5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 25 Maret 2020

Foto: www.unsplash.com

Selamat pagi! Mari melakukan bagian kita (lagi) hari ini untuk mencegah penyebaran COVID-19, dengan mencuci tangan secara teratur, melakukan social distancing, dan menjaga kesehatan diri dan orang-orang tercinta di sekitar. Selamat menikmati hari libur ini dengan #tetaprumah dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 25 Maret 2020.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan bantuan sosial kepada masyarakat.

Kebijakan yang dikeluarkan dalam rangka menghadapi pandemi COVID-19 itu di antaranya adalah pertama, memperbanyak program padat karya tunai. Kedua, pemerintah juga akan memberikan relaksasi kredit terhadap pelaku UMKM, sopir, hingga nelayan yang memiliki cicilan kendaraan. Ketiga, akan memberikan subsidi bunga dan subsidi uang muka untuk warga yang membeli rumah bersubsidi. Keempat, kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang sedang melakukan kredit kepemilikan rumah bersubsidi, pemerintah juga memberikan dua stimulus yaitu pemerintah memberikan subsidi bunga selama 10 tahun Jika bunga di atas 5%. Pemerintah juga akan memberikan subsidi bantuan uang muka bagi yang akan mengambil kredit rumah bersubsidi. Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk kebijakan baru ini sebesar Rp1,5 triliun. Baca berita lengkapnya di Detik.

Ujian Nasional ditiadakan dan terdapat dua opsi kelulusan siswa.

Pemerintah dan DPR memutuskan meniadakan Ujian Nasional (UN) untuk SD, SMP, dan SMA karena krisis pandemik COVID-19. Sebagai gantinya, ada dua opsi untuk menentukan kelulusan siswa. Opsi pertama adalah kelulusan berdasarkan nilai kumulatif rapor selama siswa di sekolah. Pilihan kedua adalah pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) daring. Namun, opsi ini hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN. Jika USBN daring tak dapat dilakukan, maka opsi terakhir adalah metode kelulusan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah. Nilai ini tidak hanya nilai akademik, tetapi juga ekstra kurikuler. Baca berita lengkapnya di Tempo.

Olimpiade dan Paralympic Games 2020 resmi ditunda.

Kedua perhelatan olahraga ini akan ditunda dan direncanakan akan diadakan sebelum musim panas 2021. Dan acara ini akan tetap disebut Tokyo 2020, meski diadakan pada 2021 dan api Olimpiade akan tetap berada di Jepang. Acara ini ditunda karena COVID-19 yang semakin menyebar sehingga akan membahayakan kesehatan publik jika tetap diadakan sesuai jadwal (seharusnya dimulai pada 24 Juli). Ini adalah perhelatan olahraga internasional yang ditunda/dibatalkan setelah Euro 2020, golf Masters dan French Open (tenis). Sepanjang sejarah Olimpiade modern, belum pernah ada penundaan. Olimpiade memang pernah dibatalkan yakni pada 1916, 1940 dan 1944 karena Perang Dunia. Baca berita lengkapnya di BBC.

Update COVID-19 global: Amerika Serikat berpotensi menjadi “pusat coronavirus berikutnya”.

Hal tersebut disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, yang mengatakan jumlah kasus COVID-19 naik drastis meski Donald Trump memiliki wacana untuk membuka kembali negara tersebut untuk bisnis. Sejauh ini terdapat 46.450 orang di AS yang telah terinfeksi virus tersebut dan 593 meninggal. Di Spanyol, jumlah terinfeksi naik menjadi 39.673 pada Selasa dan angka kematian menyentuh 2.696. Sebanyak 14% orang yang terinfeksi adalah tenaga kesehatan. Sementara di Italia, angka orang terinfeksi menurun dalam dua hari berkat national lockdown. Dan Inggris menjadi negara terbaru yang memberlakukan lockdown sejak Senin (23/3). Sementara Afrika Selatan dilaporkan terdapat lebih dari 150 kasus baru, menjadi total 554 yang merupakan jumlah tertinggi di Afrika, sehari setelah memberlakukan tiga minggu lockdown. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Instagram akan mengeluarkan konten yang berhubungan dengan coronavirus dari “daftar rekomendasi”.

Hal ini diumumkan oleh Instagram kemarin (24/3) yang mengatakan bahwa hanya konten coronavirus yang diunggah oleh organisasi kesehatan resmi yang akan masuk ke dalam feed rekomendasi. Selain itu, Instagram juga akan mulai menurunkan konten di dalam feed dan Stories yang telah dinilai salah oleh pengecek fakta. Sebelumnya, minggu lalu Twitter melarang penggunanya mengunggah informasi menyesatkan tentang COVID-19. Sementara bulan lalu Facebook mengatakan akan menyediakan jatah iklan gratis untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Baca berita lengkapnya di Reuters.

Setelah membaca Morning Briefing 25 Maret 2020, baca panduan memberikan penghargaan kepada anak dari seorang psikolog.