5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 19 Februari 2021

Morning Briefing 19 Februari 2021
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

TGIF! Selamat menikmati akhir pekan, selalu pakai masker, jaga jarak di tempat, jauhi kerumunan, dan cuci tangan dengan teratur. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 19 Februari 2021.

Kasus positif menurun, tapi jumlah zona merah meningkat.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan jumlah penurunan kasus positif tidak sejalan dengan perubahan peta zonasi COVID-19. Dari data pemerintah, kasus positif mengalamai penurunan sebesar 25 persen pada periode 8 sampai 14 Februari 2021. Sementara jumlah zonasi merah yang sebelumnya 43 kabupaten dan kota, kini menjadi 44. Selain zona merah, zona oranye atau berisiko sedang terhadap juga meningkat. Menurutnya, penurunan kasus saja tidak cukup untuk membuat sebuah kabupaten kota bergeser zonasinya ke arah yang kurang berisiko. (Liputan6)

BPOM masih evaluasi uji klinis fase I Vaksin Nusantara.

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengaku masih mengevaluasi terkait data hasil uji klinis fase I Vaksin Nusantara setelah melakukan uji klinis kepada 30 relawan. Tim Uji Klinis vaksin Nusantara menargetkan vaksin ini dapat diproduksi secara massal mulai Juni 2021, jika BPOM memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan uji klinis fase II dan III dalam sebulan hingga dua bulan ke depan. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Virus, dan wajib tes.

Pemerintah Hong Kong mengatakan telah menyetujui penggunaan vaksin Sinovac. Sejuta dosis pertama akan tiba hari ini dan vaksinasi mulai minggu depan, dengan prioritas tenaga kesehatan dan lansia 60 tahun ke atas. Sementara itu, Nepal menyetujui penggunaan vaksin Sinopharm, pembuat vaksin milik pemerintah China.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 4 September 2020

Sementara itu, India mengharuskan pendatang yang tiba dari Brasil dan Afrika Selatan untuk melakukan tes coronavirus, untuk mencegah penyebaran varian virus ini. Dan China mewajibkan pendatang untuk mengisolasi diri selama 14 hari sebelum datang jika datang dari beberapa negara dan Asia.

Penonton Australian Open diperbolehkan kembali menonton pertandingan, berjam-jam setelah negara bagian Victoria mengakhiri lockdown lima hari. Penggemar tenis diwajibkan memakai masker selama di luar ruangan atau ketika tidak bisa melakukan social distancing. Menurut mesin penghitung John Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 110.024.593, dengan 2.432.825 kematian, dan 61.967.431 sembuh. (New York Times)

Facebook dikritik keras di Australia.

Setelah memblokir news feed di Australia, Facebook mendapatkan kecaman kuat dari media, politisi, dan aktivis HAM dan banyak lagi. Halaman kesehatan resmi dan peringatan gawat darurat serta situs berita dihapus, tiga hari sebelum pelaksanaan program vaksinasi. Memblokir berita selama pandemi merupakan "contoh kekuasaan monopoli" dan "perundungan", kata direktur News Media Association milik Inggris. Facebook mengatakan bahwa telah memblokir sejumlah laman karena draf undang-undang tidak memberikan definisi yang jelas tentang konten berita. Komitmen Facebook tidak berubah, dan akan menaikkan kembali lama yang telah dicopot secara tidak sengaja. Draf undang-undang ini adalah tentang Facebook dan Google yang harus membayar kanal berita yang membawa traffic ke dua platform raksasa tersebut. (Reuters)

Rihanna membuat marah komunitas Hindu.

Penyebabnya sebuah gambar di Instagram di mana penyanyi tersebut memakai liontin berlian dengan dewa Hindu, Ganesha. Warga Instagram menganggap dia melakukan "cultural appropriation" (perampasan budaya). Pengguna Instagram lain menuliskan bahwa dia sengaja menggunakannya setelah "dia mendukung protes petani". Awal bulan ini, Rihanna membuat pemerintah India marah setelah menuliskan cuitan tentang demontrasi yang dilakukan oleh petani. Ini bukan pertama kalinya Rihanna dituduh melakukan cultural appropriation. (The Guardian)

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 30 September 2020

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 19 Februari 2021, jangan lupa mengecek apa arti moody dan bagaimana menjaga emosi stabil.