5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 23 Oktober 2020

Morning Briefing 23 Oktober 2020
Foto: www.unsplash.com

TGIF! Selamat menikmati harimu, tetap pakai masker, jaga jarak saat berada di tempat publik, dan cuci tanganmu dengan benar! Berikut berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 23 Oktober 2020.

Tiket pesawat lebih murah.

Pemerintah meluncurkan stimulus penerbangan sebesar Rp215 miliar, dan Rp175 miliar di antaranya ditujukan untuk pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang udara (PJP2U). ini artinya akan ada tiket yang dijual lebih murah dari harga biasanya. Stimulus ini mulai berlaku dari 23 Oktober hingga 31 Desember. Namun, tiket murah ini hanya berlaku di 13 bandara saja. Termasuk, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Bandara Internasional Kualanamu Medan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Lalu ada Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Internasional Lombok Praya. Dan, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Bandara Internasional labuan Bajo. Plus, Bandara Internasional Silangit, Bandara Internasional Banyuwangi, dan Bandara Adisucipto Yogyakarta. (Detik)

Vaksin belum sepenuhnya bisa digratiskan.

Wiku Adisasmito, Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penangan COVID-19, mengatakan pemerintah belum bisa menggratiskan seluruh vaksin coronavirus. Sampai sejauh ini vaksin gratis baru diperuntukkan kepada kelompok prioritas, yakni tenaga medis, petugas pelayanan publik, TNI-Polri, dan aparat hukum, dan kelompok lain. Jumlah kelompok pertama yang akan divaksin 3.497.737 orang. Vaksin yang disediakan dua kali lipat, yakni 6.996.474 dosis. Hingga saat ini, masih banyak dana dibutuhkan untuk riset mencari vaksin yang dapat melawan virus berbahaya penyerang sistem pernapasan ini, sehingga subsidi vaksin belum bisa diberikan. (Medcom)

Update COVID-19 global: India sediakan dana $7 miliar untuk vaksin, dan lonjakan kasus di Korea Selatan.

Pemerintah india menyediakan dana 500 miliar Rupee ($7 miliar) untuk memvaksinasi warganya. Seorang pejabat dari administrasi Perdana Menteri Nerendra Modi mengestimasi biaya vaksinasi $6-$7 per orang. Sementara itu Korea Selatan melaporkan 121 kasus baru kemarin, bertambah banyak dibandingkan hari sebelumnya (91 kasus). Angka ini merupakan infeksi terbesar dalam sebulan, dengan rumah sakit dan panti jompo menjadi klaster utama.

Di berbagai negara Eropa dilaporkan terjadi lonjakan kasus, termasuk Italia, Jerman, Belanda, Polandia, Denmark, Spanyol, Swedia. Sementara itu, Afrika Selatan melaporkan gejala kenaikan kasus yang mengkhawatirkan, terutama di provinsi Cape Barat, dan di seluruh bagian negara itu. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins Unversity, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 41.396.754, dan 1.133.699 kematian, dan 28.190.501 sembuh. (Bloomberg)

Edward Snowden berikan status residen tetap.

Rusia memberikan status residen tetap kepada whistleblower Edward Snowden, satu langkah lagi menjadi warga negara Rusia jika dia menginginkannya. Pengacaranya, Anatoly Kucherena, mengatakan bahwa saat ini Snowden sedang tidak mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan paspor. Sebagai informasi, Snowden (37) melarikan diri dari Amerika Serikat dan diberikan status pencari suaka di Rusia setelah membocorkan informasi rahasia pada 2013. (Reuters)

Facebook Dating diluncurkan.

Setelah ditunda, akhirnya Facebook Dating diluncurkan di Eropa dengan fitur yang sama dengan di Amerika Serikat. Dengan menggunakan profil pengguna yang sudah ada, Facebook akan mencari kandidat potensial berdasarkan preferensi, aktivitas, grup, dan acara. Profil pengguna bisa diambil dari stories dan foto dari Instagram, dan bisa memulai video call dengan Messenger. Facebook menjamin privasi, tapi tetap saja banyak meragukan hal ini. Hingga saat ini, Facebook sudah tersedia di lebih 50 negara, termasuk Austria, Belgia, Bulgaria, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, dan Inggris. Belum ada kabar kapan layanan ini akan masuk Indonesia. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 23 Oktober 2020, jangan lupa membaca bagaimana agar percaya diri, tapi tidak narsis.