5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 27 Agustus 2020

Morning Briefing 27 Agustus
Foto: www.unsplash.com
Last updated:

Heiho! Selamat hari Kamis; hanya mengingatkan bahwa sebentar lagi akhir pekan! Tetap pakai masker saat ke luar rumah, jaga jarak, dan cuci tangan yang rajin. Ohya, sebuah penelitian baru mengatakan jarak physical distancing harusnya berbeda-beda, sesuai kondisi. Baca beritanya di Morning Briefing 27 Agustus 2020.

Indonesia membutuhkan minimal 175 Juta vaksin COVID-19.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan vaksin COVID-19 untuk setidaknya 175 juta warga Indonesia. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, menurutnya indonesia harus memproduksi vaksin secara mandiri, tidak tergantung pada negara lain. Saat ini LBM Eijkman tengah mengembangkan vaksin COVID-19 buatan dalam negeri, yang diberi nama vaksin Merah Putih dan sejauh ini hasilnya menjanjikan. (Medcom)

DKI Jakarta berencana membuka kembali bioskop.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyampaikan bahwa hal pertama yang menjadi syarat adalah pembatasan umur masyarakat yang akan mengunjungi bioskop. Direkomendasikan agar penonton yang boleh masuk adalah yang berusia di atas 12 tahun dan di bawah 60 tahun. Dan pengunjung pun mesti dalam kondisi sehat (tidak mengidap jantung, diabets, paru-paru) dan tidak memiliki gejala terinfeksi COVID-19. Pengunjung bioskop pun tidak diperbolehkan makan dan minum selama menonton film, serta diwajibkan mengenakan masker selama di dalam ruangan bioskop. Jumlah pengunjung juga harus dibatasi. Belum ada kepastian kapan bioskop di Jakarta akan dibuka. (CNN Indonesia)

Update COVID-19: Thailand tunda tes vaksin pada manusia dan aturan jaga jarak dua meter sudah tidak relevan.

Thailand menunda tes vaksin pada manusia karena kapasitas produksi terbatas di fasilitas luar negeri, tapi berharap akan bisa melanjutkannya pada akhir tahun. Sebelumnya, negara ini berencana melakukan uji coba pada Oktober. Sementara itu, menurut peneliti dari Nuffield Department of Primary Care, Universitas Oxford, mengatakan aturan physical distancing “dua meter” dibuat berdasarkan “sains jadul”. Alih-alih menerapkan aturan yang sama untuk semua, para peneliti ini menyarankan aturan jarak yang berbeda, yang disesuaikan dengan situasi.

Sementara itu para peneliti dari Yale New Haven Hospital di Amerika Serikat menemukan alasan mengapa lebih banyak pria yang terinfeksi coronavirus ini. Yakni, perempuan memproduksi sel T (sel imunitas) lebih banyak dan memiliki cyctokines (protein yang mendorong sistem imun) yang lebih tinggi. Dari Seoul dilaporkan pemerintahnya mendesak dokter yang sedang mogok kerja untuk kembali bekerja. Para dokter ini memulai tiga-hari-mogok kerja dalam rangka memprotes sejumlah rencana negara, termasuk rencana meningkatkan jumlah dokter. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 23.936.026, dengan 820.438 kematian, dan 15.615.139 kesembuhan. (Telegraph)

Penembak mesjid di New Zealand tidak akan berbicara di pengadilan hari ini.

Brenton Tarrant (29), warga Australia, yang melakukan penembakan di dua mesjid di Christchurch, New Zealand, tidak akan berbicara di pengadilan, tepat sebelum hukumannya dibacakan. Tarrant, yang mengaku bersalah membunuh dan melukai lusinan orang pada 2019, memiih untuk membela dirinya sendiri. Seorang pengacara yang ditunjuk oleh pengadilan akan menyampaikan pernyataan singkat. Sebelumnya, selama tiga hari, 91 korbannya membaca pernyataan di depan Tarrant di pengadilan. Korban meminta Tarrant dihukum seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Jika ini terjadi, maka Tarrant adalah orang pertama di New Zealand (di bawah hukum yang sedang berlaku) yang menjalani hukuman dengan persyaratan tersebut. (The Guardian)

Ditemukan lebih 1500 tengkorak manusia di situs pemakaman bersejarah di Osaka.

Situs, yang dijuluki “Umeda Tomb“, ini dipercaya sebagai satu dari tujuh situs pemakaman bersejarah dari masa akhir Edo dan awal Meiji, yakni sekitar tahun 1850an hingga 1860. Osaka City Cultural Properties Association mengatakan bahwa orang yang dikubur di situs tersebut kemungkinan adalah warga lokal dari kota Osaka Castle, yang berumur sekitar 30an dan anak kecil. Sejumlah tubuh dikebumikan di lubang kubur yang sama, yang membuat para ahli memperkirakan bahwa kematian mereka disebabkan wabah penyakit. (Reuters)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 27 Agustus 2020, jangan lupa mengecek bagaimana cara mengurangi impulsive buying di sini.