5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 25 Agustus 2020

Morning Briefing 25 Agustus 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Jangan lupa pakai masker, cuci tangan dengan benar dan jaga jarak saat berada di ruang publik. Selebihnya, selamat menikmati hari ini, dan berikut lima berita menarik terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 25 Agustus 2020.

Investigasi penyebab kebakaran Gedung Kejaksaan Agung.

Polisi mulai melakukan investigasi atas penyebab kebakaran yang melanda gedung utama Kejaksaan Agaung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut pihak kepolisian terdapat 15 saksi yang akan dimintai keterangan, termasuk petugas keamanan, pekerja konstruksi dan staf Kejaksaan Agung. Polisi juga menyatakan tim gabungan dari laboratorium forensik Polri dan Sistem Identifikasi Sidik Jari Indonesia juga telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Seperti diberitakan sebelumnya, api bermula di lantai 6 dan menjalar ke seluruh bangunan pada Sabtu lalu, termasuk kantor Pinangki Sirna Malasari, jaksa yang diduga menerima sogokan Djoko Soegiarto Tjandra. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa kebakaran ini ada kaitannya dengan kasus tersebut. Akan tetapi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta publik tidak berspekulasi tentang penyebab kebakaran. (The Jakarta Globe)

Bantuan Rp600 ribu batal cair hari ini.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 Juta tak bisa dicairkan hari ini. Meski telah memegang 2,5 juta rekening calon penerima bantuan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), Kementerian Tenaga Kerja masih perlu melakukan validasi sebelum pencairan BLT dilakukan. Berdasarkan petunjuk teknis yang dibuat pemerintah, validasi data paling lambat dapat dilakukan dalam empat hari. Terdapat 15,8 orang yang akan menerima BLT ini, termasuk pegawai swasta dan pegawai pemerintah non PNS. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Wajib pakai masker di Seoul dan FDA Amerika otorisasi penggunaan plasma darah.

Menggunakan masker selama berada di luar ruangan menjadi wajib di Seoul, ibu kota Korea Selatan. Peraturan ini dikeluarkan setelah terdapat 397 kasus baru di sana kemarin (tertinggi sejak Maret). Sementara itu Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengotorisasi penggunaan plasma darah dari pasien yang sudah sembuh dari COVID-19. FDA mengatakan bahwa bukti awal menunjukkan plasma bisa menurunkan angka mortalitas dan meningkatkan kesehatan jika diberikan dalam tiga hari pertama pasien masuk rumah sakit.

Dari Italia dilaporkan, sebuah rumah sakit menyuntikkan vaksin anti-COVID-19 kepada sukarelawan pertama sebagai bagian dari uji coba pada manusia yang akan berlangsung selama enam bulan. Uji coba vaksin yang dibuat oleh ReiThera dan Spallanzani ini akan melibatkan 90 sukarelawan yang dikelompokkan berdasarkan usia. Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (PBB) menyampaikan bahwa sebanyak 172 negara berpartisipasi dalam rencana COVAX yang didesain untuk memastikan semua negara memiliki akses yang sama atas vaksin COVID-19. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins Hospital, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 23.464.660, dengan 809.747 kematian, dan 15.169.748 kesembuhan (Aljazeera)

Jepang kehabisan nomor kartu kredit.

Akibat semakin banyak orang belanja online dan bertransaksi non tunai selama pendemik, perusahaan-perusahaan kartu kredit kehabisan angka 16-digit. Solusinya adalah menambahkan satu digit pada nomor kartu kredit. Akan tetapi hal ini membutuhkan proses uji coba yang tidak sebentar guna mencegah pemalsuan, dan dana yang tidak sedikit yang ditanggung oleh pembuat kartu kredit (bukan pengguna). Dan meski perusahan kartu kredit setuju untuk menambahkan digit, mereka harus memutuskan apakah akan meng-update 300 juta kartu 16-digit yang beredar atau membiarkannya berdampingan dengan kartu baru. Sebagai informasi, peningkatan pemakaian kartu kredit ini juga berkaitan dengan kampanye pembayaran non tunai yang digalakkan pemerintah sejak Oktober lalu. Perdana Menteri Shinzo Abe ingin melipatgandakan pembayaran non tunai hingga 40% per 2025, dan dengan target akhir 80%. (The Guardian)

Ayah Britney Spears akan tetap memegang kontrol kehidupan pribadi dan hartanya.

Meski penyanyi ini sudah meminta agar ayahnya, tidak lagi bertindak sebagai wali (conservator), Jamie Spears akan tetap memegang kendali atas kehidupan pribadi, karier dan harta miliknya. Seorang hakim di Los Angeles memperpanjang perwalian (conservatorship) hingga Februari 2021. Keputusan ini ditentang oleh Britney. FYI, Jamie sudah menjadi wali Britney selama 12 tahun. Perwalian ini pertama kali berlaku pada 2008 ketika Britney mengalami public breakdown pada 2007. Conservatorship adalah ketika seorang wali atau pelindung ditunjuk oleh pengadilan untuk memanajemen kehidupan seseorang karena keterbatasan mental dan fisik. Perwalian ini juga menjadi subjek protes daring penggemarnya tahun ini dan meluncurkan kampanye #FreeBritney. (The Independent)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 25 Agustus 2020, ketahui satu menu diet sehat ini yang cocok untuk semua orang.

podcast button