5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 26 Mei 2020

Morning Briefing 26 Mei 2020
Foto: www.unsplash.com

Hi! Jika akhir-akhir ini kamu sering kali berubah pikiran (dengan cepat)—kamu tidak sendirian. Elon Musk baru saja mengganti nama anaknya menjadi X Æ A-Xii (sebelumnya X Æ A-12). Well, LIMONE hanya bisa memberikan doa yang terbaik untuk anaknya saat sekolah nanti. Atau jangan-jangan dia akan memilih home schooling? Jawabannya mungkin terungkap 5 tahun lagi—saat (semoga) coronavirus sudah berlalu. Anyways, nikmati hari ini, tetap cuci tangan dan pakai masker saat harus keluar rumah. Dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 26 Mei 2020.

Jam operasional mal di Jakarta akan berubah.

Mal di DKI Jakarta rencananya akan dibuka kembali pada 5 Juni 2020 atau sehari setelah PSBB berakhir. Dan saat dibuka, mal hanya beroperasi sembilan jam pada masa transisi “new normal“, yakni menjadi 11.00-20 WIB. Mesk begitu, aturan ini tetap menyesuaikan kesiapan setiap mal. Saat dibuka kembali, mal juga akan memberlakukan protokol kesehatan nasional, sekalipun masa PSBB berakhir. Tercatat, diperkirakan ada 60 mal yang siap membuka operasional pada 5 Juni dan 8 Juni, di antaranya Kota Kasablanka, Gandaria City, Plaza Indonesia, dan FX Sudirman. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

KPU mendalami penyebaran DPT Pemilu 2014.

Untuk mengetahui secara pasti bagaimana data DPT (daftar pemilih tetap) tersebut diperoleh, KPU berkoordinasi dengan Cyber Crime Mabes Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Kemenkoinfo. KPU menekankan akan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku. Namun, diyakini data tersebut tidak didapatkan langsung dari KPU. Sebagai informasi, sebelumnya akun @underthebreach mengungkap bahwa data 2,3 juta penduduk Indonesia bocor di dunia maya. Menurut akun spesialis pengawasan dan perlindungan data tersebut, seseorang telah membagikan data mentah berisi nama, alamat, nomor induk kependudukan (NIK), dan nomor kartu keluarga (KK) di sebuah forum. Data tersebut diperkirakan milik KPU karena kop surat data bertuliskan daftar pemilih tetap untuk Pemilu 2014. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Update COVID-19 global: status baru Tokyo dan Spanyol membuka pintu untuk turis asing.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mencopot status gawat darurat untuk Tokyo dan empat daerah lainnya kemarin (25/5). Meski begitu Shinzo mengatakan bahwa status ini bisa diberlakukan lagi jika virus kembali menyebar. Sementara di Spanyol, per 1 Juli turis asing yang tiba di Spanyol tidak perlu melakukan 14 hari karantina mandiri. Dan di Thailand dilaporkan bahwa satu produsen merencanakan untuk memproduksi vaksin coronavirus dengan harga dan akses yang terjangkau oleh negara-negara di Asia Tenggara. Pemerintah negara tersebut berencana memproduksi massal vaksin ini tahun depan setelah hasil uji coba terhadap tikus berhasil. Dan Singapore melaporkan 344 kasus baru kemarin, sehingga jumlah total kasus di sana adalah 31.960. Angka lebih rendah ini dikarenakan semakin sedikit tes yang dilakukan. Menurut Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global adalah 5.435.789, dengan 345.467 meninggal, dan 2.184.995. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Ratusan penulis meminta anti-Asia diakhiri.

Dalam sebuah pernyataan bersama, ratusan penulis terkenal, meminta kebencian terhadap orang Asia dihentikan di Amerika Serikat. Menurut mereka pandangan anti-Asia ini semakin mengkhawatirkan selama pandemik. Kejahatan kebencian, kekerasan dan penyerangan terhadap warga Asia dan Asia-Amerika semakin meningkat selama masa pandemik ini. Sejak wabah ini muncul, ada banyak aduan yang menyatakan orang Asia Amerika dituduh sebagai “pembawa virus” ke AS. Pernyataan ini juga menyebutkan bahwa pemerintahan Trump menjadi salah satu pihak yang membuat kebencian ini semakin meningkat. Salah satunya, frasa “virus China” yang pernah dilontarkan oleh Presiden Donald Trump. Sejumlah orang terkenal yang menandatangani pernyataan ini adalah Thanh Nguyen, Ayad Akhtar, Celeste Ng dan Salman Rushdie. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Twitter dan aturan “reply” terbarunya.

Jika sebelumnya setiap orang bisa membisa membalas cuitan siapapun (sepanjang profil tidak dikunci atau diblokir), tapi sekarang Twitter sedang mencoba sistem baru. Penggunanya bisa memutuskan siapa yang bisa membalas cuitan mereka: apakah hanya orang mengikutinya atau hanya yang di-tag (jika tidak ada tag, maka tidak ada satu pun yang bisa membalas cuitan tersebut). Jika seseorang ingin membalas cuitan orang lain (tapi tidak diberikan ijin), pengguna tersebut bisa memakai quote tweet. Meski quote tweet ini hanya akan muncul di feed pribadi. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: Setelah menikmati Morning Briefing 26 Mei 2020, pastikan kamu mengetahui cara mengatasi rasa emas saat keluar rumah kala social distancing akan berakhir.

podcast button