5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 28 September 2020

Morning Briefing 28 September
Foto: www.unsplash.com

Selamat hari Senin! Jangan lupa memakai masker yang bersih saat keluar rumah, jaga jarak saat berada di tempat publik (2 meter), dan cuci tangan dengan benar. Semoga harimu menyenangkan, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 28 September 2020.

BMKG minta masyarakat tidak panik tentang megathrust.

Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menganjurkan agar masyarakat tidak panik terkait informasi mengenai potensi gempa megathrust di Indonesia. Dia menerangkan bahwa informasi potensi gempa berdasarkan pemodelan yang dibuat para ahli adalah ditujukan sebagai acuan mitigasi. Namun, sebagian warga memahami dan menganggapnya sebagai potensi bencana yang akan terjadi dalam waktu dekat. Dia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa digunakan untuk memprediksi kejadian lokasi gempa. Pernyataan ini berhubungan dengan riset dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyebutkan kemungkinan potensi tsunami hingga 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur. (CNN Indonesia)

Tingkat kepositifan COVID-19 di Indonesia mencapai 14,4 persen.

Menurut Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, positivity rate coronavirus di Indonesia mencapai di 14,4 persen per Minggu, 27 September 2020. Persentase itu lebih tinggi dibanding standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni lima persen. Menurutnya, dalam satu hari kemarin terdapat 37.272 spesimen yang diperiksa, sehingga total spesimen mencapai 3.207.055. Per kemarin, terdapat 3.874 kasus baru, sehingga ada 275.213 kasus di Indonesia, dengan 10.386 kematian, dan 203.014 sembuh. (Medcom)

Update COVID-19 global: Pelonggaran lockdown di Melbourne dan klaster terbaru di Prancis.

Seiring semakin berkurangnya kasus positif, Melbourne akan melonggarkan restriksi lockdown mulai hari ini. Di antaranya memperbolehkan 127.000 karyawan untuk kembali bekerja, dibukanya kembali childcare, dan berkumpul di luar ruangan maksimum lima rumah tangga (sebelumnya dua). Sementara itu, di Prancis, Le Monde melaporkan bahwa sepertiga klaster baru adalah di sekolah dan universitas. Data terakhir menunjukkan bahwa 32% dari 899 klaster yang sedang diinvestigasi berkaitan dengan sekolah dan universitas.

Dari Rusia dilaporkan rekor kasus harian baru terjadi, yakni 7.867 kasus (tertinggi sejak 20 Juni), sehingga ada 1.151.438 total kasus di sana. Di Moskow sendiri, terdapat 2.016 kasus, melampaui angka 2.000 sejak Juni. Dan ratusan orang turun ke jalan di Madrid untuk menentang partial lockdown yang diterapkan di sejumlah wilayah, terutama di lingkungan berpendapatan rendah, untuk mencegah penyebaran coronavirus. Dan warga Romania memberi suara hari Minggu kemarin untuk memilih walikota dan anggota dewan daerah, tapi peningkatan kasus coronavirus berpotensi membuat hanya sedikit warga yang berpartisipasi. Menurut mesin penghitung John Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 32.880.857, dengan 994.810 kematian, dan 22.756.603 kesembuhan. (The Guardian)

Aktris Bollywood Deepika Padukone diinterogasi polisi.

Berkaitan dengan penyelidikan kasus narkoba setelah kematian aktor muda Sushant Singh Rajput awal tahun ini, polisi menginterogasi bintang Bollywood Deepika Padukone, Sabtu kemarin. Menurut media lokal, Padukone diinterogasi untuk mengetahui apakah memakai obat-obatan terlarang untuk dikonsumsi. Dia merupakan satu dari lusinan profesional Bollywood yang dimintai keterangannya oleh Narcotics Control Board (NBC) India dalam dua minggu belakangan ini. Meski investigasi atas kematian Rajput terus dilakukan, penyelidikan melebar ke pemeriksaan oleh pihak otoritas terhadap pemakaian narkoba di Bollywood. Kematiannya juga memicu media berspekulasi bahwa mantan pacarnya, aktris Rhea Chakraborty, menyebabkannya bunuh diri dengan narkotika dan bahkan ilmu hitam. (Aljazeera)

Google Meet membatasi meeting gratis 60 menit.

Menepati janjinya, Google Meet membatasi video chat gratis tidak lebih dari 60 menit setelah 30 September. Hal ini sesuai dengan pernyataannya pada April lalu yang akan memberikan unlimited-length meetings gratis hanya hingga 30 September. Setelah tanggal ini juga, akses untuk fitur-fitur advanced ke G Suite dan G Suite untuk pelanggan pendidikan juga akan terbatas. Selama masa pandemi, Google Media dan platform video lainnya terus bersaing dengan Zoom, dengan Meet melampaui 100 juta partisipan per hari sejak April. (The Verge)

Selanjutnya: Selesai membaca Morning Briefing 28 September 2020, jangan lupa mengetahui bagaimana efek junk food terhadap semua orang.

podcast button