5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 21 April 2020

Morning Briefing 21 April 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Mencari aktivitas yang bisa dilakukan saat sudah mulai bosan? Ivanka Trump menyarankan untuk membuat shadow puppet. Dan respon para penghuni Twitter? Sebuah shadow puppet berbentuk unicorn, alias “jari tengah yang berdiri”. Ah. Anyway, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 21 April 2020.

Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melarang mudik.

Larangan tersebut dipertimbangkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan bahwa perkembangan virus ini sangat dinamis sehingga bisa saja diberlakukan pelarangan mudik. Jika opsi ini diambil oleh pemerintah, maka akses keluar masuk daerah selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan semakin ketat. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center diperkirakan pemudik mencapai 3 juta orang di masa pandemik ini. Berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Update COVID-19 nasional: Angka kematian dari pasien positif COVID-19 di Indonesia sudah tepat dan sesuai hitungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menanggapi pernyataan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih yang memprediksi jumlah pasien yang meninggal dunia akibat virus ini mencapai 1.000 orang. Doni juga menambahkan tak semua pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia akibat terinfeksi virus ini. Pasalnya, ada PDP yang meninggal dunia dan ternyata hasil tes swab-nya negatif. Pasien yang masuk dalam kategori ini tak dimasukkan ke dalam total angka kematian pasien positif COVID-19. Sebaliknya, PDP yang meninggal dunia kemudian hasil tesnya positif, dimasukkan ke dalam total angka kematian pasien positif terinfeksi virus ini. Sejauh ini berdasarkan data pemerintah, terdapat 5.423 kasus COVID-19, dengan meninggal 590 orang dan sembuh sebanyak 747. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Update COVID-19 global: Pemerintah Italia ingin melakukan tes psikologi untuk mencari tahu berapa lama orang tahan dikarantina.

Data tes ini akan digunakan oleh pemerintah untuk merencanakan bagaimana dan kapan karantina dilonggarkan. Uni Emirat Arab mengeluarkan fatwa bahwa tenaga kesehatan tidak perlu melakukan puasa selama Ramadhan. Sementara di Jerman, Chancellor Angela Merkel mengingatkan bahwa negara bisa mengalami “relapse” jika melonggarkan lockdown terlalu cepat. Di Irak dan Iran restriksi mulai dilonggarkan meski jumlah kasus meningkat. Dan Korea Selatan juga melakukan hal yang sama, yakni melonggarkan social distancing akibat jumlah kasus yang terus menurun. Dan di Amerika Serikat, terdapat lebih 750.000 kasus dengan lebih dari 40.000 kematian. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, ada 2.432.092 kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 166.794 meninggal dan 636.929 sembuh. Baca berita lengkapnya di Washington Post.

Facebook dan Google dipaksa untuk berbagi penerimaan iklan dengan perusahaan-perusahaan media Australia.

Pemerintah federal Australia meminta Australian Competition and Consumer Commission untuk membangun sebuah aturan yang mengatur hubungan antara perusahaan media dan digital platform termasuk Google dan Facebook. Ide aturan ini diusulkan karena penerimaan iklan yang turun drastis yang dialami oleh media industri. Aturan ini nantinya akan mengatur bagaimana digital platform membayar media berita karena menggunakan isi mereka, memberitahu perubahan algoritma, dan mengatur agar konten original muncul di laman hasil pencarian. Menurut pemerintah federal hal ini merupakan sebuah bentuk keadilan di saat banyaknya surat kabar regional mengalami penutupan selama pandemik karena pemasukan iklan yang berkurang. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Pengumuman Booker International Prize ditunda karena coronavirus.

Pengumuman pemenang yang seharusnya dilakukan pada 19 Mei akan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan ini juga dilakukan agar semakin banyak orang yang membaca buku-buku yang dinominasikan ke dalam daftar pendek penghargaan ini. Tahun ini sejumlah buku yang masuk ke dalam daftar ini di antaranya Hurricane Season (Fernanda Melchor), The Adventures of China Iron (Gabriela Cabezón Cámara), The Enlightenment of the Greengage Tree (Shokoofeh Azar) dan The Discomfort of Evening (Marieke Lucas Rijneveld). The International Booker Prize dianugerahkan setiap tahunnya kepada sebuah buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan di Inggris atau Irlandia. Penulis dan penerjemah mendapatkan pengakuan yang sama, dengan hadiah senilai £50,000 dibagi dua. Penghargaan Women’s Prize juga ditunda karena COVID-19, yang sejatinya dilakukan Juni diundur menjadi September 2020. Baca berita lengkapnya di The Bookseller.

Selanjutnya: Usai menikmati Morning Briefing 21 April 2020, pastikan kamu mengecek lipstik paling cocok untuk pemilik kulit gelap.