5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 20 Mei 2020

Morning Briefing 20 Mei 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Jika kamu perhatikan, langit tambah biru dan udara lebih segar. Dan ternyata ini bukan perasaanmu saja! Sebuah penelitian menyimpulkan gas emisi memang menurun drastis selama April kemarin. Yaaas! Baca berita baik ini—empat kabar lain—dalam Morning Briefing 20 Mei 2020. P.S.: tetap cuci tangan dengan rajin, beraktivitas dari rumah, pakai masker jika harus keluar, dan jaga kesehatan.

Survei BPS: Hanya 87% yang tahu physical distancing.

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan tidak semua warga tahu kebijakan pemerintah dalam rangka memerangi pandemik COVID-19. Dari data yang ada, hanya 87 persen responden yang mengetahui adanya kebijakan physical distancing. Dan hanya 70 persen yang mengatakan memilih tinggal di rumah. Berdasarkan survei ini, BPS menyarankan agar pemerintah meningkatkan kampanye memerangi coronavirus. Dari survei ini juga diketahui bahwa mayoritas responden sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebanyak 83 persen partisapan mengaku sudah memakai masker dan 80 persen mencuci tangan secara teratur. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

PSBB Jakarta diperpanjang.

Pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kali ini, PSBB berlaku selama 14 hari, sampai 4 Juni 2020. Gubernur Anies Baswedan menyatakan bahwa PSBB selama dua pekan ke depan ini akan menjadi periode penentu untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 di Jakarta. Oleh karena itu, Anies berharap agar semua pihak bisa menaati aturan PSBB untuk menekan kasus infeksi virus ini. Menurut data, pasien positif di Jakarta mencapai 6.053 orang pada Selasa (19/5), atau bertambah 43 orang dibandingkan hari Senin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.417 orang dinyatakan sembuh, dan 487 meninggal. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Fore Coffee menutup 16 gerainya.

CEO Fore Coffee, Elisa Suteja, mengatakan bahwa merek tersebut sudah menutup 16 tokonya di April dan dalam proses menjual assetnya. Meski begitu, dia membantah bahwa Fore akan menutup seluruh gerainya. Saat ini, Fore Coffee ini memang sedang melakukan adaptasi tren bisnis yang sedang berubah karena pandemik. Adaptasi ini termasuk menutup sementara 45 outlet selama Ramadhan dan PSBB, dan 72 lagi masih beroperasi seperti biasa. Perusahaan ini melaporkan 12,8 persen peningkatan penjualan online setiap minggu. Saat ini, Fore Coffee terus berusaha meningkatkan servis online dan menjual produknya melalui Tokopedia, Shopee dan Bukalapak. Baca berita lengkapnya di KrASIA.

Update COVID-19 global: Tidak ada kasus baru New Zealand dalam dua hari dan pemerintah Singapura meminta maaf.

New Zealand mencatat tidak ada kasus baru dalam dua hari berturut-turut. Meski begitu, pihak otoritas menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk melonggarkan restriksi ke “level satu”. Yakni, level yang mengartikan bahwa virus ini sudah sepenuhnya dikendalikan. Sementara itu, pemerintah Singapura meminta maaf kepada 357 pasien yang menerima pesan yang salah yang menyatakan mereka kembali positif COVID-19. Permintaan maaf juga disampaikan oleh manajer boyband BTS karena salah satu anggotanya, Jungkook, mengunjungi sebuah bar di bulan April. Dan Donald Trump mengancam akan menghentikan dana permanen ke WHO jika tidak ada perbaikan dalam kurun 30 hari. Selain itu, Trump mengatakan akan mempertimbangkan keberlanjutan keanggotaan AS di organisasi tersebut. Dan Spanyol kembali memperbolehkan penerbangan dan kapal laut dari Italia yang dilarang sejak 11 Maret. Akan tetapi, restriksi dan 14 karantina harus dilakukan oleh para pendatang. Menurut mesin hitung Johns Hopkins University, jumlah total global COVID-19 adalah 4.836.329, dengan 319.213 meninggal dan 1.805.093 sembuh. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Karbon emisi dunia menurun drastis.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Climate Change memperlihatkan emisi karbon dioksida turun drastis sejak lockdown di berbagai tempat di dunia akibat coronavirus. Dibandingkan dengan 2019, level gas rumah kaca harian turun hingga 17 persen. Pada saat lockdown sangat ketat, emisi bahkan menurun hingga 25 persen di beberapa di negara (Inggris 31%, dan Australia 28,3% selama April). Penurunan emisi ini terjadi karena beberapa faktornya, di antaranya frekuensi penerbangan yang berkurang, dan orang bekerja dari rumah. Meski kemungkinan besar hanya berlaku sementara, tetapi ini adalah penurunan emisi terbesar sejak Perang Dunia II. Baca berita lengkapnya The Guardian.

Selanjutnya: usai Morning Briefing 20 Mei 2020, pastikan mengecek daftar ini terutama jika kamu butuh ide outfit untuk Lebaran.

 

podcast button