5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 2 September 2020

Morning Briefing 2 September
Foto: www.unsplash.com

It’s Wednesday! Apa rencanamu hari ini? Jika satu-satunya ambisimu hari ini adalah bisa melalui hari ini dengan selamat dan waras—that’s ok! Tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak saat di ruang publik, dan cuci tangan dengan benar dan teratur. Semoga harimu menyenangkan, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 2 September 2020.

BLT 3 juta pekerja dicairkan di minggu ini.

Bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja di bawah Rp5 juta bisa dicairkan minggu ini. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menargetkan BLT ini diperuntukkan untuk 3 juta orang pekerja. Ida mengatakan ini adalah pencairan subsidi upah tahap kedua. Sebelumnya, pemerintah sudah mencairkan subsidi upah tahap pertama kepada 2,5 juta penerima. Pemerintah menargetkan pencairan subsidi upah mencapai 15,7 juta penerima pada akhir September 2020. Lebih lanjut, tahapan pencairan subsidi upah sama persis dengan tahap pertama, yaitu hasil validasi data dari BP Jamsostek diteruskan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). (CNN Indonesia)

Depok berlakukan jam malam.

Kota Depok akan memberlakukan jam malam untuk membatasi pergerakan setelah terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan. Walikota Mohammad Idris mengatakan tempat-tempat publik seperti restoran, supermarket dan mal akan beroperasi hingga 6 sore. Sementara itu, servis kurir hanya diperbolehkan hingga pukul 9 malam. Dan kegiatan luar ruangan dibatasi hingga 8 malam. Jam malam juga diberlakukan untuk pedagang kaki lima dan warung makan. Akan tetapi, jam malam ini tidak berlaku untuk residen yang memiliki jam kerja hingga pukul 8 malam, meski mereka harus menunjukkan kartu identitas, surat kerja dan dokumen lain. Kemungkinan pembatasan ini akan diberlakukan mulai hari Kamis (3/9). Depok menjadi kota kedua di Jawa Barat yang memberlakukan jam malam, setelah Bogor memulainya Sabtu lalu. (The Jakarta Globe)

Update COVID-19 global: Sekolah dibuka di berbagai negara dan Hong Kong mulai tes massal.

Sekolah di berbagai belahan dunia mulai dibuka lagi, mulai dari Paris, Wuhan, London, Israel, Rusia hingga Belgia. Sementara itu, New York City memutuskan untuk menunda ajaran baru; sebanyak 1,1 juta siswa tidak akan menjalani proses belajar-mengajar di kelas hingga 21 September. Dan di Hong Kong, tes massal mulai dilakukan meski diwarnai kekhawatiran isu privasi, keamanan dan pengaruh pemerintah Cina daratan. Program ini terbuka untuk umum, dan lebih dari setengah juta warga kota sudah mendaftarkan diri.

Sementara itu dari Gaza dilaporkan, Israel dan grup militan Palestina Hamas setuju untuk mengurangi intensitas serangan. Jumlah kasus semakin meninggi di Gaza sejak minggu lalu, ketika pejabat resmi Hamas melaporkan kasus-kasus transmisi pertama. Dan dari Bhutan dikabarkan bahwa pemerintahnya mulai memperjualbelikan rokok secara terang-terangan untuk menghentikan penyebaran coronavirus. Sejak 2010, penjualan tembakau memang sangat dibatasi, tapi karena pandemi, pasar illegal rokok semakin marak dan warga bepergian hingga ke perbatasan India untuk mendapatkan rokok. Alhasil, kasus infeksi semakin banyak. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah kasus COVID-19 global adalah 25.540.888, dengan 851.781 kematian, dan 16.866.876 kesembuhan. (The New York Times)

Ribuan siswa boikot tahun ajaran baru di Belarus.

Tidak hanya dengan demontrasi dan aksi protes, bentuk pemberontakan warga Belarus terhadap pemerintahnya adalah ribuan siswa memboikot awal tahun ajaran baru di Belarus, kemarin. Ini merupakan perlawanan terbesar yang dihadapi oleh Presiden Alexander Lukashenko setelah 26 tahun memerintah. Renteran aksi protes ini berawal setelah Lukashenko mengklaim kemenangan pada pemilihan presiden bulan lalu yang menurut lawannya diwarnai kecurangan. Lukashenko sendiri menyangkal hal tersebut dan tidak memperlihatkan tanda-tanda akan mundur meski negara-negara Barat mengancam akan memberikan sanksi. Lukashenko menggambarkan demonstran sebagai “tikus-tikus” yang baru pulang dari luar negeri. Pada Senin kemarin, sepertiga anggota parlemen oposisi ditahan. (Reuters)

Dictionary.com umumkan 15.000 perubahan.

Situs dengan 70 juta pengguna setiap bulan dan mendeskripsikan diri sebagai kamus digital terkemuka di dunia ini melakukan pembaharuan sejumlah entri, termasuk istilah yang berkaitan dengan orientasi seksual agar semakin sesuai dengan definisi “bahasa klinisnya”. Seperti merevisi kata “homosexual” menjadi “gay“, dan “homosexuality” menjadi “gay sexual orientation“. Situs bahasa ini menjelaskan bahwa perubahan ini akan membuat “fokus pada orang… mencopot implikasi diagnosa medis, penyakit”. Kata “black” direvisi menjadi “Black” sebagai bentuk “penghargaan dan pengakuan” terhadap budaya dan etnis orang kulit hitam. “Black” juga bisa merujuk pada satu individu, bukan semata-semata grup. Revisi lain yakni “commit suicide” diganti menjadi “die by suicide“, serta “addict” menjadi “person addicted to“. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 2 September 2020, jangan lupa mengetahui apakah susu kedelai cocok untukmu.