5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 2 April 2020

Morning Briefing 2 April 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Sebuah berita baik sebelum membaca kabar COVID-19: para ilmuwan memperkirakan kehidupan laut bisa kembali ke masa kejayaan dalam waktu 30 tahun. Alias, dalam kurun waktu satu generasi. Meski memang masih tetap dibutuhkan banyak usaha untuk memperbaiki kehidupan laut. Namun, hei, setidaknya ada secercah harapan besar dan positif! Sesuatu yang sangat kita butuhkan di situasi super suram seperti sekarang ini. Anway, selamat menikmati harimu, tetap cuci tangan, jaga kesehatan dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 2 April 2020.

BKPM meminta investor memacu produksi alat kesehatan (alkes).

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan bahwa masker hingga alat pelindung diri (APD) amat dibutuhkan untuk penanggulangan pandemi COVID-19 sehingga jumlah produksinya harus ditingkatkan. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan jika industri alkes mendapatkan kesulitan impor bahan baku, akan dibantu untuk diselesaikan dalam satu hari. Sebuah perusahaan di Bogor asal Korea Selatan menargetkan kenaikan produksi masker dari 250 ribu pcs/hari menjadi 1 juta pcs/hari. Baca berita lengkapnya di Detik.

Bandara Soekarno Hatta akan tolak seluruh WNA mulai hari ini.

Kebijakan ini berlaku untuk penumpang WNA dengan rute Internasional yang memasuki atau transit di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini dilakukan dalam upaya pencegahan COVID-19. Meski begitu, terdapat pengecualian izin masuk untuk warga asing yang memiliki Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap, Pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas, Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas. Selain itu, pengecualian juga diberikan kepada tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan. Dan awak alat angkut baik laut, udara maupun darat serta WNA yang akan bekerja untuk proyek-proyek strategis nasional masih diperbolehkan masuk. Sebagai informasi, penerbangan rute Internasional di Bandara Soekarno-Hatta masih tetap beroperasi untuk melayani WNA yang akan kembali ke negaranya dan WNI yang akan kembali ke tanah air. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Ahli PBB menganjurkan sanksi internasional terhadap Iran, Korea Utara dan Venezuela diangkat selama pandemik COVID-19.

Hilal Elver, seorang ahli hak atas makanan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), meminta hal tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan makanan bisa menjangkau masyarakat selama pandemik COVID-19. Iran, yang terkena sanksi dari Amerika Serikat karena nuklir dan misil; Venezuela dan Korea Utara yang masih belum melaporkan kasus virus ini. Sebelumnya, minggu lalu Michelle Bachelet, direktur HAM PBB dan mantan presiden Chile, memohon agar sanksi diringankan atau ditunda untuk sementara waktu. Sejauh ini, pemerintah Trump sudah membuat proposal untuk mengangkat sanksi terhadap Venezuela. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Update COVID-19 global: Spanyol memiliki lebih 100.000 kasus dan Jerman serta Itali memperpanjang karantina.

Dari Italia dilaporkan angka kematian mencapai 727 (total 13.155) yang merupakan angka terendah sejak 26 Maret. Sementara itu, meski pemerintah sudah menggelontorkan program untuk menghindari pemecatan massal, Austria mengalami tingkat pengangguran tertinggi sejak 1946 sebesar 66%. Diberitakan juga badan intelegen AS percaya bahwa China menyembunyikan jumlah total kematian akibat infeksi COVID-19 di negaranya. Secara global, menurut Johns Hopkins University terdapat 887.067 jumlah kasus coronavirus, dengan 44.216 meninggal dan 185.541 sembuh. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Spotify meluncurkan Spotify Kids.

Aplikasi eksklusif untuk para pengguna Spotify Family ini bebas iklan dan masih berbentuk beta. Aplikasi yang ditujukan untuk anak berusia di atas 3 tahun ini berisi musik, audibooks, dan literatur pendidikan. Sampai sekarang, tersedia lebih dari 8.000 lagu, lebih dari 60 jam audiobook (termasuk Disney Music Group Stories, dongeng), Bedtime Content, Educational Content, dan Local Content. Pastinya, aplikasi ini memiliki “Parent Settings” sehingga orangtua bisa mengontrol fitur yang bisa didengarkan oleh anak. Baca berita lengkapnya POPSUGAR.

Usai menikmati Morning Briefing 2 April 2020, pastikan kamu membaca tips membantu anak yang malas belajar seperti yang dianjurkan oleh psikolog ini.

podcast button