5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 27 Oktober 2020

Morning Briefing 27 Oktober
Foto: www.unsplash.com

Selamat hari Selasa! Jangan lupa pakai masker bersihmu, jaga jarak di tempat umum, dan cuci tangan dengan rajin dan benar. Semoga ada hal baik yang terjadi padamu hari ini, dan berikut berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 27 Oktober 2020.

Perjalanan terbatas Indonesia-Singapura dibuka kembali.

Pembukaan jalur Travel Corridor Arrangement (TCA) ini memungkinkan perjalanan lintas batas untuk perjalanan bisnis yang mendesak, perjalanan diplomatik, dan kedinasan. Dua pintu masuk ke Indonesia yang dibuka adalah Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng dan Pelabuhan Internasional Batam Centre. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan TCA ini untuk memulihkan ekonomi sehingga kriteria subjek dalam perjanjian ini adalah pebisnis, tenaga kerja ahli, investor, dan pejabat publik. Setiap orang asing yang akan berkunjung melalui mekanisme TCA diwajibkan mengajukan visa dan memiliki penjamin di Indonesia. (Medcom)

Gunung Sinabung keluarkan asap panas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) memperingatkan agar publik menjauhi Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Menurut PVBMG, asap panas keluar hingga 1.500 meter dari kawah, dan semakin meninggi setiap harinya. Kondisi ini bisa menyebabkan aliran asap panas yang besar. Badan ini telah mengevakuasi sejumlah warga yang tinggal di sekitar gunung dan meminta residen yang masih tinggal di kaki gunung untuk tetap berhati-hati. Sebelumnya erupsi terjadi pada 10 Agustus lalu dan gunung ini mengeluarkan asap volkanik setingga 5.000 meter. Ketika meletus pada 2016 sebanyak sembilan orang meninggal, dan 16 orang meninggal pada 2014. (The Jakarta Post).

Update COVID-19 global: Lockdown sebagian di Kuala Lumpur, dan Singapura tunda gunakan dua vaksin.

Parsial lockdown diperpanjang di Kuala Lumpur dan sekitar Selangor selama dua minggu, karena lonjakan kasus baru tertinggi sejak pandemi berlangsung. Menurut data pemerintah, terdapat 1.240 kasus baru kemarin, dan jumlah totalnya berlipat ganda dalam satu bulan terakhir. Sementara itu Singapura menarik diri sementara waktu untuk menggunakan dua vaksin, yakni SKYCellflu Quadrivalent (produksi Korea Selatan) dan VaxigripTetra (Prancis). Hal ini terjadi setelah 48 orang meninggal di Korea Selatan setelah menerima vaksin ini. Meski begitu, pejabat kesehatan Korea mengatakan bahwa program vaksinasi tetap diteruskan karena tidak menemukan hubungan langsung antara vaksin dan kematian tersebut.

Dan Belanda melaporkan rekor kasus harian baru, dengan 10.343 infeksi baru pada hari Senin, dengan 26 kematian. Belgia juga mencatat lonjakan kasus baru, dengan rata-rata 12.500 kasus per hari minggu lalu, dibandingkan 5.000 setiap 24 jam di minggu sebelumnya. Jika hal ini terus berlanjut, unit perawatan intensifnya akan kehabisan tempat dalam waktu dua minggu. Dan Norwegia akan memberlakukan aturan yang lebih ketat, termasuk melarang pertemuan pribadi, dan menghentikan pengecualian karantina. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 43.187.134, dengan 1.155.653 kematian, dan 29.018.032 kesembuhan. (The Guardian)

Puluhan ribu dievakuasi di Filipina.

Setidaknya 25.000 orang dievakuasi di Filipina kemarin pagi setelah hujan lebat dan angin kencang melanda desa-desa dan menerbangkan atap. Topan Molave ini berada dalam kecepatan 125 km per jam, dan berhembus hingga 180 km/jam dan memaksa puluhan ribu mengungsi ke sekolah-sekolah dan gedung pemerintahan. Molave tiba setelah Badai Tropis Saudel, yang minggu lalu menyebabkan banjir di provinsi Quezzon di wilayah Calabarzon, di bagian tenggara Manila. Sampai sejauh ini belum ada keterangan tentang jumlah korban jiwa. Sebagai informasi, sebanyak 20 topan dan badai melanda Filipina setiap tahun, dan rawan gunung meletus dan gempa yang membuatnya menjadi salah satu negara paling rentan bencana di dunia. (Aljazeera)

Air ditemukan di Bulan.

Mendapatkan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA, para ilmuwan memperkirakan Bulan bisa menyembunyikan sekitar15.000 km persegi bayangan-bayangan permanen dalam berbagai bentuk dan ukuran. Dan ini bisa jadi merupakan waduk yang menyimpan air dalam bentuk es. Jika hal ini benar, maka air alami ini bisa dipakai oleh astronot untuk air minum dan membantu menyediakan bahan bakar untuk proyek antariksa lainnya. Akan tetapi untuk mengonfirmasi hal ini, astronot harus pergi sendiri ke sana atau dengan robot penggali. (Sky)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 27 Oktober 2020, jangan lupa membaca tentang apakah paraben free selalu lebih baik untuk kulit.