5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 26 Oktober 2020

Morning Briefing 26 Oktober
Foto: www.unsplash.com

Yellow! Apa kabarmu hari ini? Semoga punya kekuatan untuk menjalani hari ini. Tetap pakai masker, jaga jarak saat di tempat umum, dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 26 Oktober 2020.

PSBB Transisi di Jakarta diperpanjang.

PSBB Transisi Jakarta diperpanjang selama 14 hari, terhitung dari 26 Oktober hingga 8 November 2020. Kebijakan ini diambil sebagai antisipasi lonjakan kasus COVID-19. Dengan perpanjangan masa PSBB Transisi di DKI Jakarta, pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap di DKI Jakarta belum bisa diberlakukan. Menurut data pemerintah, terjadi penurunan angka pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 saat PSBB masa transisi bila dibandingkan dengan PSBB Pengetatan. Yakni, dalam hal penggunaan masker. Selanjutnya, bila hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan tidak menunjukkan peningkatan signifikan, maka PSBB transisi akan dilanjutkan perpanjangan selama 14 hari berikutnya. (Liputan6)

BPOM: Izin vaksin tunggu data lengkap.

Penny Lukito, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengatakan izin penggunaan darurat kandidat vaksin COVID-19 wajib tunggu kelengkapan data mutu dan uji klinis produk. Ini artinya pelaksanaan program vaksinasi masih harus menunggu hasil uji klinis fase tiga rampung. Dan sejauh ini uji klinis fase pertama dan kedua menunjukkan hasil positif. Penerbitan izin penggunaan darurat vaksin juga harus memenuhi syarat utama berupa kelengkapan data mutu produk dan data klinis untuk memastikan keamanan dan khasiatnya. Dan berhubung sejumlah data masih harus dilengkapi, maka izin darurat belum bisa diterbitkan. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Status gawat darurat di Malaysia, dan Asia miliki kasus terbanyak.

Raja Malaysia menolak proposal Perdana Menteri Muhyaddin Yassin untuk mendeklarasikan status gawat darurat karena lonjakan kasus yang terjadi baru-baru ini. Menurut konstitusi, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, memiliki kekuasaan untuk mendeklarasikan status gawat darurat jika ada ancaman keamanan bagi negara. Sementara itu, kasus coronavirus di Asia dilaporkan telah melampaui 10 juta infeksi pada Sabtu lalu, yang berarti wilayah ini memiliki kasus tertinggi kedua di dunia. Di Asia, India memiliki kasus terbanyak, dengan jumlah 21 persen dari kasus di seluruh dunia, dan 12 persen pasien meninggal.

Sementara itu, jumlah negara Eropa yang melakukan pembatasan semakin bertambah, seperti Prancis yang memberlakukan jam malam dan Belgia membatasi pergerakan warganya. Dan sejumlah negara di Eropa juga melaporkan rekor jumlah kasus, seperti Polandia, Jerman, Spanyol, Prancis, Republik Czech, dan Belanda. Sementara itu, pihak otoritas di Nigeria kesulitan mengatasi penjarahan yang terjadi di seluruh bagian negara yang sedang mengalami kerusuhan akibat pandemi. Sementara itu dari Victoria, Australia, dilaporkan bahwa pelonggaran restriksi masih ditunda karena ada wabah baru di daerah pinggiran utara. Menurut mesin penghitung johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 42.776.017, dan 1.151.397 meninggal, dan 28.829.973 kematian. (Telegraph)

Demonstran Thailand: kirimkan petisi ke Jerman untuk menyelidiki Raja Maha Vajiralongkorn.

Para demonstran di Thailand berencana akan bergerak ke kedutaan besar Jerman hari ini untuk menyerahkan sebuah surat meminta Jerman untuk menginvestigasi apakah raja telah melanggar hukum saat tetap menggunakan kekuasaan meski sedang berada di Eropa. Para pemrotes tidak menjelaskan dengan spesifik kekuasaan mana yang digunakan oleh raja sementara dia berada di Jerman. Dan menurut Jerman investigasi ini tidak mungkin dilakukan oleh pemerintahnya. Raja Thailand menghabiskan sebagian besar waktunya tahun ini di Jerman. (Reuters)

Perjanjian pelarangan senjata nuklir berlaku.

Honduras baru saja menjadi negara ke-50 yang mengasahkan perjanjian pelarangan nuklir, dan ini membuat pakta ini akan resmi berlaku setelah 90 hari. Ini artinya mulai Januari 2020, produksi, penggunaan dan pengayaan senjata nuklir akan menjadi ilegal. Meski begitu negara-negara yang memiliki senjata nuklir seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China dan Rusia belum menandatangai pakta ini. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 26 Oktober 2020, jangan lupa mengecek apa kelebihan allulose dibandingkan dengan gula biasa.