5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 20 Februari 2020

Morning Briefing 20 Februari 2020
Foto: www.canva.com
Last updated:

Hello, selamat pagi! Masih di musim penghujan nih, jadi pastikan selalu makan sehat dan kamu terhidrasi dengan baik. Selamat menikmati hari ini, dan berikut Morning Briefing 20 Februari 2020.

Sri Mulyani mengakui bahwa coronavirus sangat berdampak bagi perekonomian Indonesia.

Menurutnya, meski sempat optimis tapi wabah virus ini sangat mempengaruhi perekonomian negara karena China memegang porsi yang besar dalam perekonomian global. Sektor yang paling merasakan dampak ini adalah pariwisata. Mengingat pasar turis China di Indonesia 13 persen terbesar kedua setelah Malaysia. Selain itu, sektor manufaktur dan perdagangan internasional juga akan terkena dampaknya. Pasalnya, 27 persen impor nonmigas berasal dari China, dan 16,7 persen pangsa ekspor Indonesia adalah China. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Pemulangan anak bekas anggota ISIS masih dalam tahap diskusi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut pemerintah masih mempertimbangkan pemulangan sejumlah anak eks kombatan ISIS ke tanah air. Menurutnya, pemerintah sedang mempertimbangkan faktor kondisi kejiwaan anak-anak tersebut dan apakah keberadaaan mereka akan menjadi sumber ancaman keamanan. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah tak akan memulangkan 689 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Pemberontak Houthi menahan setengah bantuan kemanusiaan PBB untuk Yemen.

Taktik ini dipakai oleh kelompok tersebut untuk memaksa PBB memberikan mereka lebih banyak kontrol atas dana kemanusiaan internasional. Selama beberapa bulan Houthi menuntut diberikan dua persen dari dana kemanusiaaan yang ada, meski tuntutan ini ditolak oleh PBB. Akibat penghalangan ini, beberapa program yang ditujukan untuk memberi makanan orang-orang yang kelaparan dan terlantar terhambat. Menurut pihak PBB sekitar dua juta penerima bantuan kemanusiaan terkena dampak atas aksi Houthi ini. Hampir 300.000 perempuan hamil dan menyusui dan balita tidak menerima suplemen nutrisi selama lebih dari enam bulan karena tuntutan Houthi tersebut. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Boeing menempuh jalan hukum untuk mengatasi perselisihannya dengan korban kecelakaan pesawat 737 MAX.

Akar perselisihan ini adalah karena sejumlah pengacara yang mewakili keluarga para korban meminta perilisan dokumen yang berhubungan dengan desain, pengembangan dan dua kecelakaan fatal pesawat tersebut. Para keluarga korban menuntut perilisan dokumen ini karena mempertanyakan alasan Boeing dan regulator Amerika Serikat memperbolehkan pesawat tersebut tetap terbang setelah kecelakaan yang menimpa Lion Air. Dan mereka juga ingin tahu apakah pembuat pesawat ini menyimpan informasi dari para penyelidik kecelakaan pesawat. Boeing sedang menghadapi 100 tuntutan hukum dari ratusan korban Ethiopian Airlines 737 MAX. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Koroner mengonfirmasi penyebab kematian Caroline Flack adalah bunuh diri.

Caroline Flack, mantan pembawa acara Love Island dinyatakan meninggal karena bunuh diri oleh koroner, kemarin (19/02). Perempuan berusia 40 tahun tersebut ditemukan meninggal pada Sabtu (15/02) dan pada awalnya tidak diketahui penyebab kematiannya. Flack mulai membawakan acara populer Love Island sejak 2015 dan membuatnya terkenal. Akan tetapi, Flack mengundurkan diri dari reality show tersebut tahun lalu setelah dituduh melakukan kekerasan rumah tangga yang melibatkan pasangannya, Lewis Burton, seorang petenis. Kemarin, keluarganya merilis unggahan Instagram yang tidak dipublikasikan oleh Flack. Di dalam unggahan tersebut, Flack mengatakan bahwa “seluruh hidup dan masa depannya hancur” setelah dia ditangkap karena tuduhan KDRT. Baca berita lengkapnya di The Hollywood Reporter.

Usai menikmati Morning Briefing 20 Februari 2020, jangan lupakan membaca hal ini jika kamu merasa temanmu makin sedikit!