5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 28 April 2020

Morning Briefing 28 April 2020
Foto: www.unsplash.com

Hei, kamu! Apa kabar hari ini? Jika membutuhkan inspirasi untuk menjaga kesehatan mentalmu, coba lakukan ini. Sementara itu, tetap cuci tangan, makan sehat, dan pakai masker saat keluar rumah. Dan berikut Morning Briefing 28 April 2020.

Update COVID-19 nasional: jumlah ODP dan PDP bertambah.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan per Senin, jumlah ODP menjadi 1.159 dan PDP 339 orang. Saat ini tercatat 210.199 ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan 19.987 PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Yuri menyampaikan pemerintah juga telah memeriksa 59.459 orang. Hasilnya, sebanyak 9.096 orang positif dan 50.313 orang dinyatakan negatif. Sejauh ini, telah tersedia 46 laboratorium yang dioperasikan untuk uji PCR, dan pemerintah terus berupaya menambah jumlahnya. Menurut data per Senin (28/4), jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia mencapai 9.096 orang, dengan 1.151 orang sembuh dan 765 orang meninggal. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

PSBB Bodebek diperpanjang dua pekan lagi.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengatakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diperpanjang hingga 12 Mei 2020. Alasan diperpanjangnya masa PSBB Bodebek ini adalah terjadi peningkatan kasus di Kabupaten/Kota Bekasi. Meskipun di tiga wilayah lainnya, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 menurun. Secara keseluruhan, terjadi penurunan kasus COVID-19 di Bodebek hingga 38,5 persen. Baca berita lengkapnya di Detik.

Korea Selatan percaya bahwa Kim Jong-un dalam keadaan sehat.

Menteri Persatuan Korea Selatan Kim Yeon-chul mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan memiliki informasi yang cukup untuk menyatakan bahwa Kim Jong-un dalam keadaan sehat. Pernyataan ini merupakan salah satu bantahan paling tegas tentang laporan simpang-siur keberadaan dan kesehatan pemimpin Korea Utara itu. Dan ini merupakan sebuah hal yang langka, karena biasanya pejabat resmi Korea Selatan tidak mengeluarkan pernyataan apa pun tentang pemimpin Korea Utara tersebut. Sebelumnya, beredar berita bahwa Jong-Un berada dalam kondisi kritis atau “otak mati” atau dalam “kondisi vegetatif” setelah operasi katup jantung. Meski rumor-rumor tentang kesehatan pemimpin Korea Utara biasanya tidak berdasar, tapi sebagian terbukti benar. Contohnya, spekulasi ayahnya, Kim Jong-il, yang terkena stroke di 2008. Baca berita lengkapnya di New York Times.

Update COVID-19 global: New Zealand akan melonggarkan restriksi hari ini dan Italia minggu depan.

Italia yang sudah melakukan karantina terlama di Eropa dan salah satu negara dengan wabah terparah, akan melonggarkan restriksi dan membuka ekonominya kembali Senin depan. Dan di New Zealand, sekolah, restoran, toko retail dan area konstruksi akan dibuka kembali hari ini. Di Afganistan, membebaskan 60 persen tahanan penjara seiring semakin menyebarnya coronavirus. Sementara Amerika Serikat memiliki jumlah kasus terbanyak di dunia, dengan lebih dari 950.000 kasus infeksi dan korban meninggal mencapai 50.000 orang. Dan Formula 1 diperkirakan akan kembali berlangsung di Juli di Austria. Dan lebih dari 1 juta warga Australia mengunduh aplikasi pelacak COVIDSafe, dalam beberapa jam setelah dirilis. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global mencapai 2.992.970 kasus, 207.518 meninggal, dan 876.043 sembuh. Baca berita lengkapnya di Washington Post.

Arab Saudi mengakhiri hukuman mati untuk kejahatan yang dilakukan anak-anak.

Setelah sebelumnya menghapus hukuman cambuk, Presiden Komisi HAM Awwad Alawwad menyampaikan hukuman mati dieliminasi untuk mereka yang melakukan kejahatan saat mereka masih anak-anak. Alih-alih mendapatkan hukuman mati, anak-anak tersebut akan menerima hukuman penjara tidak lebih dari 10 tahun di fasilitas detensi remaja. Dekrit terbaru ini diharapkan bisa menyelamatkan setidaknya enam laki-laki yang berasal dari komunitas minoritas Shia yang mendapatkan hukuman mati. Anak-anak di bawah 18 tahun ini dituduh berpartisipasi dalam protes anti-pemerintah selama Arab Spring. Kerajaan Arab Saudi merupakan negara dengan tingkat eksekusi tertinggi di dunia, dengan dakwaan terorisme, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan bersenjata dan penyelundupan narkoba. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 28 April 2020, baca informasi ini tentang bahan apa yang paling efektif untuk membuat masker kain.

podcast button