5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 24 Juni 2020

Morning Briefing 24 Juni 2020
Foto: www.unsplash.com

Selamat pagi! Juni sebentar lagi berakhir, tapi mari tetap memakai masker, cuci tangan dengan rajin, jaga jarak dan jaga kesehatan mentalmu. Selama menikmati hari ini, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 24 Juni 2020.

Tujuh maskapai nasional bersalah karena kenaikan harga tiket pesawat.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) memutuskan tujuh maskapai nasional bersalah terkait kenaikan harga tiket pesawat. Ketujuh maskapai tersebut, yakni PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, PT Sriwijaya Air, PT NAM Air, PT Batik Air, PT Lion Mentari, dan PT Wings Abadi. KPPU memutuskan bahwa seluruh terlapor secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran atas Pasal 5 dalam jasa angkutan udara. Berdasarkan persidangan, Majelis Komisi menilai bahwa telah terdapat concerted action antar para pelaku usaha dalam bentuk kesepakatan untuk meniadakan diskon atau membuat keseragaman diskon, dan kesepakatan meniadakan produk yang ditawarkan dengan harga murah di pasar. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Gojek PHK karyawan dan hentikan GoClean.

Sebanyak 430 karyawan Gojek mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dari pandemik COVID-19. Gojek juga menutup layanan GoFood Festivals, serta GoLife seperti Go Massage dan GoClean karena sulit diterapkan di masa physical distancing. Meski begitu, layanan GoLife masih dapat dinikmati pelanggan Gojek hingga 27 Juli 2020. Gojek mengungkapkan karyawan yang di-PHK akan mendapat berbagai bentuk dukungan termasuk pesangon, asuransi kesehatan hingga akhir 2020 dan perangkat elektronik yang mereka gunakan di Gojek. Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Sulistyo menyatakan bahwa perusahaan akan fokus pada bisnis inti. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Update COVID-19 global: Novak Djokovic positif terinfeksi dan pembatasan Naik Haji.

Petenis pria nomor satu dunia, Novak Djokovic, dan istrinya, serta tiga pemain lain yang terlibat dalam Adria Tour di Kroasia, positif terinfeksi coronavirus. Sementara itu, pemerintah Saudi Arabia menyatakan bahwa jumlah orang yang boleh Naik Haji tahun ini sangat terbatas dan hanya untuk orang yang sudah berada di sana. Dan Inggris menyatakan akan mengakhiri lockdown ketat dan membuka kembali pub, restoran, hotel, perpustakaan, rumah ibadah, dan salon pada 4 Juli. Semua fasilitas umum ini harus menerapkan social distancing dan protokol kesehatan lain. Dari Jerman dilaporkan, untuk pertama kalinya negara tersebut menerapkan lockdown di kota Gütersloh, setelah jumlah kasus coronavirus di pabrik pengolahan daging di sana mencapai 1.500. Semua pegawai pabrik tersebut (7.000 orang, terbesar di Eropa) dikarantina, dan 1.553 orang positif terinfeksi virus ini. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins Hospital, jumlah total kasus global adalah 9.129.702, 472.856 meninggal, dan 4.557.026 sembuh. Baca berita lengkapnya di Washington Post.

Ganti rugi yang harus dibayarkan oleh Johnson & Johnson berkurang.

Pada Selasa (23/6), pengadilan banding di Missouri mengurangi ganti rugi yang diharus dibayarkan oleh Johnson & Johnson menjadi $2.12 miliar. Sebelumnya, sebesar $4.69 miliar. Sebagai informasi, kasus ini diajukan oleh 22 perempuan yang menyatakan bahwa kanker ovarium mereka disebabkan oleh asbestos yang terkandung di bedak bayi dan produk talek merek tersebut. Dan ini adalah pengadilan banding yang diajukan Johnson & Johnson setelah keputusan pada Juli 2018 lalu. Perusahaan ini menghadapi ribuan tuntutan hukum karena faktor keamanan talek di produk Baby Powder-nya. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Durian membuat gaduh.

Sejumlah petugas kantor pos dan lainnya dievakuasi di kantor pos Schweinfurt karena paket mencurigakan dan berbau. Tepatnya, 12 staf dilarikan ke rumah sakit dan polisi mengevakuasi 60 orang dari gedung tersebut karena bau sebuah paket. Ternyata bau tersebut bukan dikeluarkan oleh gas berbahaya atau beracun, melainkan durian. Sebanyak empat buah durian Thailand ditujukan kepada warga lokal yang dikirimkan oleh seorang temannya di Nuremberg, Jerman. Cerita yang mirip terjadi tahun lalu di perpustakaan University of Canberra di mana seluruh pengunjungnya harus dievakuasi karena “bau gas yang tajam”. FYI, warga lokal di Schweinfurt tersebut dikabarkan sudah menerima paketnya. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 24 Juni 2020, pastikan kamu mengetahui bagaimana menjaga kondisi keamanan keuangan di saat pandemik.