5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 22 Mei 2020

Morning Briefing 22 Mei 2020
Foto: www.unsplash.com

Hi, TGIF! Kue Lebaran apa yang sudah kamu miliki? Kastengel sepertinya, enak. #Triviakuelebaran: kastengel diambil dari nama keju kue asal Belanda, Kaasstengels. Nama ini menggambarkan bentuk dan bahan utamanya. “Kaas” artinya “keju, dan “stengel” artinya batang. Alright, selamat menikmati detik-detik menuju Lebaran dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 22 Mei 2020.

Belum ada rencana melonggarkan PSBB di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Namun, pemerintah memang berencana akan menyesuaikan penerapan PSBB tersebut. Menurutnya, penyesuaian ini bisa dilakukan di 124 kabupaten dan kota yang termasuk dalam kategori zona hijau. Artinya, daerah yang tidak ada laporan kasus positif COVID-19. Suharso juga menyebutkan bahwa penyesuaian ini akan dilakukan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi oleh aparat. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Rekor tertinggi kasus harian dalam negeri.

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID19 mengatakan peningkatan kasus pasien positif di Indonesia menyentuh angka tertinggi kemarin (21/5), yakni 973 orang. Angka ini menjadi jumlah kasus baru tertinggi harian sejak awal Maret 2020. Dan provinsi Jawa Timur menjadi wilayah yang memiliki angka positif harian terbanyak, yakni 502 orang. Dengan angka baru ini, maka per kemarin, jumlah total kasus positif COVID-19 nasional adalah 20.162 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.278 orang meninggal, dan 4.838 orang sembuh. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Update COVID-19 global: jumlah kasus menembus 5 juta lebih dan AS memesan 300 juta dosis potensial vaksin.

Pemerintah Amerika Serikat telah memesan 300 juta dosis vaksin yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Oxford University. Harapannya, dosis pertama akan tersedia pada Oktober ini. Sementara itu, kasus positif COVID-19 dunia melewati angka lima juta, sepertiganya berada di Latin America. Dan di Jepang, pemerintahnya mengakhiri status gawat darurat di Osaka, Kyoto dan Hyogo karena terjadi penurunan kasus infeksi yang signifikan. Tokyo mungkin akan mendapatkan status yang sama minggu depan jika angka infeksi tetap rendah. Hal ini memberikan harapan bahwa negara dengan ekonomi ketiga terbesar di dunia bis mulai membenahi diri dari resesi. Dan Thailand melaporkan hanya ada tiga kasus baru dan tidak ada kematian pada hari Kamis. Total kasus COVID-19 di sana adalah 3.037 dan 56 meninggal sejak Januari. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global adalah 5.027.732, dengan 328.730 meninggal, dan 1.918.028 sembuh. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Apple dan Google merilis teknologi notifikasi COVID-19.

Akhirnya, Apple dan Google merilis teknologi smartphone yang akan mengirimkan notifikasi orang jika ada kemungkinan mereka terpapar coronavirus. Kolaborasi ini sebelumnya diumumkan pertama kali bulan lalu. Perangkat lunak ini mengandalkan teknologi nirkabel Bluetooth untuk mendeteksi ketika seseorang yang mengunduh aplikasi ini sedang berdekatan dengan pengguna aplikasi lain yang sudah dites positif COVID-19. Apple dan Google mengatakan 22 negara sudah berencana untuk membangun aplikasi pendeteksi virus ini dengan menggunakan perangkat lunak tersebut. Meski begitu, sejumlah negara menyatakan bahwa kebijakan restriksi privasi keuda perusahaan akan menjadi kendala karena petugas kesehatan publik tidak bisa mengakses data pengguna. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Panduan baru syuting film di Hollywood akan diumumkan Senin.

Gubernur California Gavin Newsom mengatakan aturan baru produksi film, televisi dan iklan akan diumumkan pada Senin depan (25/5). Aturan ini diharapkan bisa membuat industri Hollywood aktif kembali. Aturan ini akan disesuaikan dengan protokol kesehatan sehubungan dengan COVID-19 untuk memastikan tempat syuting tidak hanya aman, tapi para kru bisa pulang ke rumah dengan aman. Sebagai informasi, sejumlah produksi Hollywood, contohnya Netflix, tetap berjalan di beberapa negara yakni Korea Selatan, Islandia, Swedia. Contohnya, di Swedia, para aktor dan pihak yang terlihat dalam produksi, langsung melakukan karantina mandiri selama beberapa minggu setelah syuting. Sementara di Korea Selatan, mereka langsung dites. Baca berita lengkapnya di Hollywood Reporter.

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 22 Mei 2020, pastikan kamu tahu trik sederhana ini untuk mengurangi stres dan memperbaiki mood.

podcast button