5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Hari Ini – 18 Juni 2020

Morning Briefing 18 Juni 2020
Foto: www.unsplash.com

Hai, teman! Apapun warna lipstik dan maskara, serta berapapun jumlah SPF tabir surya yang kamu pakai hari ini—tetaplah pakai masker wajah saat berada di area publik dan di dalam transportasi publik. Cuci tangan. Dan jaga jarak. Lalu, pastikan mencuci masker dan tangan setiba di rumah. Oh, seandainya kamu butuh diingatkan, ini hari Kamis dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 18 Juni 2020.

Pemerintah harap daerah gunakan bahasa lokal untuk istilah “new normal“.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebut sebagian masyarakat belum mengerti maksud new normal. Menurutnya, ada yang menganggap new normal berarti bisa kembali beraktivitas seperti sebelum pandemik. Dengan menggunakan istilah lokal yang tepat, diharapkan masyarakat bisa memahami definisi new normal dengan baik. Doni menegaskan bahwa masyarakat perlu terus diingatkan bahwa pandemik belum berakhir sehingga harus tetap melakukan protokol kesehatan. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Perbaikan rumah untuk 4.114 unit di Papua menelan dana Rp147,98 miliar.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk 4.114 unit rumah di provinsi Papua. Pelaksanaan Program BSPS di Provinsi Papua dilakukan di 12 kabupaten dan satu kota dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Melalui program ini, Kementerian PUPR berharap masyarakat Papua bisa tinggal di hunian yang layak huni. Pada pelaksanaannya nanti masyarakat sebagai penerima bantuan juga diminta berperan aktif dalam proses program ini, baik yang bersifat administrasi maupun teknis. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Update COVID-19 global: Beijing dan salmon, dan Australia tutup perbatasannya sampai 2021.

Australia menyatakan bahwa perbatasannya masih akan tertutup sampai tahun depan, meski pengecualian akan diberikan kepada mahasiswa dan pengunjung lain yang akan tinggal lebih lama. Sementara itu, China dan Norwegia menyimpulkan bahwa salmon asal negara Nordik itu bukanlah sumber dari coronavirus yang ditemukan di sejumlah talenan di sebuah pasar di Beijing. Dari Israel dilaporkan para peneliti berhasil menemukan masker wajah yang bisa membunuh coronavirus dengan panas dengan mengambil daya dari sebuah mobile phone charger. Proses disinfektan ini membutuhkan 30 menit dan pengguna dilarang memakai masker saat sedang terhubung dengan charger. Dan di Jepang, peneliti dari Toyama Prefectural University, Kanazawa University dan Kyoto University menemukan kehadiran coronavirus di air limbah. Dan WHO menerima kabar baik tentang dexamethasone (sebuah steroid) yang bisa digunakan untuk mengobati pasien COVID-19 parah. Organisasi ini akan memperbaharui panduan resmi mereka tentang cara mengobati COVID-19 dan memasukkan obat tersebut ke dalamnya. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global adalah 8.210.642, dengan 444.563 meninggal dan 3.982.874 sembuh. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Quaker Oats ganti nama salah satu produknya yang berusia ratusan tahun.

Aunt Jemima, sirup dan merek adonan panekuk milik Quaker Oats, akan mendapatkan nama baru karena asal mulanya “berdasarkan stereotip rasial.” Oleh karena itu, Quaker Oats yang dimiliki oleh PepsiCo, menyatakankan akan “bekerja keras untuk mewujudkan persamaan ras dengan melakukan beberapa terobosan.” Salah satunya, memberikan wajah baru Aunt Jemima dengan mengganti kemasan dan nama yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Sebagai informasi, merek yang didirikan pada 1889 ini memiliki logo karakter seorang perempuan kulit hitam yang dilihat sebagai simbol perbudakan. Aunt Jemima mengalami beberapa kali perubahan desain; atribut anting-anting mutiara dan kerah renda ditambahkan pada 1989. Baca berita lengkapnya Nytimes.

Guess? Inc. berencana menutup 100 toko di seluruh dunia.

Mengikuti beberapa retailer lain (Victoria’s Secret, J.C. Penny Co), Guess menjadi salah satu retailer yang berencana menutup 100 tokonya di seluruh dunia, atau sekiitar 9 persen dari jaringannya.  Chief Executive Carlos Alberini mengatakan sekitar kontrak sewa sekitar 70 persen tokonya di dunia akan kedaluwarsa. Penutupan toko akan terjadi di wilayah Amerika Utara dan China selama 18 bulan ke depan. Selama masa pandemik, Guess mencutikan karyawan seluruh karyawan toko, memotong gaji hingga 70 persen dan membatalkan semua pengeluaran yang tidak penting. Menurut data, hingga Februari 2020, perusahan ini mengoperasikan 1.169 toko, dan 560 toko lain yang dioperasikan bersama partner. Baca berita lengkapnya di Business of Fashion.

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 18 Juni 2020, pastikan kamu mengetahui kombinasi warna terbaik jika ingin mendekor (ulang) rumah.


podcast button