5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 2 November 2020

Morning Briefing 2 November
Foto: www.unsplash.com
Last updated:

Heiho! Bagaimana akhir pekanmu? Semoga kamu mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak saat di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar. Selamat menikmati hari ini, dan berikut lima kabar terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 2 November 2020.

Tuntutan UU Ciptaker-UMP serentak hari ini.

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi demonstrasi serentak di 24 provinsi hari ini untuk menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Untuk wilayah Jabodetabek, aksi akan dipusatkan di Istana dan Mahkamah Konstitusi pada Senin pagi. Selain menolak UU Cipta Kerja, unjuk rasa ini juga akan menuntut agar upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, UMSP, dan UMSK) naik hingga 8 persen di seluruh Indonsia. Setelah aksi 2 November, aksi akan dilanjutkan 9 November 2020 di DPR RI untuk menuntut legislatif review, dan 10 November di kantor Kementerian Ketenagakerjaan berkenaan dengan UMP. (CNN Indonesia)

Jumlah pasien sembuh lebih banyak dari kasus baru.

Dari data pemerintah, penambahan pasien sembuh harian COVID-19 lebih tinggi dari kasus baru, yakni sebanyak 4.141 orang. Dengan begini, jumlah total pasien sembuh adalah 341.942 orang. Sementara itu, pasien terinfeksi COVID-19 di Indonesia bertambah 2.696 kasus, lebih rendah dari hari sebelumnya yakni sebanyak 3.143 orang. Dengan begini jumlah total kasus konfirmasi mencapai 412.784 kasus. Sementara pasien meninggal akibat virus ini bertambah 74 orang, sehingga total kematian mencapai 13.943 orang. Satgas mencatat ada 61.215 kasus suspek di Tanah Air, yang tersebar di 502 kabupaten atau kota pada 34 provinsi. (Medcom)

Enam orang ditangkap atas penyerangan di Prancis.

Dua laki-laki ditangkap berkaitan dengan penyerangan pisau di sebuah gereja di Nice, yang menyebabkan tiga orang meninggal. Dengan ini, ada enam orang yang saat ini sedang ditahan oleh polisi. Pelaku penyerangan sendiri, berusia 21 tahun asal Tunisia, ditembak oleh polisi dan sekarang dalam kondisi kritis di rumah sakit. Jaksa anti-teroris Prancis mengatakan bahwa tersangka tiba di Eropa pada 20 September di Lampedusa, Italia. Tim penyidik di Italia juga ikut terlibat dalam proses investigasi. (Reuters)

Update COVID-19 global: Pandemi mempersulit proses pemulihan taifun di Filipina, dan lockdown di Eropa.

Pandemi coronavirus membuat usaha pemulihan setelah taifun Goni yang menerpa Filipina menjadi lebih sulit. Dikabarkan, setidaknya tujuh orang meninggal, terjadi banjir dan rumah rumah. Taifun yang terjadi pada hari Minggu ini merupakan yang terkuat sepanjang tahun. Dan sejumlah negara di Eropa memberlakukan lockdown, seperti Inggris (partial lockdown) mulai Kamis ini hingga awal Desember, dan Prancis mulai 30 Oktober. Sementara Italia masih mempertimbangkan apakah akan memberlakukannya setelah data baru menunjukkan kondisi pandemi di sana “mengerikan”.

Sementara dari Iran dilaporkan bahwa menurut Dewan Medis, jumlah kematian di Iran kemungkinan besar tiga kali lipat dari data yang dirilis. Lalu, Slovakia telah melakukan tes pada hampir setengah dari populasinya, kemarin. Ini adalah bagian dari program tes massal yang berlangsung dua hari yang diharapkan akan bisa mengontrol penyebaran virus tanpa memberlakukan lockdown. Dari 2,58 juta orang yang sudah dites, sekitar !% positif dan harus melakukan karantina. Sementara itu menurut ilmuwan, perbedaan genetik menyebabkan sejumlah orang menderita lebih parah akibat virus ini dibandingkan yang lain. Dan menurut mesin penghitung Johns hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 46.189.124, dengan 1.197.126 kematian, dan 30.907.267 sembuh. (The Guardian)

Fitur baru dari Apple untuk tuna netra.

Ada sebuah sistem baru di iOS beta terbaru, yakni sistem yang bisa mendeteksi keberadaan dan jarak orang lain, sehingga pengguna tuna netra atau memiliki masalah penglihatan bisa menjaga jarak dengan lebih efektif. Fitur baru ini, yang akan menjadi bagian dari aplikasi Magnifier, menggunakan lidar dan wide-angle camera di Pro dan Pro Max. Sistem ini membutuhkan gambar yang layak yang ditangkap oleh kamera, sehingga tidak berfungsi di ruangan gelap gulita. Fitur ini bukanlah sesuatu yang baru, sudah banyak telepon dan alat lain yang dilengkapi dengan hal ini, tapi memang jarang menjadi fitur standar. (TechCrunch)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 2 November 2020, pastikan mengecek tentang bagaimana menghadapi anak yang selalu negative thinking.