5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 21 Februari 2020

Morning Briefing 21 Februari 2020
Foto: www.canva.com

Hei, selamat pagi! FYI, Mark Zuckerberg dilaporkan meminta seorang pegawainya untuk mem-blow dry ketiaknya setiap kali sebelum berbicara di depan publik. Jika kamu penasaran mengapa dia memiliki kebiasaan ini, itu untuk menghilangkan keringat-akibat-gugup. Anekdot ini tercantum dalam sebuah buku baru berjudul Facebook: the Inside Story, karya Steven Levy. Ah, ternyata orang kaya pun tetap gugup, ya. Jadi, jika karena satu dan lain hal kamu sangat gugup hari ini, ingat saja bahwa Zuckerberg ternyata punya masalah ketiak juga. TGIF, selamat menikmati akhir pekan dan berikut Morning Briefing 21 Februari 2020.

Kapal Perang KRI Dr Soeharso bersiap menjemput 74 ABK Diamond Princess.

Menurut Pasopsatgas Kol Laut (P) Tony Herdianto RI sudah siap mengevakuasi 74 WNI yang ada di kapal pesiar Jepang Diamond Princess dengan kapal perang RI Soeharso. Kapal Perang RI (KRI) Soeharso yang dipakai untuk mengevakuasi 74 WNI tersebut adalah kapal rumah sakit milik TNI AL dan sudah beroperasi sejak 2003. Pihak Angkatan Laut memperkirakan membutuhkan waktu 14 hari untuk berlayar ke Jepang, dan juga jumlah hari yang sama untuk kembali ke tanah air. Baca berita lengkapnya di Detik.

Satu lagi RUU yang mengundang kontroversi: RUU Ketahanan Keluarga.

Sejumlah fraksi di DPR menolak menindaklanjuti beberapa pasal dalam RUU ini. Pasalnya, mereka menganggap ada banyak pasal yang terlalu mengurusi privasi keluarga. Di antaranya adalah pasal-pasal yang terkait kewajiban suami dan istri dalam keluarga, larangan jual beli sperma dan ovum, dan larangan bondage and discipline, sadism and masochism (BSDM). Sejumlah aktivis menyatakan bahwa penyusunan RUU ini mengandung unsur keagamaan yang sangat kental. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Seorang ekstrimis far-right menembak sembilan orang di dua bar shisha di Jerman.

Media lokal mengidentifikasi pria ini sebagai Tobias R, seorang warga Jerman berusia 43 tahun. Peristiwa penembakan terjadi pada Rabu pukul 10 malam waktu setempat di Hanau, Jerman bagian barat. Dua bar shisha yang menjadi target adalah Arena Bar & Cafe dan Midnight. Pihak Turki mengatakan bahwa paling tidak lima warga Turki menjadi korban aksi teroris tersebut. Setelah peristiwa mengenaskan tersebut, polisi melakukan pencarian sepanjang malam dan pada Kamis dini hari berhasil mengidentifikasi dan mendatangi rumah pelaku. Sayangnya, pelaku ditemukan sudah tewas bersama dengan ibunya di rumahnya. Kanselir Angela Merkel berikrar akan melakukan segala hal untuk mengklarifikasi latar belakang peristiwa terorisme tersebut. Baca berita lengkapnya di BBC.

Jumlah orang yang terinfeksi coronavirus di Daegu, Korea Selatan, meningkat drastis.

Menurut data, jumlah orang terinfeksi mencapai 38 kasus, yang artinya setengah dari jumlah keseluruhan kasus di negara tersebut. Penyebaran virus ini dikaitkan dengan seorang wanita berusia 61 tahun yang menjadi anggota sebuah gereja Daegu. Perempuan tersebut dilaporkan mengalami demam pada 10 Februari tapi dua kali menolak diperiksa dengan alasan dirinya tidak pulang dari luar negeri. Wanita ini mengikuti ibadah di gereja minimal sebanyak empat kali sebelum didiagnosa terinfeksi coronavirus. Pejabat kota setempat menyampaikan gereja tersebut memiliki 1.001 anggota dan diminta untuk mengkarantina diri sendiri. Dari ribuan orang tersebut, 90 di antaranya saat ini sudah memperlihatkan gejala COVAD-19. Mayor Daegu menyebutkan situasi ini sebagai “krisis yang belum pernah terjadi.” Dia memerintahkan untuk menutup semua TK dan perpustakaan umum. Konser BTS yang dijadwalkan pada 8 Maret di kota tersebut pun ikut ditunda. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Semua terumbu karang di Bumi akan punah dalam waktu 80 tahun.

Hasil terbaru studi dari para peneliti dari University of Hawaii Manoa mengatakan semua terumbu karang akan mati karena pemanasan dan pengasaman air laut. Renee Setter, salah satu ahli biogeorafi dari universitas tersebut, menyatakan bahwa pada 2100 hampir tidak ada habitat yang tersisa untuk terumbu karang. Faktanya, sampai 90 persen dari terumbu karang kemungkinan akan mati dalam waktu 20 tahun. Setter menekankan bahwa meski tindakan individu sangat bermanfaat untuk menyelamatkan vegetasi ini, tapi hal tersebut tidak cukup. Baca berita lengkapnya Futurism.

Usai menikmati Morning Briefing 21 Februari 2020, usahakan membaca ini (salah diet bisa memperlemah fungsi otak) sebelum mulai beraktivitas.