5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 23 Maret 2020

Morning Briefing 23 Maret 2020
Foto: www.canva.com

Hi, selamat pagi! Cuci tanganmu dan sebisa mungkin tetap bertahan di rumah. Untuk mencegah rasa kesepian, tetap jaga komunikasi secara virtual dan lakukan hal yang membuatmu rileks. Nikmati hari dan berikut lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 23 Maret 2020.

Sebanyak 150 ribu 50 alat tes COVID-19 sudah tiba di Indonesia dan akan disebar ke seluruh daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19, Achmad Yurianto yang juga menyebutkan pengiriman ke daerah berdasarkan pengelompokan risiko dan faktor risiko. Pelaksanaan rapid test ini akan ditemukan bagi mereka yang disebut kelompok berisiko, atau orang yang diketahui berhubungan dengan kasus positif COVID-19. Bila hasilnya negatif maka mereka tetap akan diminta untuk melakukan social distancing. Dia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan mendatangkan sebanyak satu juta kit lagi. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan enam dokter meninggal akibat COVID-19.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun sosial media resmi IDI, di antaranya Instagram @ikatandokterindonesia, dan Twitter serta Facebook. Enam dokter yang meninggal tersebut adalah dr Hadio Ali, anggota IDI Cabang Jakarta Selatan, dr Djoko Judodjoko, anggota IDI Cabang Kota Bogor, dr Laurentius P, anggota IDI Cabang Jakarta Timur, dr Adi Marsaputra, anggota IDI Cabang Kota Bekasi, dr Ucok Martin, anggota IDI Cabang Medan, dan dr Toni D Silitonga, anggota IDI Cabang Bandung Barat. Sementara itu diinformasikan, total kasus positif COVID-19 di tanah air per Minggu (22/3) adalah 514 orang, dengan jumlah meninggal 48 orang dan sembuh 29 orang. Baca berita lengkapnya di Medcom.

India menggantung empat orang pelaku kasus pemerkosaan 2012.

Empat pelaku pemerkosaan geng dan pembunuhan seorang perempuan di sebuah bus Delhi pada 2012 tersebut digantung sebelum subuh pada Jumat di penjara Tihar, New Delhi. Semua pelaku tersebut dijatuhi hukuman mati pada 2013. Ratusan polisi dikerahkan untuk bersiaga di luar penjara untuk mengendalikan massa yang menunggu untuk merayakan proses eksekusi tersebut. Sebagai informasi, peristiwa yang mengguncang India dan dunia tersebut terjadi pada 16 Desember 2012. Korban pembunuhan dan pemerkosaan tersebut diberi gelar Nirbhaya–sosok yang tidak kenal takut–oleh pers India, karena menurut UU India namanya tidak boleh disebutkan. Enam orang ditangkap atas peristiwa ini. Satu orang tertuduh, Ram Singh, ditemukan meningggal di penjara pada Maret 2013 karena bunuh diri. Satu lagi, pada saat itu berusia 17 tahun, dibebaskan pada 2015 setelah menjalani hukuman penjara tiga tahun—masa maksimum kurungan untuk remaja di India. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Update COVID-19 dunia: sebanyak 300.000 orang terinfeksi virus ini, dengan 13.000 orang dan 93.000 sembuh.

Spanyol melaporkan bahwa hampir 400 orang meninggal dalam satu hari, sehingga total angka kematian mencapai 1.720 orang. Di Lombardy, area terparah COVID-19 di Italia, diberlakukan pelarangan aktivitas fisik luar dan olahraga. Sementara itu, Australia mengumumkan “nation shutdown” terhadap servis non-esensial, termasuk klub, gim, bioskop dan tempat ibadah. Di ibukota India, New Dehli, lockdown diterapkan sampai 31 Maret. Semua penerbangan domestik dan internasional ke kota tersebut ditunda, tidak ada transportasi publik selain beberapa bus dan penutupan semua pabrik, kantor, dan tempat keagamaan. Dan Iran menolak bantuan Amerika Serikat untuk menghadapi coronavirus. Baca berita lengkapnya di BBC.

Dikabarkan panitia Tokyo 2020 sedang mempersiapkan alternatif untuk menunda Olimpiade tahun ini.

Di saat banyak acara internasional ditunda di berbagai belahan dunia, Jepang masih yakin bisa menyelenggarakan Olimpiade sesuai dengan jadwal. Akan tetapi, menurut dua sumber anonim sedang ada pembicaraan untuk membuat simulasi seandainya perhelatan tersebut akhirnya ditunda. Beberapa opsi adalah mengadakannya tanpa penonton atau menundanya sampai satu atau dua tahun. Menteri Keuangan Taro Aso membandingkan Tokyo 2020 seperti Olimpiada 1940 yang ditunda karena Perang Dunia Kedua, dan pemboikotan Moscow Games 1980. Menurutnya, ini adalah “kutukan Olimpiade” yang terjadi setiap 40 tahun sekali. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Usai membaca Morning Briefing 23 Maret 2020, berikutnya yang wajib kamu tahu adalah angka kematian akibat kanker kulit menurun drastis.

podcast button