5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini—27 September 2019

Foto: www.canva.com

A.K.H.I.R.N.Y.A.J.U.M.A.T. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin—begitu pun dengan kondisi hatimu. Semangat, ya! Untuk menambah semangat dan membangunkan sel abu-abu di dalam serebrum, mari mengetahui lima hal berikut ini.

Jacques Chirac, mantan presiden Presiden Prancis (86 tahun), tutup usia kemarin.

Presiden yang menjabat dua masa jabatan, dari tahun 1995 sampai 2007 ini paling dikenal karena sikapnya yang menentang invasi Amerika Serikat terhadap Irak, dan perjuangannya atas Uni Eropa. Tidak heran jika di poling 2015 dia digambarkan sebagai presiden “favorit” orang Prancis. Sayangnya, reputasinya dirusak pada saat dituduh bersalah menggelapkan dan menyalahgunakan dana publik untuk membiayai partai politik pada saat menjabat sebagai walikota Paris (1977-1995). Baca berita lengkapnya di sini.

Sementara itu, The Asian Development Bank mengatakan bahwa perang dagang yang semakin memanas akan melemahkan perekonomian Asia di sisa tahun ini dan tahun depan.

Dalam laporan yang dirilis pada hari Rabu, Bank tersebut mengatakan perkembangan regional akan mencapai 5,4% tahun ini dan 5,5% tahun depan, sedikit di bawah perkiraan awal mereka. Laporan tersebut mencantumkan bahwa perang tarif antara Cina dan Amerika Serikat dan pertikaian berlarut-larut antara Jepang dan Korea Selatan adalah penyebab utama lemahnya perdagangan di Asia. Untuk itu, Bank ini mendorong pemerintah untuk menyediakan perumahan dengan harga terjangkau dan transportasi publik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan di daerah perkotaan. Baca laporan lengkapnya di sini.

Di sisi lain, Boeing memberikan kompensasi tahap pertama untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air.

Hal ini dikonfirmasi oleh pihak pengacara pihak penggugat bahwa keluarga korban masing-masing menerima sekitar $1,2 juta. Berita ini tersiar hampir bersamaan waktunya dengan laporan dari otoritas penerbangan Indonesia yang menemukan bahwa kesalahan desain dan pengawasan memegang peranan penting dalam bencana yang terjadi pada Oktober 2018 itu. Boeing mengeluarkan pernyataan bahwa investigasi akan terus dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan akhir dan diharapkan selesai pada November mendatang. Pabrikan pesawat ini juga sedang menghadapi hampir 100 gugatan dari jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines 737 MAX pada Maret tahun ini yang menewaskan 157 penumpangnya. Baca berita lengkapnya di sini.

Tidak kalah pentingnya adalah berita bahwa Jokowi sepertinya mulai mempertimbangkan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Hal ini dikabarkan setelah Presiden bertemu dengan puluhan tokoh di Istana Negara, kemarin. Dalam pertemuan yang berlangsung dua jam itu, Jokowi mengaku mendapat masukan dari para tokoh untuk menerbitkan Perppu KPK untuk menjawab tuntutan mahasiswa. Baca berita lengkapnya di sini.

Satu berita untuk membuat sedikit berdecak dan menggeleng-gelengkan kepala: “pencipta” labradoodle menyesal.

Wally Conron, orang yang membiakkan seekor poodle dan seekor labrador setelah mengikuti sebuah permintaan dari seorang perempuan di Hawaii, mengatakan keputusan tersebut adalah “penyesalan seumur hidupnya” dan dia telah melepaskan “monster Frankenstein”. Kenapa dia menyesal? Usahanya tersebut menjadi ajang komoditi. Selain itu, semakin banyak orang membiakkan designer dogs—keturunan dari dua peranakan murni. Alhasil, (well, setidaknya menurutnya) ada banyak masalah kesehatan yang dialami oleh designer dogs tersebut, mulai dari masalah mata, pinggang, siku sampai terkena epilepsi. Baca berita lengkapnya di sini.

podcast button