5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 20 April 2020

Morning Briefing 20 April 2020
Foto: www.canva.com

Hello dan selamat pagi! Tetap mengingatkan untuk mencuci tangan dengan teratur, hindari menyentuh wajah, jaga kesehatan, dan tetaplah di rumah. Dan untuk tetap menjaga kesehatan mental, sempatkan mengobrol dengan orang-orang terdekat dan lakukan hal-hal yang membuatmu senang dan rileks. Anyway, berikut lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 20 April 2020.

Sebanyak 50.000 alat tes PCR COVID-19 dari Korea Selatan tiba di Indonesia.

Seperti disampaikan oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) ini tiba kemarin. Doni menyatakan tidak mudah mendapatkan alat tes ini karena memang jumlah permintaannya yang tinggi dari berbagai negara. Menurutnya, tidak mudah juga membawanya ke Indonesia karena harus berada di ruangan dengan suhu udara minus 20 derajat Celcius. Alat ini akan digunakan untuk segera mengecek para dokter dan perawat yang selama ini menangani virus ini beserta anggota keluarga. Selanjutnya, alat akan digunakan untuk memeriksa warga yang pernah berinteraksi dengan penderita COVID-19. Pemerintah berharap akan mendapatkan 495.000 sampel untuk pemeriksaan COVID-19. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Update COVID-19 nasional: Terdapat 178.883 ODP dan 15.645 PDP.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan hingga Minggu (19/4) ada 178.883 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 15.645 Pasien dalam Pengawasan (PDP). Dari jumlah itu disebutkan angka ODP bertambah 2.539 dari sehari sebelumnya, sedang PDP bertambah sebanyak 2.667 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 250 kabupaten/kota di tanah air. PDP ini nantinya akan dikonfrrmasi dengan pemeriksaan real-time PCR (Polymerase Chain Reaction). Dia juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sebanyak 35 laboratorium aktif untuk pemeriksaan spesimen COVID-19. Sementara itu, hingga kemarin jumlah total kasus positif virus ini mencapai 6.575 kasus, dengan 582 orang meninggal, dan 686 orang sembuh. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Update COVID-19 global: Pekerja di istana presiden Afghanistan positif terinfeksi virus ini dan pengiriman 84 ton alat pelindung diri untuk Inggris ditunda.

Setidaknya 40 staf istana presiden terinfeksi COVID-19 dan memaksa Presiden Ashraf Ghani melakukan isolasi mandiri dan menghadiri sejumlah acara melalui konferensi video. Sementara itu, belum ada penjelasan lebih detail mengapa pengiriman alat pelindung kesehatan pesanan Inggris tersebut tertahan di Turki. Sementara di Bangladesh, sekitar 100.000 orang menghadiri pemakaman Maulana Jubayer Ahmed Ansari, seorang anggota senior dari partai Islam. Hal ini menimbulkan kekhawatiran penyebaran akan meluas di tengah usaha negara tersebut untuk mengurangi jumlah kasus virus ini. Di Norwegia, sejumlah pembatasan gerak akan perlahan dilonggarkan, seperti dibukanya taman kanak-kanak dan jaman operasional rumah sakit yang kembali normal. Negara ini juga menjadi negara pertama di Eropa yang meluncurkan aplikasi untuk melacak infeksi, yang diberi nama Smittestopp. Dan majelis agama tertinggi Arab Saudi, Majelis Ulama Senior, meminta umat Islam di seluruh dunia untuk berdoa di rumah selama bulan Ramadhan jika pemerintah negara masing-masing memberlakukan jaga jarak. Menurut data Johns Hopkins University, jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia per Minggu malam adalah 2.355.337, dengan 162.013 meninggal dan 604.573 sembuh. Baca berita lengkapnya di New York Times.

Produksi Samsung akan berkurang hingga lebih dari 50% bulan ini.

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan yang biasanya memproduksi 25 juta ponsel di bulan April, akan hanya menghasilkan 10 juta unit. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini, termasuk penutupan beberapa pabriknya di sejumlah lokasi karena coronavirus, dan permintaan atas ponsel yang semakin menurun. Produksi ponsel Samsung mungkin akan kembali normal bulan depan saat seluruh pekerja diperbolehkan kembali bekerja di Brasil dan India. Meski, jadwal ini dianggap sebagai sebuah optimistik yang berlebihan ketika sejumlah lockdown di berbagai negara diperpanjang. Tidak hanya Samsung, Apple juga mengalami penurunan penjualan di Februari. Baca berita lengkapnya di BGR.

Puluhan penyanyi, aktris, komika, dan selebriti berpartisipasi dalam acara “One World:Together at Home”.

Acara yang berlangsung selama dua jam dan disiarkan ke seluruh dunia pada Sabtu ini melibatkan banyak nama besar, di antaranya Lady Gaga, Taylor Swift, Paul McCartney, The Rolling Stones, Beyonce, Oprah Winfrey, Elton John, dan Jennifer Lopez. Selain itu, juga melibatkan juga Stevie Wonder, David Beckham, Michelle Obama, Laura Bush, Andrea Bocelli, Celine Dion, Billie Eilish, Bill Gates—dan semua nama berpartisipasi melalui video dari rumah masing-masing. Acara yang diorganisir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Global Citizen ini menceritakan kisah-kisah personal guru, tenaga medis, pengantar barang dan makanan selama pandemik. Uniknya, acara ini tidak untuk mengumpulkan dana, melainkan mendorong dermawan dan perusahaan untuk memberikan donasi ke Solidarity Response Fund, organisasi milik WHO yang mengurusi COVID-19. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 20 April 2020, baca petunjuk memotong rambut di rumah ini.

podcast button