5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 21 Oktober 2020

Morning Briefing 21 Oktober
Foto: www.unsplash.com

Selamat pagi, selamat beraktivitas! Dan tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak saat berada di tempat umum, dan cuci tanganmu dengan teratur dan benar. Berikut berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 21 Oktober 2020.

Jepang-Indonesia buka kembali perjalanan bisnis.

Setelah ditutup karena coronavirus, Jepang dan Indonesia sepakat untuk kembali membuka perjalanan bisnis, termasuk untuk perawat dan care keeper. Hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, kemarin (201/10). Suga juga mengatakan bahwa kedua negara akan kembali secepatnya memperbolehkan perjalanan dengan tujuan bisnis untuk jangka pendek, dan melonggarkan isolasi mandiri selama 14 hari setelah memasuki negara tujuan. Namun belum ada kejelasan kapan wisatawan bisa memasuki negara tersebut. (CNN Indonesia)

Bio Farma akan produksi 16 juta dosis vaksin COVID-19 per bulan.

PT Bio Farma berencana untuk memproduksi 16 hingga 17 juta dosis vaksin COVID-19 per bulan. Secara kapasitas, Bio Farma memiliki kemampuan memproduksi 250 juta dosis vaksin setiap tahun. Diperkirakan Indonesia membutuhkan 340 juta dosis vakin dalam satu tahun untuk memvaksin sekitar 60 persen populasi dalam negeri. Sejauh ini, pemerintah telah menandatangani kesepakatan untuk mendapatkan 300 juta dosis vaksin kandidat COVID-19 dari berbagai perusahaan farmasi, seperti Sinovac Biotech Ltd (China), dan juga AstraZeneca (Inggris). Saat ini, Bio Farma sedang bekerja sama dengan Sinovac untuk memulai fase II uji coba klinis di Bandung. Dari 1.620 sukarelawan, 1.074 di antaranya sudah menerima suntikan kedua. Sementara 671 orang menjalani tes darah setelah menerima suntikan kedua. Seluruh proses pengembangan diharapkan selesai pada Januari 2021, dan akan mulai diproduksi setelah mendapatkan lisensi dari BPOM. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: Singapura adakan rapid tes untuk pernikahan, dan lonjakan kehamilan tak terencana di Filipina.

Singapura sedang mempersiapkan rencana rapid tes untuk mereka yang ingin menghadiri acara besar seperti pernikahan, pertandingan olahraga dan konferensi bisnis. Hanya orang yang dengan hasil negatif diperbolehkan menghadiri acara tersebut. Sementara itu FIlipina menghadapi baby boom, dengan perkiraan 2,5 juta kehamilan tak berencana hingga akhir tahun ini. Ahli mengatakan bahwa lonjakan ini disebabkan karena perempuan di Filipina memiliki akses terbatas terhadap kontrasepsi selama masa pembatasan sosial.

Dan ilmuwan Inggris akan meluncurkan uji coba tantangan manusia pertama terhadap COVID-19. Yakni, para sukarelawan secara sengaja ditularkan coronavirus, dengan harapan bisa mempercepat pengembangan vaksin. Sementara itu, setelah tujuh bulan sejak pandemi, Swedia akhirnya menerapkan lokal restriksi pertamanya menyusul lonjakan kasus di sana. Warga Uppsala disarankan dengan tegas untuk menghindari transportasi umum, pesta dan acara sosial lainnya. Restriksi ini akan berlangsung selama dua minggu, hingga 3 November. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 40.514.091, dengan 1.120.003 kematian, dan 27.755.248 sembuh. (Washington Post)

Industri cokelat gagal menghentikan perburuhan anak.

Hampir 20 tahun setelah sejumlah produsen cokelat dunia berjanji akan menghapus pelanggaran ketenagakerjaan, ternyata perburuhan anak masih marak. Hasil studi terbaru dari Universitas Chicago menemukan bahwa lebih dari dua perlima (43%) dari semua anak yang berusia antara lima hingga 17 di Ghana dan Pantai Gading masih terlibat dalam pekerjaan berbahaya. Secara total, diperkirakan 1,5 juta anak bekerja di perusahaan kakao di seluruh dunia, setengahnya ditemukan di dua negara Afrika Barat ini. Angka ini melonjak hingga 14% dibandingkan satu dekade lalu. Pada saat yang bersamaan, produksi cokelat meningkat. Sebagai informasi pada 2001, merek-merek besar seperti Nestlé, Mars, dan Hershey menandatangani kesepakatan silang-sektor yang bertujuan untuk mengeliminasi perburuhan anak. (The Guardian)

Apple luncurkan Apple Music TV.

Apple Music TV ini gratis, dikurasi, dan 24 jam menyiarkan video musik populer yang bisa ditonton di aplikasi Apple Music dan Apple TV. Saluran ini akan menayangkan video premiere setiap Jumat dan konten original produksi Apple Music, seperti konser dan interview. Layanan ini masih hanya tersedia di Amerika Serikat. (The Verge)

Selanjutnya: Usai Morning Briefing 21 Oktober 2020, jangan lupa membaca tentang tanda-tanda suami selingkuh.