berita ini disampaikan oleh sutradara Victor Kossakovky, setelah pemutaran fim dokumenter hitam-putih berjudul Gunda, yang diproduseri oleh Phoenix. Sebagai informasi, River Phoenix, yang membintangi film Stand By Me dan My Own Private Idaho, meninggal karena overdosis obat-obatan tidak disengaja. Phoenix dan Mara sendiri pernah membintangi sejumlah film bersama-sama, seperti Don’t Worry, He Won’t Get Far on Foot dan Mary Magdalene. Keduanya merupakan aktivis hak-hak hewan. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 29 September 2020, jangan lupa memasukkan daftar film psikopat terbaik untuk ditonton akhir minggu ini.

podcast button