5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini- 28 Oktober 2020

Morning Briefing 28 Oktober 2020
Foto: www.unsplash.com

Selamat hari Sumpah Pemuda! Di manapun kamu berada, tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak di tempat umum, dan cuci tanganmu dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 28 Oktober 2020.

Indonesia rilis e-visa untuk pengunjung asing.

Kementerian Hukum dan HAM baru saja meluncurkan aplikasi visa daring untuk pengunjung asing yang akan memasuki Indonesia. Hal ini dilakukan agar sistem izin masuk lebih cepat, mudah dan transparan. Bagi yang ingin mengajukan permohonan visa harus mengisi formulir di visa-online.imigrasi.go.id. Pada saat yang bersamaan, kementerian ini juga merilis aplikasi Sistem Informasi Penelitian Hukum dan HAM (Sipkumham). Sistem ini mengklaim diri sebagai database hukum dan HAM pertama di Indonesia yang menggunakan artificial intellegence (AI). Aplikasi ini akan berfungsi sebagai database untuk membantu pihak otoritas mengatasi isu hukum dan HAM lebih cepat. (The Jakarta Post)

Libur panjang berdampak pada kasus COVID-19 nasional.

Libur panjang yang terjadi minggu ini diperkirakan akan menaikkan kasus positif COVID-19 secara nasional. Prediksi ini menurut Satgas COVID-19 berdasarkan pengalaman libur panjang Agustus 2020. Hal ini disebabkan saat liburan banyak masyarakat bepergian ke tempat-tempat wisata ataupun mudik. Satgas COVID-19 sudah memetakan lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kerumunan saat libur panjang. Di antaranya kawasan wisata, pusat perbelanjaan baik modern maupun mal, tempat ibadah, lokasi kegiatan seni budaya, fasilitas transportasi dan kegiatan kampanye. Untuk mengantisipasi ini Satgas bekerja sama dengan pemda untuk menegakkan disiplin terhadp protokol kesehatan di lokasi-lokasi tersebut. (Liputan6)

Update COVID-19 global: Hong Kong longgarkan social distancing, dan ada hampir 8 juta kasus di India.

India melaporkan 36.470 kasus baru kemarin, yang merupakan angka harian terendah sejak Juli. Dengan begini, negara ini sekarang memiliki 7,95 juta kasus, hanya berada di bawah Amerika Serikat. Sementara itu, Hong Kong akan melonggarkan social distancing dan memperbolehkan lebih banyak orang untuk duduk di meja yang sama di bar dan restoran. Selain itu, pemerintah juga mengizinkan fasilitas restoran untuk buka hingga pukul 2 subuh.

Dan Filipina, yang memiliki angka kasus kedua terbanyak di Asia Tenggara, akan tetap melonggarkan pergerakan warganya di Manila sepanjang November setelah jumlah infeksi menurun dalam satu minggu belakangan. Sementara itu Rusia telah memulai produksi vaksin COVID-19 kedua yang belum menyelesaikan tahap uji klinis. Vaksin ini dikembangkan oleh laboratorium senjata biologis Vector State Virology and Biotechnology Center di Novosibirsk. Vaksin ini diperkirakan akan selesai akhir tahun ini. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University jumlah total kasus COVID-19 global adalah 43.633.558, dengan 1.161.422 kematian, dan 29.262.603 sembuh. (Bloomberg)

Protes terhadap Presiden Prancis semakin memanas.

Protes terhadap Emmanuel Macron semakin meluas dari masyarakat internasional, dan menganggap komentarnya “tidak bijaksana”. Warga Muslim di Prancis—dan di berbagai tempat lain—juga memprotes pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap komunitas mereka setelah terbunuhnya seorang guru SMA, Samuel Paty, 11 hari yang lalu. Di Bangladesh, sekitar 40.000 orang ambil bagian dalam unjuk rasa anti-Prancis. Sejumlah negara Muslim telah menyerukan untuk memboikot barang produksi Prancis. Hujan protes ini terjadi setelah Abdoullakh Anzorov (18), seorang warga Chechnya yang tinggal di Prancis sejak usia 6 tahun, membunuh Paty setelah guru tersebut memperlihatkan serial karikatur, termasuk Nabi Muhammad, di kelas kebebasan berpendapat berlangsung. Macron mengeluarkan pernyataan tidak akan “menghujat karikatur tersebut”. (The Guardian)

IG Live bisa berlangsung hingga empat jam.

Instagram mengumumkan bahwa IG Live tidak lagi terbatas 60 menit, tapi para streamer bisa tetap live hingga empat jam. Perpanjangan waktu ini tersedia untuk semua pengguna Instagram di seluruh dunia, selama mereka tidak pernah melanggar kebijakan. Selain itu, pengguna juga bisa melihat live stream mereka di arsip pribadi, sama seperti Stories dan Post, atau hingga 30 hari setelah disiarkan. Video ini juga bisa diunduh dan diunggah di tempat lain. Instagram menambahkan “Live Now” di bagian IGTV dan orang bisa menemukan konten tersebut secara live. (The Verge)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 28 Oktober 2020, cek penjelasan psikiater ini mengapa pura-pura bahagia belum tentu akan membuatmu akhirnya bahagia.