5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 20 November 2020

Morning Briefing 20 November
Foto: www.unsplash.com

T.G.I.F! Selamat menikmati hari ini, dan akhir pekan. Tetap pakai masker ketika keluar rumah, dan jaga jarak saat di tempat umum, serta cuci tangan dengan benar dan teratur. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 20 November 2020.

BPOM: Tidak apa persetujuan emergensi vaksin tahun ini.

BPOM mengatakan bahwa tidak akan memberikan otorisasi penggunaan emergensi pada kandidat vaksin COVID-19 pada Desember karena data keefektifannya masih kurang. Meski begitu, BPOM mengajukan alternatif program restriksi alternatif melalui kebijakan “Compassionate Use“. Dalam hal ini vaksin potensial yang keefektifannya belum terbukti bisa digunakan secara terbatas. Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan bahwa saat menginspeksi fasilitas Sinovac Biotech di China, sudah mendapatkan data dari dua fase pertama uji klinis. Data dari tes fase akhir di Indonesia akan tersedia pada akhir November. (The Jakarta Post)

Pemerintah belum mengunggah 14 rancangan turunan Ciptaker.

Dari 44 rancangan aturan turunan dari Undang Undang Cipta Kerja, baru 30 yang diunggah di laman resmi pemerintah tentang UU Cipta Kerja. Padahal pemerintah menargetkan akan menyelesaikan semua aturan turunan hari ini (20/11). Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ade Irfan Pulungan meminta masyarakat bersabar soal aturan turunan UU Ciptaker ini. Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD memastikan peraturan pemerintah pengganti undang-undang untuk membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) belum menjadi opsi pemerintah. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: vaksin Oxford efektif untuk orangtua, dan Jepang “waspada maksimum”.

Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan perusahaan farmasi AstraZeneca memicu respons imun kuat dari orang tua berusia di atas 70an. Tim peneliti ini akan mengetahui apakah vaksin ini melindungi orang coronavirus sebelum Natal. Sementara itu perusahaan Sinopharm dari China melaporkan hampir sejuta orang telah menerima suntikan dari vaksin eksperimentalnya di bawah protokol penggunaan darurat.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan negaranya dalam status “waspada maksimum” seiring terjadinya gelombang ketiga dan rekor harian tertinggi. Meski begitu program jalan-jalan subsidi masih terus berlanjut. Dan Afrika melaporkan lebih dari 2 juta kasus coronavirus sejak pandemi terjadi karena “banyak negera yang sudah tidak memakai masker”. Meski begitu, jumlah kasus di benua ini lebih sedikit dibandingkan dengan belahan dunia lain, seperti Prancis. Dan menurut Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 56.435.244, dengan 1.352.775 kematian, dan 36.291.080 sembuh. (The Washington Post)

Perdana PM Thailand ancam gunakan “seluruh hukum” terhadap demonstran.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengancam akan menggunakan “semua hukum, semua pasal” untuk mengambil tindakan terhadap demonstran pro-demokrasi. Hal ini menimbulkan ketakutan hukum penghinaan terhadap kepala negara akan digunakan untuk setiap individu. Di bawah undang-undang ini setiap orang yang “merendahkan, menghina atau mengancam raja, ratu, pewaris sah atau wali” bisa dikenakan hukuman penjara hingga 15 tahun. Pernyataan tersebut diterbitkan sehari setelah setidaknya 10.000 demontran berkumpul di sebuah titik temu di Bangkok. Mereka memprotes penggunaan meriam air yang dipenuhi bahan kimia. (The Guardian)

Wonder Woman 1984 tayang di HBO Max.

Dengan gelombang kedua pandemi COVID-19, Wonder Woman 1984 memutuskan untuk merilis sekuelnya pada 25 Desember di bioskop yang masih beroperasi dan HBO Max di Amerika Serikat selama satu bulan mulai hari Natal. Sementara di pasar internasional di mana HBO Max tidak tersedia, film ini akan dirilis pada 16 Desember 2020. Gal Gadot masih menjadi bintang utama, dan Petty Jenkins kembali menyutradarai film ini. Film Wonder Woman pertama dirilis pada 2017 dan meraup pendapatan hingga $828,1 juta di seluruh dunia. (The Hollywood Reporter)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 20 November 2020, cek cara mengajarkan anak mencintai diri sendiri dari seorang psikolog.