5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini—25 September 2019

Foto: www.canva.com

Selamat hari Rabu—semoga harimu tidak abu-abu dan membabu. Untuk memulai hari, mari membaca lima informasi berikut ini.

DPR akhirnya menunda pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Sebelumnya demo mahasiswa di depan DPR berakhir ricuh. Baca beritanya di sini. Dan ingin tahu sebenarnya pasal-pasal apa yang menimbulkan kontroversi? Luangkan waktu untuk membaca penjelasannya di sini.

Program Kartu Pra Kerja akan dimulai pada awal tahun depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, bahwa pelaksanaan program ini akan diberikan kepada dua juta orang. Pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan menyebut ada tiga kelompok yang bisa mengakses program Kartu Pra Kerja. Pertama, para pencari kerja dalam hal ini masyarakat yang baru lulus sekolah baik SMA maupun perguruan tinggi. Kedua, mereka yang membutuhkan peningkatan keterampilan (upskilling). Ketiga, para korban PHK. Baca berita dan persyaratan lengkapnya di sini.

Presiden Donald Trump dikabarkan membekukan lebih dari $391 juta bantuan ke Ukraina sebelum dia berbicara dengan presiden negara tersebut, Volodymyr Zelensky, melalui telepon. Sebelumnya dikabarkan bahwa Trump melakukan hal tersebut agar Ukraina membantunya mencari kebobrokan Joe Biden, nomine presiden dari Partai Demokrat. Para pengamat mengatakan Trump sudah menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengumpulkan informasi dari pihak asing tentang saingan politiknya. Akibat kejadian ini, pembicaraan tentang impeachment dari pihak Demokrat semakin memanas. Akan tetapi, sebelum berpidato di perhelatan PBB kemarin, Trump menyatakan hal tersebut dilakukan karena dia frustrasi dengan negara-negara Eropa lainnya yang tidak memberikan bantuan yang sama kepada Ukraina. Baca berita lengkapnya di sini.

Sehari setelah mengumumkan perubahan signifikan terhadap sistem verifikasinya, YouTube menyatakan tidak akan mende-verifikasi pencipta-pencipta konten yang sudah ada. Sebelumnya, YouTube berencana untuk mencabut lambang verifikasi dari akun penggunanya. Karena tidak jelas siapa yang akan terkena dampak atas peraturan baru, beberapa pencipta konten pun panik. Selain itu, perusahaan tersebut juga berencana untuk menggantikan garis biru tersebut dengan banner abu-abu berbentuk jajaran genjang. Apa artinya? *Emoji perempuan mengangkat bahu*. YouTube menyampaikan bahwa tindakan tersebut diambil karena para penggunanya sudah salah mengartikan simbol tersebut. Akan tetapi, Jumat kemarin YouTube mengatakan bahwa rencana tersebut akan ditunda sampai tahun depan. Baca keterangan lengkapnya di sini.

Hampir sepertiga desainer yang tampil di New York Fashion Week baru-baru ini beretnis Cina. Jika dahulu kala negara tersebut hanya dikenal dengan “sweatshop“, beberapa tahun belakangan Cina berubah menjadi pencipta tren mode dunia, dan diidentikkan dengan kecantikan dan kreativitas. Beberapa desainer asal Tiongkok yang dinilai berjaya di ajang tersebut antara lain Wang Tao dan Yi Yalan karena berhasil menunjukkan kualitas dan keoriginalitasan mode dari negeri Ginseng tersebut. Baca ulasan lengkapnya di sini.