5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 29 Mei 2020

Morning Briefing 29 Mei 2020
Foto: www.unsplash.com

Hello, kamu! Sudah hampir di penghujung Mei nih, apa kesanmu terhadap bulan ini? Meski bulan berganti, tetap pastikan untuk menjaga kesehatan, mencuci tangan dengan rajin, memakai masker saat keluar rumah dan mempraktikkan physical distancing. Anyways, selamat berakhir pekan dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 29 Mei 2020.

Indonesia menghentikan sementara uji klinis hydroxychloroquin.

Sesuai dengan instruksi WHO, pemerintah Indonesia menghentikan sementara uji klinis obat malaria tersebut terhadap pasien COVID-19. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara yang mengikuti program WHO ‘Solidarity Trial‘. Program ini untuk melakukan uji klinis terhadap empat obat, yakni remdesivir, aluvia, plus-interferon, dan yydroxychloroquine. Penghentian ini dilakukan setelah jurnal medis The Lancet menunjukkan obat malaria itu dapat meningkatkan risiko kematian pada pasien COVID-19. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Tahun ajaran 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020.

Ajaran baru di Jakarta dimulai pada 13 Juli, tapi bukan berarti para siswa kembali belajar di sekolah. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah akan kembali diselenggarakan setelah situasi ibukota dinyatakan aman dari COVID-19. Dan ketika siswa kembali ke sekolah, kegiatan belajar akan dilaksanakan dengan menerapkan aturan protokol kesehatan. Meski begitu, kalender akademik ini bisa berubah jika pemerintah pusat menerbitkan kebijakan baru. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Update COVID-19 global: Inggris luncurkan sistem ‘track and trace’ dan lebih dari 100 ribu infeksi di AS.

Di bawah sistem ini, sebuah tim yang beranggotakan 25.000 pelacak, akan menghubungi orang-orang yang positif COVID-19 dan mencari tahu dengan siapa saja mereka sudah melakukan kontak langsung. Pemerintah Inggris menargetkan untuk bisa melacak 10.000 orang per hari. Dan di Amerika Serikat dilaporkan angka total positif virus ini melebihi 100.000 orang. Dari Korea Selatan diberitakan, pemerintah kembali memberlakukan social distancing, karena bermunculan clusters baru. Museum, taman, dan galeri seni di area Seoul akan tutup selama dua minggu mulai Jumat (29/5). Sementara itu, Filipina memutuskan untuk melonggarkan lockdown di Manila mulai 1 Juni, untuk menyelamatkan kondisi ekonomi yang terancam resesi. Kota-kota lain di Filipina masih memberlakukan karantina. Dan dari Singapura diberitakan ada 373 kasus baru kemarin, sehingga total berjumlah 33.249. Mayoritas kasus berasal dari pekerja asing. Pemerintah Singapura akan menguji seluruh 320.000 pekerja migran yang tinggal di asrama dan berjanji akan memberikan hunian baru ketika pandemik usai. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global adalah 5.731.837, dengan 356.606 meninggal, dan 2.375.298 sembuh. Baca berita lengkapnya di South China Morning Post.

Boeing memulai kembali produksi 737 Max.

Setelah lima bulan hiatus, Boeing menyatakan akan kembali memulai produksi pesawat 737 Max. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pesawat ini akan diproduksi dalam skala kecil karena fokus mereka sekarang adalah mengembangkan sistem keamanan dan kualitas produk. Sebagai informasi Boeing 737 Max telah dilarang terbang sejak 2018 sejak peristiwa kecelakaan fatal yang membunuh 346 penumpang dan kru kabin. Menyusul kejadian tersebut, Boeing menunda produksi pesawat tipe itu pada Desember 2019. Sampai saat ini, FAA masih belum memberikan ijin 737 Max untuk kembali membawa terbang penumpang. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Ai Weiwei membuat 10.000 masker kain untuk galang dana COVID-19.

Berkolaborasi dengan aktivis, seniman China tersebut telah mencetak 10.000 masker wajah untuk dijual di eBay. Seluruh penjualan ini akan disumbangkan ke Human Rights Watch, Refugees International dan Médecins Sans Frontières. Masker wajah tersebut bergambar biji bunga matahari, mahluk mistis, dan gestur jari tengah yang dikerjakan dengan tangan di Berlin. Masker ini akan dijual dengan harga satuan $50, $300 (empat masker), dan $1.500 (20 masker). Ai memprediksi bahwa masker ini akan dibeli untuk dikoleksi, bukan dipakai.

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 29 Mei 2020, ini yang harus kamu lakukan ketika anak sepertinya telat bicara.

podcast button