5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 2 Juli 2020

Morning Briefing 2 Juli 2020
Foto: www.unsplash.com

Hi, kamu! Iya, kamu, yang selalu rajin pakai masker dan mencuci tangan. Selamat menikmati harimu, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 2 Juli 2020.

SIKM diusulkan dihapus.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku telah memberikan catatan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk meniadakan kewajiban memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) bagi masyarakat yang hendak pergi dari dan ke DKI Jakarta. Menurutnya, aturan itu kurang efektif karena hanya diwajibkan untuk penumpang moda transportasi pesawat, kereta api, dan bus. Namun, tidak berlaku untuk penumpang jalur darat. Sebagai informasi, pemerintah daerah DKI Jakarta mewajibkan masyarakat yang ingin pergi dari dan ke DKI Jakarta memiliki SIKM. Dan larangan berpergian keluar atau masuk provinsi DKI Jakarta hanya berlaku bagi masyarakat yang yang tidak memiliki KTP non-Jabodetabek. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Lebih dari 50% daerah Indonesia masuk zona kuning-hijau.

Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam zona kuning dan hijau mencapai 55,4%, yakni 284 kabupaten/kota (28/6). Berdasarkan data yang dihimpun Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, terjadi naik-turun jumlah zonasi risiko rendah dan tidak terdampak. Pemetaan zona ini disimbolkan dengan warna hijau, kuning, oranye, dan merah. Hijau berarti suatu wilayah administrasi yang tidak terdampak atau tidak ada kasus baru. Kuning merujuk pada wilayah dengan risiko rendah. Dan oranye untuk risiko sedang, dan merah untuk risiko tinggi. Pada saat ini ada 53 kabupaten-kota dengan risiko kenaikan kasus tinggi, Baca berita lengkapnya di Detik.

Update COVID-19 global: Hasil uji coba vaksin positif dan industri pariwisata rugi $1,2 triliun.

Hasil positif uji coba vaksin coronavirus dari perusahaan Jerman BioNTech. Dan, studi klinis yang dilakukan oleh Pfizer di Amerika Serikat dan melibatkan 24 orang, memperlihatkan antibodi yang meningkat secara signifikan. Sementara itu, PBB memperkirakan kerugian yang dialami pelaku pariwisata bisa mencapai sedikitnya $1,2 triliun, atau sekitar 1,5 persen produksi global. Dan $1 triliun lagi jika pembatasan pariwisata internasional diperpanjang. Negara berkembang seperti Jamaika dan Thailand akan menjadi negara yang paling terkena dampak ini. Dan dari Kansas, Amerika Serikat, dilaporkan, sebuah franchisee Pizza Hut terbesar di sana bangkrut karena penjualan turun dan hutang menumpuk. Sementara itu, menurut data, jumlah pembelot Korea Utara yang melarikan ke Korea Selatan berada di angka terendah setelah pembatasan pergerakan orang diberlakukan selama pandemik. Dari Australia, lebih dari 300.000 residen Melbourne harus mengikuti lockdown setelah semakin banyak yang terjangkit. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 10.512.383, dengan 512.114 meninggal, dan 5.386.094 sembuh. Baca berita lengkapnya di Financial Times.

Ratusan demonstran ditangkap di Hong Kong.

Ribuan orang berdemo memprotes Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh Beijing di Hong Kong. Menghadapi pemrotes ini, polisi menembakkan gas air mata, semprotan merica dan meriam air. Sebagai informasi, Undang-Undang ini dirilis pada Selasa dan memberikan kekuatan penuh kepada pihak otoritas untuk menangkap pemberontak. Serta, kekuatan lebih kepada China atas Hong Kong. Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, menyebut UU ini sebagai sebuah “perkembangan paling penting dalam hubungan” antara Hong Kong dan China sejak serah terima pada 1997. UU yang berlaku bagi siapa pun, baik residen Hong Kong dan bukan, ini menerima banyak kritikan dari negara lain dan aktivis kemanusiaan. Baca berita lengkapnya The Guardian.

Tesla menjadi pembuat mobil paling bernilai di dunia.

Mengalahkan Toyota, Tesla menjadi “most valuable automaker” di dunia setelah eksis 10 tahun. Kapitalisasi pasar perusahaan ini sekarang hampir mencapai $208 miliar, melampaui nilai Toyota. Perusahaan mobil asal Jepang ini berada pada posisi $202.74 miliar. Menariknya, status baru Tesla ini tidak berbanding lurus dengan volume globalnya. Sepanjang 2019, Tesla telah menghasilkan 367.500 mobil elektronik (50% lebih banyak dari tahun sebelumnya) dengan seri Model 3 menjadi mobil paling laris dan lebih murah. Baca berita lengkapnya di TechCrunch.

Selanjutnya: Selesai membaca Morning Briefing 2 Juli 2020, melipir sebentar ke sini untuk mengetahui apakah aman berolahraga dengan masker.

podcast button