5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 19 Oktober 2020

Morning Briefing 19 Oktober 2020
Foto: www.unsplash.com

Hello, kamu! Bagaimana akhir pekanmu? Semoga kamu mendapatkan istirahat yang cukup. Tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar! Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 19 Oktober 2020.

Efek samping vaksin COVID-19 pada relawan Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap uji coba vaksin Sinovac tidak memberikan efek samping berat bagi relawan. Laporan yang diterima BPOM menyebutkan vaksinasi tersebut tidak menimbulkan reaksi berlebihan atau Serious Adverse Event. Reaksi yang ditimbulkan hanya bersifat ringan, seperti umumnya pemberian imunisasi. Sebagai informasi, uji coba vaksin tersebut sudah dimulai sejak Agustus 2020 di Bandung, Jawa Barat, dan melibatkan 1.600 relawan. (Liputan6)

Update kasus COVID-19 di Indonesia.

Kementerian Kesehatan mengumumkan 4.105 kasus baru COVID-19 kemarin, sehingga jumlah kasus total infeksi secara nasional 361.867. Sementara itu, jumlah orang yang meninggal karena virus ini adalah 12.511, dengan jumlah orang sembuh adalah 285.324. Kementerian memberitahukan ada 22.421 orang yang sudah dites kemarin, sehingga akumulasinya adalah 2.528.319. Sementara itu DKI Jakarta mencatat 971 kasus baru, sehingga sekarang mencapai 94.327 kasus. Dan provinsi Kalimantan Timur memiliki 382 kasus baru, Jawa Tengah 356, Riau 284, Sumatera Barat 263, dan Jawa Timur 242. (The Jakarta Post)  

Ribuan demonstran padati jalanan di Bangkok.

Ribuan demonstran memadati jalan-jalan utama Bangkok pada Minggu dan mendesak diadakannya reformasi monarki dan dihentikannya kepemerintahan diktator. Para demonstran tetap tidak goyah meski lusinan pemrotes dan pemimpinnya telah ditangkap, dan disiram air kanon. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta yang ingin digulingkan oleh demonstran, menunjukkan keinginan untuk berdialog. Polisi tidak mengintervensi saat protes mengambil alih Victory Monument dan Asok, dua lokasi terpenting di Bangkok. Polisi mengatakan bahwa di Victory Monument saja ada sekitar 10.000 orang. (Reuters)

Update COVID-19 global: sepertiga kasus dunia di Eropa, dan rekor kasus di berbagai negara.

Sepertiga kasus baru yang terjadi di dunia dideteksi di negara-negara Eropa bagian barat. Tercatat, Eropa memiliki lebih banyak kasus baru dibandingkan jumlah gabungan kasus di India, Brasil, Amerika Serikat. Dan sejumlah negara mencetak rekor harian tertinggi sejak pandemi dimulai, di antaranya Republik Czech, Polandia, Ukraina dan Malaysia.

Sementara itu, menteri luar negeri Austria dan Belgia dikabarkan positif terinfeksi COVID-19. Dan dari Arab Saudia dikabarkan untuk pertama kalinya sejak tujuh bulan, pemerintahnya mengijinkan warga dan residen untuk beribadah di mesjid Al-Haram, salah satu situs tersuci untuk pemeluk agama Islam. Sementara itu Serum Institute India dan Bharat Biotech mengabarkan bahwa kandidat vaksin intranasal akan berada pada tahap terakhir uji klinis dalam beberapa bulan. Sejauh ini, menurut WHO, semua vaksin yang memasuki Fase 3 diberikan dalam bentuk suntikan. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins Hospital, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 39.775.831, dengan 1.111.224 kematian, dan 27.349.484 kesembuhan. (The Guardian)

Jacinda Ardern menang pemilu New Zealand.

Jacinda Ardern menang telak pada pemilu Sabtu kemarin dan akan menjadi perdana menteri untuk periode kedua. Kemenangan ini merupakan terbesar bagi partainya, Partai Buruh, dalam setengah abad terakhir. Kemenangan ini merupakan efek dari keberhasilannya memimpin New Zealand dalam menghadapi berbagai peristiwa penting, mulai dari penembakan di mesjid di Christchurch, meletusnya White Island, dan pandemi COVID-19. Dengan sebagian besar suara sudah terhitung, Partai Buruh memeroleh 49 persen suara, sementara saingan utamanya, Partai Nasional, 27 persen. Partai Buruh juga diperkirakan akan mendapatkan 64 dari 120 kursi di parlemen, tertinggi sejak 1996. Dengan kemenangan ini berarti Ardern (40) bisa membentuk pemerintahan dengan satu partai, sesuatu yang belum pernah terjadi selama berdekade-dekade. Sabtu kemarin, warga New Zealand juga melakukan voting atas legaisasi eutanasia dan penggunaan mariyuana rekresional. Hasilnya akan diumumkan pada 30 Oktober. (Aljazeera)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 19 Oktober 2020, jangan lupa mengetahui apakah urutan skincare Korea memang bisa membuat kulitmu glowing.

podcast button