5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 28 Juli 2020

Morning Briefing 28 Juli 2020
Foto: www.unsplash.com

Hi! Apakah ini berlaku juga untukmu: sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memakai masker pelindung wajah cenderung tidak lupa mencuci tangan? Jika ini terjadi padamu, selamat dan terima kasih! Bagi yang masih sering lupa, jangan lupa cuci tangan, ya? Selamat menikmati hari ini, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 28 Juli 2020.

Kasus COVID-19 di Indonesia melewati 100 ribu.

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia menembus angka 100.303 orang; ini artinya Indonesia menjadi negara dengan kasus terbanyak ke-4 di Asia. Pada Senin (28/7), kasus COVID-19 bertambah 1.525. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan jumlah kabupaten/kota yang berstatus zona merah bertambah dari 35 menjadi 53. Selain itu, jumlah kabupaten/kota zona oranye juga naik dari 32,8 persen menjadi 35,99 persen. DKI Jakarta menjadi salah satu penyumbang kasus baru terbanyak, yakni berjumlah 473 orang. (Liputan6)

Pendaftaran relawan uji vaksin corona dibuka.

Setelah mendapatkan izin dari Komite Etik Unpad untuk melaksanakan uji klinis vaksin corona, pendaftaran relawan vaksin sudah dimulai kemarin (27/7). Kriteria yang harus dipenuhi calon relawan, di antaranya orang dewasa sehat berusia 18-59 tahun, mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemik, dan tidak memiliki riwayat terinfeksi COVID-19. Calon relawan berdomisili di Kota Bandung dan tidak berencana pindah dari lokasi penelitian sebelum penelitian selesai dilaksanakan. Nantinya, para relawan akan mendapatkan swab test dan rapid test secara gratis. Unpad membutuhkan 1.620 relawan dalam proses uji klinis ini, tapi hanya 540 orang yang akan disuntikkan vaksin. (Detik)

Update COVID-19 global: Hong Kong adopsi social distancing ketat dan Vietnam evakuasi lebih dari 80 ribu turis.

Setelah muncul tiga kasus baru, pemerintah Vietnam mengevakuasi 80.000 turis lokal di Danang yang akan memakan waktu empat hari. Evakuasi akan dilakukan dengan pesawat terbang. Sementara itu dari Hong Kong dikabarkan, pertemuan publik dengan lebih dari dua orang akan dilarang, begitu juga makan di restoran dan wajib memakai masker. Social distancing paling ketat yang diberlakukan sejak Januari ini diadopsi karena peningkatan jumlah kasus baru yang belum bisa dilacak sumbernya.

Sementara itu, uji vaksin potensial yang dilakukan oleh Moderna memasuki fase ketiga. Satu dari 30.000 partisipan penelitian ini menerima suntikannya kemarin. Jika ini berhasil, Moderna berencana memproduksi 500 juta dosis vaksin per tahun. Dari Victoria, dikabarkan negara bagian dengan penduduk kedua terbanyak di Australia tersebut mencetak rekor kasus harian baru, yakni 532 dalam 24 jam. Pejabat kesehatan setempat mengatakan jika angka kasus terus melonjak, lockdown mungkin akan diperpanjang. Dan menurut mesin penghitung John Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 16.296.635, dengan 649.662 kematian, dan 9.431.033 kesembuhan. (Washington Post)

China mengambil alih konsulat AS di Chengdu.

Sebagai balasan atas penutupan konsulatnya di Houston, Texas, China mengambil alih lokasi konsulat AS di Chengdu kemarin. Peristiwa ini semakin menaikkan ketegangan antara kedua negara tersebut. Sebelumnya, pada Jumat lalu, Beijing meminta AS untuk menutup konsulatnya di Chengdu dan memberikan waktu 72 jam melakukannya (durasi yang sama yang diberikan AS ke China). Bendera AS sudah tidak lagi berkibar di gedung konsulat yang dibuka pada 1985 ini. Sebagai informasi, hubungan AS-China mengalami kondisi terburuk karena berbagai sebab, mulai dari isu dagang, teknologi hingga pandemik. (Reuters)

Sorabel tutup.

Fashion ecommerce startup Sorabel akan tutup karena kehabisan dana untuk menghidupi kegiatan operasionalnya akibat pandemik. Saat ini, perusahaan tersebut berada dalam masa “administrasi”, yang artinya mencari adminstrator ketiga untuk mengurusi kepentingan pemegang saham dan kreditur. Chief financial officer Kevin Widlansky dari Sorabel mengatakan bahwa ada kemungkinan perusahaan tersebut melikuidasi bagian Sale Stock—perusahaan di baliknya—dan membiarkan perusahaan lain mengambil alih. Jika ini yang terjadi, Sorabel bisa tetap eksis dan sejumlah karyawannya tetap bisa dipekerjakan. Sebagai informasi, Sorabel didirikan pada 2014 sebagai Sale Stock dan mendapatkan keuntungan pada 2019 serta berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar US$27 juta. Namun, performanya mulai tersendat saat Lebaran tahun lalu. (TechinAsia)

Selanjutnya: Selesai membaca Morning Briefing 28 Juli 2020, pastikan kamu mengonsumsi rempah ini karena bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2.

podcast button