5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 23 Januari 2020

Morning Briefing 23 Januari 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi, kawan! Mau mendengar kabar aneh yang bikin kamu akan lebih melek: para dokter menyarankan para pria tidak menggunakan kulit pisang untuk masturbasi. Eh? Uh-uh, saran bahwa kulit buah ini akan menghasilkan efek sama dengan oral seks sedang jadi topik panas di Reddit dan beberapa platform daring lainnya. Apa? Eh? Tidak hanya itu, beberapa orang juga memanaskan kulit pisang ke dalam microwave untuk mendapatkan sensi yang lebih. (Emoticon: otak pecah.) Oh, kenapa para dokter melarangnya? Kulit pisang bisa menimbulkan alergi, lecet, dan luka. Jadi, sampaikan kabar ini pada teman laki-lakimu atau pasanganmu (eh?). Well, selamat hari Kamis dan ini Morning Briefing 23 Januari 2020.

Belum ada yang terinfeksi coronavirus di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, dr Wiendra Waworuntu, MKes, kemarin. Pernyataan tersebut dikeluarkan menyusul kabar seorang turis asal China yang berkunjung ke Bintan dan dikabarkan terinfeksi virus yang sama di Wuhan. Turis tersebut diduga mengalami gejala yang menunjukkan infeksi virus mirip SARS tersebut. Sejauh ini, Kemenkes telah mengambil langkah pencegahan, dengan meningkatkan kesiagaan baik di bandara, pelabuhan dan rumah sakit di seluruh daerah. Terdapat 100 rumah sakit rujukan yang ditetapkan Kemenkes untuk virus ini. Baca berita lengkapnya di Detik.

Sidang perdana gugatan terhadap pelambatan dan pemutusan jaringan internet Papua berlangsung, kemarin.

Penggugat yang merupakan koalisi masyarakat sipil meminta hakim menyatakan keputusan pemerintah itu sebagai perbuatan melawan hukum. Menurut pengggut, pelambatan dan pemutusan internet tersebut melanggar beberapa ketentuan hukum, di antaranya UU 40/1999 tentang Pers dan UU 12/2005 yang mengatur kebebasan mencari, menerima, serta memberi informasi. Meski pemerintah tidak hadir dalam sidang tersebut, namun Jubir Kominfo menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan tindakan tersebut. Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga ketertiban dan mencegah penyebaran hoax. Pelambatan dan pemutusan internet di beberapa wilayah di Papua terjadi tak lama setelah insiden rasisme di asrama mahasiswa Papua, pertengahan Agustus 2019. Perkara gugatan kontrol jaringan internet di Papua ini akan kembali digelar 29 Januari mendatang. Baca berita lengkapnya di BBC Indonesia.

Presiden Paraguay terkena demam berdarah.

Demam berdarah sedang menjadi bencana nasional di Paraguay, dan salah satu korbannya adalah sang presiden. Selain Presiden Mario Abdo, ribuan orang terinfeksi penyakit tersebut dalam beberapa minggu belakangan ini. Level penyebaran penyakit di negara tersebut menjadi kedua yang terparah di Amerika Selatan, setelah yang terjadi di Brazil pada 2013 (250 meninggal). Kementerian Kesehatan Paraguay menyatakan bahwa sejauh ini terdapat 1800 kasus dan dua orang telah meninggal akibat penyakit tersebut. Sementara 10.000 kasus dan 14 kematian masih diselidiki apakah memiliki kaitan dengan demam berdarah. Negara ini menyatakan bahwa epidemik ini akan mencapai titik puncak pada Februari. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Ahli dari PBB mendesak investigasi terhadap peretasan ponsel Jeff Bezos.

Ponsel dari pemilik Amazon, dan The Washington Post tersebut dikabarkan diretas ada indikasi bahwa peretasan melibatkan pangeran mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Oleh karenanya, dua ahli PBB mengatakan bahwa investasi harus segera dilakukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Telepon Bezos diduga diretas pada 2018 setelah menerima sebuah pesan WhatsApp yang tampaknya dikirimkan dari akun pribadi pangeran tersebut. Pesan terenkripsi tersebut dipercaya memuat sebuah dokumen berbahaya yang kemudian menginfiltrasi telepon genggam Bezos. Peretasan ini diduga ada kaitan dengan kasus kematian Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post. Pihak Arab Saudi membantah kebenaran berita tersebut dan akan melakukan investigasi internal. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Resmi: The Witcher akan ada season 2.

Setelah kesuksesan season 1, seri Netflix (mirip Game of Thrones) ini resmi dinyatakan akan mendapatkan jatah season 2. Menurut servis streaming itu, 76 juta akun telah “memilih menonton” seri ini. Artinya, The Witcher akan menjadi seri dengan season debut terbesar dalam sejarah Netflix. Oleh karena seri ini dibuat berdasarkan buku, ada kemungkinan tidak akan berakhir di season 2, melainkan beberapa season. Baca berita lengkapnya di Forbes.

Usai membaca Morning Briefing 23 Januari 2020, jangan lupa membaca tips kenaikan gaji berikut ini.

podcast button