5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 26 Agustus 2020

Morning Briefing 26 Agustus 2020
Foto: www.unsplash.com

Hola! Tahun 2020 ini memang super aneh, belum lagi dengan adanya kabar bahwa akan ada sebuah asteroid yang mungkin memasuki atmosfer Bumi pada November nanti. Hah. Berita baiknya, ukurannya ternyata tidak terlalu, well… signifikan. Kabar baik ini menjadi satu dari lima berita terbaru yang bisa kamu nikmati di Morning Briefing 26 Agustus 2020. Semoga harimu menyenangkan, dan jangan lupa pakai masker saat keluar rumah.

Rasio jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia meningkat.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan rasio jumlah kasus terkonfirmasi positif atau positivity rate di Indonesia meningkat 14 persen. Positivity rate ini naik dari data 29 Juli 2020 lalu yang berada di angka 13,3 persen. Secara nasional, positivity rate kurang lebih 14 persen. Meski positivity rate nasional 14 persen, pemerintah sedang berusaha mencapai standar aman WHO. Caranya dengan menambah jumlah laboratorium yang memiliki polymerase chain reaction (PCR) dan memperkuat kapasitas laboratorium di Indonesia. Menurut standar World Health Organization (WHO), positivity rate sebesar 5 persen. (Liputan6)

Menteri Keuangan: Pengelolaan utang negara dilakukan secara kehatian-hatian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pengelolaan utang negara dilakukan dengan kehati-hatian, akuntabel dan transparan. Kehati-hatian tersebut tercemin dari kebijakan pembiayaan untuk mengendalikan rasio utang dalam batas aman. Bahkan, menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang ketat membatasi utang serta defisit APBN lewat peraturan perundang-undangan. Sebagai catatan, sesuai Undang-undang Keuangan Negara, rasio utang terhadap PDB dipatok maksimal 60 persen. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Sekolah di Korea Selatan ditutup dan pasien pertama terdokumentasi terinfeksi kembali.

Pemerintah Korea Selatan menutup sekolah di area Seoul dan sekitarnya dan mewajibkan sistem pembelajaran jarak jauh seiring dengan usaha mengendalikan klaster-klaster baru dari virus corona. Pusat Pencegahan dan Penanggulangan Korea melaporkan kemarin terdapat 280 baru, dengan total 18.000 kasus dan 310 kematian. Sementara itu, seorang pria Hong Kong yang sudah sembuh dari virus ini pada April, terinfeksi lagi setelah perjalanannya ke Eropa pada Agustus. Pria ini merupakan pasien pertama di dunia yang tercatat yang terinfeksi kembali.

Sementara itu, Jalur Gaza memberlakukan full lockdown setelah empat orang di kamp pengungsian positif terinfeksi virus ini. Hamas, grup militan yang mengendalikan wilayah tersebut, mewajibkan semua orang yang masuk dan keluar Gaza untuk melakukan karantina mandiri selama 21 hari. Dan dari dunia olahraga dikabarkan bahwa Usain Bolt positif terinfeksi virus corona setelah mengadakan pesta ulang tahun ke-34. Pemegang delapan medali emas Olimpiade tersebut mengatakan dia tidak mendeteksi gejala apapun sebelum terkonfirmasi positif. Menurut mesin penghitung John Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 23.694.646, dengan 814.354 kematian, dan 15.381.104 kesembuhan. (Washington Post)

Sebuah grup Facebook yang mengkritisi raja Thailand memiliki ratusan ribu anggota.

Grup “Royalist Marketplace”, yang memiliki lebih dari 1 juta anggota, diblokir di Thailand kemarin (25/8) setelah kementerian digital mengancam akan menuntutnya melalui jalur hukum. Tak lama sebelum pelarangan, Pavin Chachavalpongpun, akademisi yang mengasingkan diri di Jepang dan kritikus kerajaan, pendiri grup tersebut, membuat grup baru di Facebook. Grup baru ini memliki nama yang sama dan langsung mendapatkan lebih dari setengah juta anggota dalam waktu satu hari. Ketegangan ini terjadi di tengah demontrasi yang dipimpin dan dilakukan anak muda setiap hari dalam rangka menuntut reformasi kerajaan. Akan tetapi di Thailand, hukum melarang mencela raja dan bisa dikenai penalti penjara hingga 15 tahun. (Reuters)

Asteroid yang akan melintas Bumi pada November ukurannya kecil.

Asteroid yang dikabarkan akan memasuki atmosfer pada 2 November tidak akan menghancurkan Bumi. Asteroid yang diberi nama 2018VP1 ini memiliki kemungkinan 0,41 persen melintasi Bumi, kemungkinan besar tidak berbahaya. Bahkan jika menghantam Bumi, asteroid ini tidak akan meluluhlantakkan karena ukurannya hanya sekitar 2 meter. Jika memasuki atmosfer Bumi, asteroid ini akan hancur sebelum mencapai tanah. (The Verge)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 26 Agustus 2020, jangan lupa mengetahui mengapa jomblo bukanlah sebuah kutukan.

podcast button