5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini—26 September 2019

Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Apa rencana kamu hari ini? Sebelum memulai segala aktivitas mari membaca lima hal yang perlu kamu tahu hari ini.

Hutan di lereng Gunung Semeru terbakar. Hal tersebut mendorong Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengerahkan petugas mencegah pendaki yang nekat ke Semeru untuk mencegah korban jiwa. Tercatat luas lahan yang terbakar mencapai 20 hektare, tapi sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kebakaran terjadi di jalur pendakian mulai Kalimati, Arcopodo, Kelik, dan Ayek-ayek. Baca berita lengkapnya di sini.

Presiden Joko Widodo tetap menolak mencabut Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi. UU KPK baru disahkan oleh DPR dan pemerintah pada 17 September lalu. Pemerintah menyarankan pihak yang menolak UU KPK untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Baca penjelasannya di sini.

Transkripsi pembicaraan antara Donald Trump dan Volodymyr Zelensky akhirnya dirilis. Dalam pembicaraan melalui telepon tersebut digambarkan Presiden Trump mendesak presiden Ukraina tersebut untuk menghubungi Attorney General William P. Barr tentang membuka sebuah investigasi dugaan korupsi yang diperkirakan ada hubungannya dengan mantan wakil presiden Joseph R. Biden Jr. Informasi dari percakapan ini—yang awalnya dikemukakan oleh seorang whistle blower yang bekerja di komunitas intelejen—mendorong partai Demokrat membuka impeachment inquiry secara resmi Selasa lalu. Tuduhannya adalah Trump telah mengkhianati negaranya dengan menekan kepala negara asing untuk menyelidiki kandidat presiden lain. Baca berita lengkapnya di sini.

Stop. Turunkan gelas teh yang nyaris kamu teguk itu. Pasalnya, sebuah penelitian terbaru menemukan satu kantung plastik teh saja bisa merilis milyaran partikel mikroplastik ke dalam teh. Syok? Para peneliti dari McGill University, Kanada, pun merasakan hal yang sama. Ini artinya ada kemungkinan kita mengonsumsi lebih banyak mikroplastik dari yang selama ini kita bayangkan. Meski belum jelas apakah partikel-partikel kecil itu berbahaya bagi manusia, para peneliti melakukan tes pendahuluan pada kutu air dan menemukan partikel-partikel tersebut tidak membunuh binatang kecil tersebut—tapi perilaku mereka berubah dan memicu masalah perkembangan. Akan tetapi, peneliti lain menyarankan agar dilakukan studi lebih lanjut untuk mengonfirmasi penemuan ini. Ohya, untuk yang belum tahu: yep, kantong teh plastik merupakan sebuah penemuan yang terbilang baru yang dimaksudkan sebagai pengganti kantong teh plastik. Baca berita lengkapnya di sini—dan silakan menikmati kembali teh kamu.

Apakah kamu pemakan segalanya—termasuk serangga? Selamat, karena berarti kamu bisa bertahan hidup di Mars. Para ilmuwan yang berasal dari University of Central Florida, Orlando ini berpendapat bahwa satu juta orang bisa hidup sehat dan kenyang di Planet Merah sepanjang mereka bisa bertani dan tidak muntah saat memakan serangga. Oh, kamu ingin tinggal di Mars tapi cenderung neofobia (takut hal baru)? Tenang, solusinya: binatang tersebut bisa dihancurkan dan dijadikan “tepung serangga hasil olahan” untuk menutupi kaki-kakinya yang imut. Menurut hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal New Space ini, kebutuhan kalori manusia saat di Mars bisa terpenuhi dari makanan-makanan yang diproduksi lokal (dari Mars) dan diimpor (dari Bumi). Oh, oh, bagaimana dengan para vegan? Hasil studi ini mengutip sebuah hasil penelitian yakni, “84% orang yang menjadi vegetarian atau vegan pada akhirnya makan daging lagi.” Hah! Baca berita lengkapnya di sini.

podcast button