5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 19 Juni 2020

Morning Briefing 19 Juni 2020
Foto: www.unsplash.com

Hi! OMG, it’s Friday! Tidak tahu denganmu, tapi LIMONE senang kali karena akhir pekan akan dimulai. Seminggu ini rasanya terlalu lelah, mungkin karena headline berita yang semakin bikin frustrasi dan new normal ternyata membutuhkan banyak new strategies untuk produktif. Anyways, selamat menikmati akhir pekanmu dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 19 Juni 2020.

Pemerintah jelaskan alasan harga BBM belum turun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa untuk BBM jenis solar bersubsidi, rata-rata harga keekonomian di 2020 masih di atas harga penetapan Pemerintah yang sebesar Rp5.150 per liter. Di samping itu, pemerintah masih menunggu pengaruh dari pemotongan produksi OPEC+ sekitar 9,7 juta barel per hari pada Mei hingga Juni 2020 dan pemotongan sebesar 7,7 juta barel per hari pada Juli hingga Desember 2020. Menurutnya, pemerintah terus mencermati perkembangan harga minyak dunia dan menjaga pasokan BBM tetap tersedia di seluruh daerah. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Diprediksi pengangguran akan bertambah 5,23 Juta.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memprediksi akan ada tambahan 2,92 juta hingga 5,23 juta pengangguran di Indonesia jika pandemik COVID-19 terus berlangsung. Dia menjelaskan bahwa saat ini jumlah pekerja yang terdampak sebanyak 1,7 juta orang, baik dari sektor formal maupun informal. Sementara itu, Badan Pusat Statisik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia per Februari 2020 adalah 6,88 juta orang. Sejauh ini Presiden Joko Widodo telah menetapkan enam kebijakan strategis untuk mengurangi dampak pandemik terhadap dunia kerja. Enam kebijakan itu adalah paket stimulus ekonomi untuk dunia usaha agar tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), insentif pajak penghasilan bagi para pekerja. Serta, jaringan pengaman sosial melalui program perluasan bantuan sosial (bansos) bagi pekerja formal dan informal. Baca berita lengkapnya di Tempo.

Update COVID-19 global: Kanada luncurkan tracing app dan Champions League berlaga kembali.

Kanada akan meluncurkan tracing app di awal Juli untuk melacak infeksi coronavirus yang saat ini sudah mencapai lebih dari 100.000 kasus. Perusahan e-commerce Shopify dan BlackBerry ambil bagian dalam pembuatan aplikasi yang dikembangkan oleh Canadian Digital Service ini. Sementara itu, pemerintah Inggris memutuskan untuk tidak menggunakan contact-tracing app-nya dan beralih ke teknologi yang dibuat oleh Apple dan Google. Dan menurut Asian Development Bank, tahun ini negara-negara berkembang di Asia akan mengalami pertumbuhan ekonomi terburuk dalam enam dekade. Diperkirakan negara-negara ini hanya akan mengalami pertumbuhan 0,1 persen di 2020. Dari Berlin dikabarkan, CureVac menjadi perusahaan bioteknologi Jerman kedua yang diberikan ijin untuk melanjutkan uji coba klinis terhadap vaksin COVID-19. Dan kompetisi Champions League dikabarkan akan kembali berlangsung pada Agustus. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 8.391.551, dengan 450.137 meninggal, dan 4.102.427 sembuh. Baca berita lengkapnya Financial Times.

India kenakan tarif lebih tinggi untuk produk China.

Menyusul bentrokan mematikan di wilayah pegunungan Ladakh, pemerintah India berencana untuk memblokir investasi dan menetapkan tarif impor lebih tinggi pada 300 produk asal China. Saat ini India memiliki defisit perdagangan sebesar $59.3 miliar dengan China, dengan 11% impor India datang dari China. Kementerian Telekomunikasi India juga memerintahkan penyedia telekom untuk membatalkan semua perjanjian dengan China. Gerakan untuk memboikot produk China sudah berlangsung sejak awal Mei di India, ketika tentara China memenuhi perbatasan yang disengketakan di Ladakh. Puncaknya adalah ketika bentrokan terjadi di wilayah tersebut pada Senin kemarin dan menewaskan 20 tentara India. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Kim Kardashian West punya podcast baru di Spotify.

Setelah Joe Rogan, Kim Kardashian West adalah satu nama besar baru yang menandatangi kontrak dengan Spotify untuk memproduksi dan membawakan sebuah podcast baru. Tidak ada keterangan spesifik berapa nilai kontrak ini , tapi diperkirakan tidak akan lebih besar dari nilai kontrak Rogan yang bernilai lebih dari $100 juta. Pasalnya, ini adalah sebuah podcast baru, bukan seperti Rogan yang memindahkan podcast terkenalnya, The Joe Rogan Experience, ke Spotify. Kontrak dengan Kardashian merupakan gebrakan terbaru music streaming platform itu untuk menjadi pemain utama di industri podcast. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 19 Juni 2020, pastikan kamu mengetahui bagaimana membantu orang tersayang yang mengalami masalah mental health dan membutuhkan konseling.

podcast button