5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 2 Desember 2019

Foto: www.canva.com

Kutipan di gambar mengatakan “nothing impossible“—bagaimana menurutmu? Apakah kamu seoptimis itu pagi ini dan menghadapi 2020? Kalau LIMONE sih, yakin bahwa lima berita di bawah ini sangat penting dibaca hari ini.

Indonesia dinobatkan sebagai negara teramah di dunia.

Kesimpulan ini berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh CAF World Giving Index. Kenya, juga memiliki skor yang sama dengan Indonesia, yakni dengan rata-rata 19 poin pada masing-masing bobot penilaian. Secara umum, orang asing yang datang ke Indonesia mengaku mudah untuk berteman di Indonesia. Bahkan 16 persen menyatakan sangat mudah menjalin pertemanan dengan orang Indonesia. Baca berita lengkapnya di sini.

Wartawati Indonesia yang ditahan di Hong Kong dikabarkan akan dipulangkan.

Yuli Riswati dari Suara Hong Kong News yang ditahan oleh pemerintah Hong Kong karena dianggap sering mewartakan ketegangan rentetan demonstrasi di kota tersebut, diberitakan akan segera pulang ke tanah air. Awalnya Yuli diringkus petugas Departemen Imigrasi Hong Kong pada 23 September 2019 di rumahnya. Dirinya ditangkap karena lupa memperpanjang visanya yang sudah kedaluwarsa sejak 27 Juli 2019. Hingga hari ini, Yuli masih ditahan di Pusat Imigrasi Castle Peak Bay (CIC) Hong Kong dengan dalih persoalan imigrasi. Sementara itu, International Domestic Workers Federation (IDWF) menganggap terdapat kejanggalan dalam penanganan terhadap kasusnya. Baca berita lengkapnya di sini.

Aturan terbaru di Cina: setiap kali orang membeli ponsel atau data plan baru, mereka harus melakukan pemindaian wajah.

Aturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi ini aktif berlaku mulai Minggu kemarin. Tidak hanya melakukan pemindaian wajah, pengguna ponsel juga harus menyertakan kartu identitas nasional mereka. Pihak pemerintah menekankan bahwa hal ini dilakukan demi keamanan dan kepentingan individu agar terhindar dari penipuan di dunia daring. Meski wajib registrasi dengan kartu identitas sudah menjadi aturan di Cina, tetapi sejumlah pihak berpendapat bahwa pengumpulan informasi penduduk seperti sekarang ini berlebihan dan merupakan pelanggaran hukum sipil individu. FYI, beberapa tahun belakang otoritas Cina sudah melakukan investasi besar-besaran terhadap bidang teknologi pemindaian wajah sebagai bagian dari program pengawasan terhadap penduduk di sana. Dan dikabarkan ada 200 juta kamera pengawasan beroperasi di negara tersebut. Baca berita lengkapnya di sini.

Dari Skotlandia, anak-anak di bawah 12 tahun tidak lagi dianggap offender.

Sebelumnya di negara tersebut, anak-anak berumur delapan tahun bisa diminta pertanggungjawabannya jika melakukan aksi kriminal (terendah di Eropa dan salah satu terendah di dunia). Akan tetapi, sekarang umur tersebut menjadi 12 tahun; kurang dari umur tersebut anak-anak dianggap tidak memiliki kapasitas untuk melakukan kejahatan. Ini artinya, anak-anak di bawah usia tersebut tidak bisa dinyatakan bersalah atas sebuah tindak kejahatan. Para aktivis menganggap bahwa usia batas tersebut harus dinaikkan lagi. Pemerintah setempat sendiri berjanji akan mengkaji ulang perubahan tersebut setelah tiga tahun. Baca berita lengkapnya di sini.

Dua bintang K-Pop dijatuhi hukuman penjara atas kasus pemerkosaan.

Jumat kemarin, pengadilan Seoul menghukum Jung Joon-young (penyanyi, penulis lagu) enam tahun penjara dan Choi Jong-hoon, seorang penyanyi, dihukum lima tahun penjara karena merekam dan membagikan video pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap sejumlah wanita. Pengadilan menegaskan bahwa para perempuan yang menjadi korban pelecehan tersebut dalam kondisi terlalu mabuk dan tidak memiliki kemampuan untuk memberikan konsensual. Pengadilan juga belum bisa memastikan berapa jumlah wanita yang menjadi korban keduanya. Baca berita lengkapnya di sini.