5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 27 April 2020

Morning Briefing 27 April 2020
Foto: www.canva.com

Hola! Sebuah #beritareceh: para selebriti dan influencer sibuk melakukan #pillowchallenge atau #quarantinepillowchallenge. Perintah tantangannya? Berfoto hanya memakai bantal dan mengunggahnya di Instagram. Ah, masa #dirumahaja ini sepertinya membuat tipe #challenge semakin aneh—and it’s ok. Anyway, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 27 April 2020.

Pemerintah berpeluang menerapkan karantina wilayah.

Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Brian Sriprahastuti dalam diskusi virtual program Crosscheck bertajuk ‘Resah Daerah Tangkal Wabah’, kemarin. Namun, hingga saat ini keputusan karantina belum diterapkan dan pemerintah lebih memilih pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pasalnya, penetapan karantina wilayah akan memberikan beban yang cukup berat bagi masyarakat dan pemerintah. Salah kewajiban besar yang harus dipenuhi pemerintah adalah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama karantina dilakukan. Sementara masyarakat juga tidak boleh beraktivitas di luar rumah selama karantina diterapkan. Menurut data, Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia pada Minggu (26/4) mencapai 8.882 orang, 743 orang meninggal, dan 1.107 orang sembuh. Baca berita lengkapnya di Medcom.

BCA pangkas bunga kartu kredit menjadi 2 persen.

PT Bank Central Asia Tbk menurunkan suku bunga kredit menjadi 2 persen, dalam rangka meringankan nasabah di tengah pandemik Corona. Penurunan bunga kartu kredit ini sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI). Selain suku bunga kredit, diadakan juga penyesuaian denda dan ketentuan pembayaran minimum. Batas minimum pembayaran dari sebelumnya 10 persen dari total tagihan, menjadi 5 persen dari total tagihan. Aturan ini berlaku sejak 1 Mei hingga 31 Desember 2020. Sementara untuk keterlambatan pembayaran juga mengalami perubahan, dari 3 persen total tagihan hanya menjadi 1 persen dari total tagihan. Aturan ini berlaku mulai 1 Mei hingga 31 Desember 2020. Tidak hanya BCA, sejumlah bank juga memutuskan untuk menurunkan bunga kartu kredit, yakni BRI dan Bank CIMB Niaga. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Kereta api yang sepertinya milik Pemimpin Negara Korea Utara Kim Jong Un terlihat di sebuah resor.

Menurut sebuah potret satelit dari proyek monitoring , 38 North, milik Washington yang berbasis di Korea Utara, kereta tersebut diparkir di “stasiun pemimpin” di Wonsan pada 21 dan 23 April. Stasiun ini memang dikhusukan untuk penggunaan keluarganya. Kabar ini mencuat setelah banyak laporan yang mempertanyakan kesehatan dan keberadaannya. Meski begitu, belum ada kepastian apakah Jong Un berada di Wonsan atau dalam keadaan sehat. Dalam beberapa hari ini beredar spekulasi tentang kesehatan Kim Jong Un setelah absen dari peringatan ulang tahun kakeknya, pendiri Korea Utara Kim Il Sung, pada 15 April. Media negara tersebut melaporkan keberadaan terakhir Kim pada 11 April. Menurut laporan, China sudah mengirimkan satu tim ke Korea Utara untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Update COVID-19 global: semua pasien COVID-19 di Wuhan dipulangkan dan sejumlah negara di Eropa melonggarkan karantina.

Pemerintah Wuhan, tempat di mana wabah ini bermula, mengatakan bahwa tidak ada kasus yang tersisa di rumah sakitnya. Per 26 April, pasien baru COVID-19 di sana berada di angka nol. Sementara itu Prancis dan Italia berencana untuk membuka perekonomian negara dalam waktu dekat. Di Spanyol, anak-anak diperbolehkan ke luar rumah setelah menjalani karantina selama enam minggu. Dan di Korea Selatan, sejumlah gereja besar dibuka kemarin, meski dengan penataan kursi khusus dan umat yang datang harus memakai masker. Sementara Tokyo, Singapura dan Malaysia melaporkan kasus baru, masing-masing 72 kasus, 931 kasus, 38 kasus. Dan New York mulai mengadakan uji coba antibodi kepada para pekerja kesehatan. Sementara pihak otoritas kesehatan Kanada memperingatkan bahwa penggunaan obat hydroxychloroquine dan chloroquine untuk mencegah atau mengobati COVID-19, memiliki efek samping yang serius. Dan menurut mesin penghitungan Johns Hopkins University, jumlah kasus positif COVID-19 di seluruh dunia mencapai 2.920.660 kasus, dengan 203.670 meninggal dan 829.075 sembuh. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Telegram akan merilis servis group video calling .

Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan berita yang menyebutkan aplikasi ini sudah memiliki 400 juta pengguna aktif di seluruh dunia, dua kali lipat dalam dua tahun. berbeda dengan sejumlah aplikasi video telepon yang memiliki isu keamanan, Telegram menyatakan akan memberikan servis yang aman dan mudah digantikan. Rencananya servis ini akan dirilis akhir tahun ini. Meski meningkat drastis, jumlah pengguna Telegram masih kalah dibandingkan dengan WhatsApp yang memiliki 2 miliar pengguna aktif per Februari tahun ini. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 27 April 2020, pastikan mengetahui cara agar hubungan dengan pasangan tetap adem meski bersama di rumah 24/7.