5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 22 November 2021

Morning Briefing 22 November 2021
Foto: www.canva.com

Hi! Suka tidak suka, Senin sudah hadir! Namun semoga harimu menyenangkan, dan berikut lima berita terbaru dalam Morning Briefing 22 November 2021.

BNPB selidiki penyebab banjir Kalteng.

BNPB menerjunkan tim untuk menganalisis sebab banjir tersebut. Selanjutnya, BNPB akan menyusun langkah-langkah untuk mencegah dan mengantisipasi bencana banjir. Untuk saat ini, berbagai faktor diperkirakan menjadi penyebabnya, mulai dari curah hujan hingga kerusakan lingkungan. Banjir di Kalteng merendam 40 Kecamatan, 177 Desa/Kelurahan dan berdampak pada 33.530 KK, dan 96.015 jiwa. (Medcom)

Pemerintah kembali mendatangkan jutaan vaksin COVID-19.

Pada tahap ke-125 ini, Indonesia menerima 2.259.270 dosis vaksin jenis Pfizer pada Minggu (21/11). Sementara untuk tahap ke-126 dan ke -127, belum diketahui jumlah dosis dan jenis vaksin yang diterima. Sementara itu, pada Jumat (19/11) lalu, Indonesia juga telah menerima 4.059.290 dosis vaksin jadi Oxford-AstraZeneca dan 800.000 dosis vaksin jadi Moderna. (CNN Indonesia)

Legenda bulu tangkis Indonesia Verawaty Fajrin tutup usia.

Verawaty Fajrin meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu (21/11/2021) pagi WIB akibat sakit kanker paru-paru. Vera (64 tahun) mencetak banyak prestasi di bidang bulu tangkis, di antaranya menjuarai Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta. Selain itu, bersama Imelda Wigoena, Vera juga merenggut juara All England 1979 dan medali emas SEA Games Manila 1981. (Liputan6)

Update COVID-19 global: Gelombang kelima di Prancis, dan demonstrasi anti-lockdown.

Sebagian negara Pasifik akan memiliki kurang dari seperempat orang dewasa yang sudah mendapatkan vaksin lengkap hingga akhir tahun ini. Misalnya saja, Papua New Guinea diperkirakan akan membutuhkan lima tahun untuk bisa memvaksinasi hanya sepertiga populasinya.

Sementara itu, Korea Selatan melaporkan lebih dari 3.000 kasus baru selama lima hari berturut-turut dan ini membuat kebijakan melonggarkan restriksi semakin dipertanyakan. Di sisi lain, gelombang kelima yang melanda Prancis semakin mengkhawatirkan. Jumlah kasus harian terus berlipat ganda, dengan rata-rata 17.000 kasus per hari dalam tujuh hari terakhir.

Dan polisi Belanda menangkap lebih dari 30 orang selama demonstrasi anti-lockdown di Den Haag dan kota-kota lain pada Sabtu kemarin. (The Guardian)

Militer Sudan mengembalikan jabatan perdana menteri kepada Hamdok.

Pihak militer Sudan juga berencana untuk membebaskan semua tahanan di bawah perjanjian untuk mengakhiri krisis yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu ini. Sumber yang dekat dengan Hamdok mengatakan bahwa Perdana Menteri Abdalla Hamdok setuju dengan perjanjian tersebut untuk mengakhiri pertumpahan darah. Akan tetapi, koalisi sipil menolaknya.

Sebagai informasi, Hamdok menjadi tahanan rumah setelah militer merebut kekuasan pada 25 Oktober. Peristiwa ini menodai usaha mewujudkan demokrasi setelah penggulingan Omar al-Bashir pada 2019 dan mengakhiri masa otokrasinya yang sudah berlangsung selama berdekade. (Reuters)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 22 November 2021, jangan lupa mengecek manfaat berpikir secara logika dan menyeimbangkan dengan perasaan.