5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 28 April 2021

Morning Briefing 28 April 2021
Foto: www.rawpixel.com
Terakhir diperbarui:

Hola! Di mana pun kamu berada hari ini, tetap patuhi protokol kesehatan ya, teman. Dan apa pun yang kamu lakukan hari ini, semoga harimu menyenangkan. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 28 April 2021.

Satgas COVID-19: zona merah bertambah.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 terhitung tanggal 18-27 April 2021, terjadi peningkatan zona merah dan zona oranye. Zona merah adalah daerah dengan risiko penularan virus yang tinggi, sedangkan zona oranye menandakan risiko penularannya sedang.

Zona merah meningkat dari 6 kabupaten/kota menjadi 19 kabupaten/kota. Provinsi yang berubah statusnya jadi zona merah yakni Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bali, dan Kalimantan Selatan. (Liputan6)

Jokowi reshuffle dua menteri.

Dua menteri dijadwalkan akan hadir di Istana Negara, Jakarta, hari ini. Jokowi akan melantik menteri investasi serta menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi. Kabarnya, Bahlil Lahadalia dilantik sebagai menteri investasi. Sementara Nadiem Makarim tetap akan memimpin kementerian di bidang pendidikan yang kini digabung dengan ristek. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Bantuan untuk India, dan penambahan kasus.

Berbagai negara berencana untuk membantu krisis COVID-19 yang terjadi di India, mulai dari Amerika Serikat, Portugal, dan Australia. Sementara itu, sejumlah negara juga melarang penerbangan dari India, seperti Australia, Malaysia dan Filipina. Dan India melaporkan 323.144 kasus baru pada Selasa—enam hari berturut-turut berada di atas angka 300.000 kasus.

Sementara itu, dua kasus pembekuan darah yang berkaitan dengan vaksin Johnson & Johnson mulai diinvestigasi oleh pejabat kesehatan AS. Di sisi lain, Prancis mulai mengujicobakan "paspor vaksin" untuk menggerakkan kembali dunia pariwisata.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 16 November 2020

Setelah melibatkan sekitar 5.000 pencinta musik dalam sebuah konser eksperimen, peneliti dari Spanyol menemukan "tidak ada tanda" level infeksi lebih tinggi di antara partisipan. Hanya enam orang yang positif 14 hari setelah menghadiri konser tersebut. Para partisipan menggunakan masker tapi tidak melakukan social distance. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 148.009.216, dengan 3.123.645 kematian, dan 85.689.909 sembuh. (Bloomberg)

Junta Myanmar "pertimbangkan" rencana ASEAN.

Etnis minoritas pemberontak Karen menyerang di pos terdepan dekat perbatasan Thailand pada Selasa pagi. Serangan ini menjadi salah satu bentrokan paling serius sejak kudeta militer tiga bulan lalu menyebabkan krisis di sana.

Pada saat bersamaan, junta dikabarkan akan serius mempertimbangkan usul ASEAN untuk mengakhiri kemelut di Myanmar, tapi hanya jika stabilitas terjadi. Bentrokan tersebut membuat perhatian junta teralihkan dari demonstrasi pro-demokrasi yang terjadi di berbagai kota. Menurut sebuah grup aktivis, pasukan keamanan telah membunuh lebih dari 750 warga sipil saat demontrasi. (Reuters)

Update iOS termasuk fitur transparansi app tracking.

Pengguna iPhone sekarang bisa mencegah para pengiklan memantau aktivitas mereka di aplikasi. Kemampuan yang disebut "app tracking transparency" ini termasuk dalam pembaruan perangkat lunak iOS 14.5.

Dengan ini, untuk pertama kalinya, para pemasang iklan harus meminta konsen pengguna sebelum bisa men-tracking aktivitas mereka di aplikasi dan situs. Jika pengguna menolak, aplikasi tidak bisa mengakses user ID yang dibutuhkan untuk memantau aktivitas digital pengguna. Fitur ini mendapatkan banyak protes, termasuk dari Facebook dan pelaku iklan. (The Guardian)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 28 April 2021, jangan lupa mengecek tentang vitamin penting untuk ibu hamil.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 29 Desember 2020