5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 27 Februari 2020

Morning Briefing 27 Februari 2020
Foto: www.canva.com

Helllo kamu, iya kamu! Selamat pagi dan semoga harimu menyenangkan. Sebelum memulai aktivitas, mari membaca lima berita terbaru dalam Morning Briefing 27 Februari 2020.

Banjir Jabodetabek pada Selasa (25/2) mengakibatkan lima orang meninggal dan tiga orang masih hilang.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (26/2), tercatat 19 ribu orang mengungsi akibat banjir. Sementara korban meninggal berasal dari Kota Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan. Sementara itu tiga orang yang hilang berasal dari Kota Bekasi (dua orang) dan Tangerang Selatan (1). Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut banjir ini disebabkan oleh fenomena hujan ekstrem dan prediksi cuaca ekstrem ini sudah dilaporkan kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

RUU Ketahanan Keluarga terus menerima kritik dan penolakan.

Pasalnya, banyak pihak yang menganggap draf perundang-undangan tersebut terlalu masuk ke ranah privat. Mayoritas anggota Fraksi Partai Gerindra di DPR pun menolak RUU Ketahanan Keluarga karena menganggap terlalu banyak menuai kontroversi. Salah satunya, yaitu Pasal 25 RUU Ketahanan Keluarga yang mengatur kewajiban suami dan istri yang seakan-akan melegitimasi peran perempuan sebagai sosok inferior dalam pernikahan. Sejumlah pihak juga mempertanyakan relevansi dan apakah UU ini perlu ada. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Perawat asal Wuhan memohon bantuan medis internasional.

Dua orang perawat dari Wuhan (Yingchun Zeng dari Guangzhou Medical Hospital), dan Yan Zhen (Sun Yet-sen Memorial Hospital) mempublikasikan sebuah surat terbuka di Lancet pada hari Senin. Keduanya mendeskripsikan kelelahan fisik dan mental serta kekurangan peralatan yang mereka alami. Di dalam surat tersebut, mereka memohon tenaga medis dari seluruh negara untuk datang ke China dan membantu mengatasi bencana ini. Sampai saat ini, coronavirus telah menyebabkan 2.715 orang meninggal dan menginfeksi setidaknya 80.000 orang. Sementara itu, pemerintah China mengatakan bahwa lebih dari 3.200 pekerja kesehatan telah terinfeksi Covid-19 dan 22 orang telah mati karena virus tersebut. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Kerusuhan di India menyebabkan 20 orang meninggal.

Dan ratusan orang terluka akibat luka tembak dan serangan api di kerusuhan yang terjadi di New Delhi, pada hari yang sama dengan kunjungan Donald Trump. Kerusuhan yang melibatkan ribuan orang ini terjadi dalam rangka memprotes Undang-undang Kewarganegaraan yang baru yang diperkenalkan oleh partai pemerintah, Partai Bharatiya Janata. Citizenship Amendment Act ini memudahkan individu non-Muslim dari negara tetangga untuk mendapatkan kewarganegaraan India. UU ini menuai kritik karena dinilai sebagai bentuk ketidakadilan bagi pemeluk agama Islam dan merusak reputasi India sebagai negara sekuler. Menanggapi kerusuhan ini, Perdana Menteri India Narendra Modi meminta massa tenang melalui sebuah cuitan di Twitter. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Maria Sharapova mengumumkan akan pensiun dari tenis.

Sejak kembali ke lapangan pada 2017, juara lima kali grand slam champion tersebut sering kali mengalami cedera. Rangking mantan petenis nomor satu dunia tersebut terus menurun akibat masalah bahu kronis, hingga berada dalam urutan 373 dunia. Oleh karena kondisi fisiknya ini, Sharapova memutuskan untuk pensiun dari tenis pada usia 32 tahun di sebuah tulisan di Vanity Fair. Sharapova menjadi sorotan dunia pada usia 17 tahun ketika keluar sebagai pemenang Wimbledon pada 2004. Setelah prestasi tersebut, berbagai gelar diraihnya. Reputasinya tercoreng ketika pada 2016 Sharapova gagal lulus tes doping untuk obat jantung Meldonium, yang menjadi obat yang dilarang pada awal tahun itu. Baca berita lengkapnya di Telegraph.

Usai membaca Morning Briefing 27 Februari 2020, jangan lupa mengetahui teknologi peremajaan kulit ini. Apakah kamu berniat melakukannya?

podcast button