5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari - 25 Oktober 2021

Morning Briefing 25 Oktober 2021
Foto: www.canva.com

Hai! Sudah siap menaklukkan Senin? Tetap terapkan protokol kesehatan hari ini, ya! Berikut lima berita terbaru dalam Morning Briefing 25 Oktober 2021.

Daftar provinsi penyumbang kasus terbanyak per 24 Oktober 2021.

Per data sebaran COVID-19 per 24 Oktober 2021 pukul 12.00 WIB, ada lima provinsi dengan penyumbang kasus terbanyak. Yakni, DKI Jakarta (131 kasus baru), Jawa Barat (77), Jawa Tengah (57), Jawa Timur (54), dan Kalimantan Barat (50). Sehingga total penambahan kasus baru kemarin adalah 623. (Liputan6)

Pemberian vaksin booster paling cepat Maret 2022.

Kementerian Kesehatan menyatakan pemberian booster atau vaksin COVID-19 dosis ketiga akan mulai diberikan kepada masyarakat non-tenaga kesehatan paling cepat Maret 2022. Hal tersebut sudah berdasarkan berbagai pertimbangan. Saat ini, pemerintah masih fokus menyelesaikan target sasaran agar bisa mencapai herd immunity. (CNN Indonesia)

Utusan AS desak Korea Utara akhiri 'provokasi'.

Berbicara di depan wartawan setelah bertemu utusan Korea Selatan, Perwakilan Khusus Sung Kim mengatakan AS berkomitmen mengeksplor "diplomasi yang substantif dan berkelanjutan" dengan Korea Utara. Dia menerangkan bahwa tujuan utamanya adalah tetap "denuklirisasi di semenanjung Korea".

Itulah sebabnya tes balistik misil yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini mengkhawatirkan dan "kontraproduktif" dengan usaha perdamaian di wilayah tersebut. (Reuters)

Presiden Turki perintahkan pemulangan 10 duta besar negara barat.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan untuk mengeluarkan duta besar dari 10 negara barat yang mendesak untuk membebaskan pemimpin rakyat sipil, Osman Kavala. Jika ini benar terjadi, maka hubungan Turki akan memburuk dengan sekutu-sekutunya.

Sebagai informasi, filantropis Kavala telah dipenjara sejak 2017 dengan dakwaan membiayai demonstrasi nasional pada 2013 dan keterlibatannya pada kudeta 2016 yang gagal. Kavala mengaku tidak bersalah atas dakwaan tersebut. (Aljazeera)

Penemuan mumi terbaru bisa tulis sejarah baru.

Penemuan mumi dari seorang bangsawan bernama Khuwy, pada 2019, membuktikan bahwa mumifikasi lebih tua dari asumsi awal. Ternyata, mumi tersebut berasal dari Old Kingdom, yang membuktikan teknik mumifikasi telah maju sejak 4.000 tahun yang lalu, bukan 1.000 tahun yang lalu.

Jika hal tersebut benar, maka seluruh buku tentang mumifikasi dan sejarah Old Kingdom harus direvisi. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 25 Oktober 2021, jangan lupa mengecek cara perawatan kulit kering yang tempat menurut dermatolog.