5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 19 Mei 2020

Morning Briefing 19 Mei 2020
Foto: www.unsplash.com

Hai! Apa slogan hidup kamu akhir-akhir ini? Kalau LIMONE adalah ini: “It’s a pandemic, not a productivity contest.” Jadi, tidak ada yang salah dengan dirimu jika rasanya sulit menyelesaikan satu pekerjaan. Kalau kata nenek, “one step at a time.” Jadi, tetap jaga kesehatan fisik dan mental, cuci tanganmu secara teratur, dan pakai masker jika memang harus keluar rumah. Dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 19 Mei 2020.

Pemerintah menyiapkan konsep new normal untuk daerah.

Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah pengembangan sistem scoring dan tingkat kesiapan terhadap situasi nasional akibat pandemik COVID-19. Hal ini dilakukan dalam rangka mempercepat penanganan pandemik, dari aspek kesehatan maupun sosial ekonomi. New normal atau tatanan kehidupan yang baru ditetapkan dengan memperhatikan data dan fakta yang terjadi di lapangan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan bahwa kesiapan sektor publik, tingkat kedisiplinan masyarakat, maupun respons publik terhadap bagaimana cara untuk bekerja dan bersosial adalah beberapa faktor penentu. Konsep kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Pemerintah ubah cara hitung ODP dan PDP.

Mulai kemarin (18/5) pemerintah mengubah cara menghitung laporan jumlah Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Dalam Pengawasan COVID-19. Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan COVID-19, mengatakan pemerintah kini hanya menghitung jumlah ODP dan PDP yang masih dipantau hari ini. Berdasarkan laporan hari Senin, jumlah ODP seluruh Indonesia adalah 45.047 orang, sementara PDP berjumlah 11.422. Adapun pasien positif bertambah sebanyak 496 orang menjadi 18.010 kasus positif, 4.324 pasien sembuh, dan kematian menjadi 1.191 orang. Baca berita lengkapnya di Tempo.

Update COVID-19 global: Jepang memasuki masa resesi dan hasil positif dari tes fase pertama vaksin.

Dilaporkan bahwa India mencatat rekor terbaru, yakni 5.242 kasus dan 157 meninggal dalam 24 jam terakhir. Dengan ini jumlah kasus COVID-19 di negara tersebut mencapai lebih dari 96.000; merupakan tertinggi di Asia. Dan pandemik ini membuat Jepang memasuki masa resesi, pertama dalam waktu 4,5 tahun. Hal ini ditandai dengan angka ekspor yang menurun tajam, lebih rendah dibandingkan saat Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011. Sementara itu, lebih dari 100 negara, termasuk 50 negara Afrika dan anggota Uni Eropa, mendukung resolusi untuk melakukan investigasi independen tentang asal muasal virus ini di China. Dan di Inggris, pemerintahnya berencana untuk membuka sekolah dari 1 Juni. Rencana ini dikritik oleh sejumlah guru karena khawatir dengan ketidaksiapan Inggris. Sementara itu, perusahaan bioteknologi Amerika Serikat, Moderna, melaporkan “interim positif” dari tes klinis pertama vaksin mRNA-1273. Vaksin ini terlihat memproduksi respons imunitas terhadap 8 orang yang menerimanya. Fase pertama ini melibatkan 45 partisipan. Sementara menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 4.748.356, dengan 315.822 meninggal dan 1.747.639 sembuh. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

India bersiap evakuasi satu juta orang karena taifun Amphan.

Lebih dari satu juta orang harus dievakuasi karena super taifun Amphan yang akan melanda India minggu ini. Negara bagian seperti Bengal Barat dan Odisha, serta daerah pantai Bangladesh dalam status siaga tinggi karena siklus Amphan yang akan tiba hari Rabu ini. Hujan deras, badai dan angin kencang diperkirakan akan melanda India dan Bangladesh, yang akan menyebabkan banjir dan pemadaman lampu. Evakuasi telah mulai dilakukan di Odisha, tempat bermukim 1,1 juta orang yang hidup di area miskin dan dataran rendah. Lebih dari 550 tempat penampungan dan 7000 bangunan beton sudah dipersiapkan untuk mereka yang menjadi korban taifun ini. Taifun Amphan merupakan badai super taifun pertama yang melanda wilayah ini dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun. Pada 1999, taifun hebat melanda daerah pantai Odisha, dan membunuh lebih dari 9.000 orang. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Jumlah anggur merah yang dikonsumsi Amber Heard digunakan sebagai bukti.

Hal ini merupakan perkembangan baru dari pengadilan atas kasus dugaan KDRT yang melibatkan Johnny Depp dan mantan istrinya, Amber Heard. Hakim memperbolehkan Johnny Depp menggunakan konsumsi anggur merah “kuantitas besar” mantan istrinya tersebut sebagai bukti. Aktor ini menuntut surat kabar The Sun, karena menerbitkan cerita yang menyebutnya sebagai “pemukul istri”. Artikel ini ada hubungannya dengan dugaan yang dilayangkan oleh Heard yang mengatakan Depp melakukan KDRT selama masa pernikahan mereka. Tuduhan ini dibantah tegas oleh Depp. Pernyataan dari dua mantan pasangan Depp, Vanessa Paradis dan Winona Ryder, juga kemungkinan menjadi bagian dari kasus ini. Baca berita lengkapnya di Telegraph.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 19 Mei 2020, pastikan kamu mengetahui apakah aman menikmati aloe era mentah.

podcast button