5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 18 Januari 2021

Morning Briefing 18 Januari 2021
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

Ready or not, it's Monday! Tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar dan teratur. Berikut lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 18 Januari 2021.

Rekor rasio positif COVID-19.

Rasio positif kasus COVID-19 mencapai rekor tertinggi, Minggu (17/1), yakni sebanyak 32,83 persen. Angka rasio Ini didapat dari data jumlah harian kasus positif yang mencapai 11.287 orang dibagi jumlah pemeriksaan harian yang dilakukan terhadap 34.370 orang, kemudian dikali 100. Sebelumnya, pada Sabtu (16/1) positivity rate di Indonesia mencapai 31,35 persen. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang menetapkan lima persen sebagai ambang batas positivity rate secara global. (CNN Indonesia)

Korban meninggal akibat gempa Sulbar bertambah.

BNPB merilis data terbaru terkait jumlah korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Barat, yakni per 17 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, tercatat 73 orang dinyatakan meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 64 orang meninggal dunia dari Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majene. Sementara korban luka berjumlah 554 orang di Kabupaten Majene, dengan 64 orang luka berat, 215 luka sedang dan 275 luka ringan. Dan 189 mengalami luka berat di Kabupaten Mamuju. (Liputan6)

Update COVID-19 global: PCR jika ingin ke Singapura, dan vaksin.

Singapura memperketat perbatasannya, dan mewajibkan semua pendatang melakukan tes PCR saat tiba di sana mulai 25 Januari. Tokyo melaporkan 1.592 kasus baru pada Minggu, sementara kasus serius meningkat menjadi 138. Pemerintah Jepang berencana mendirikan 10.000 pos vaksinasi di fasilitas kesehatan di seluruh negeri. Thailand melaporkan 374 kasus baru, yang 364 di antaranya infeksi lokal dan 10 impor.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 22 Januari 2021

Badan Keamanan Obat dan Makanan Korea Selatan menggelar rapat panel kemarin untuk membicarkan hasil tes kilnis perawatan Celltrion CT-P59 untuk pasien coronavirus dan akan mengumumkan hasilnya hari ini. Pihak otoritas Australia meminta informasi dari Pfizer Inc. dan pihak kesehatan di Norwegia setelah negara Nordik tersebut menyampaikan kekhawatirannya atas keamanan vaksin tersebut untuk lansia dengan kondisi kesehatan serius. Australia telah memesan 10 juta dossis vaksin Pfizer/BioNTech. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 94.597.012, dengan 2.024.110 kematian, dan 52.119.669 sembuh. (Bloomberg)

Ledakan kimia di Beirut kemungkinan ada kaitan dengan pengusaha Suriah.

Perusahaan yang membawa amonium nitrat yang meledak di Beirut pada Agustus lalu kemungkinan memiliki hubungan dengan dua pengusaha Suriah yang mendapat sanksi Amerika. Hal ini menurut laporan jurnalis asal Lebanon dan perusahaan filing di London. Laporan ini disiarkan oleh stasiun televisi al-Jadeed pada minggu ini. (Reuters)

WhatsApp menunda penerapan perubahan privasi.

WhatsApp menunda penerapan tersebut karena menerima banyak kritikan, dan ancaman legal dan sebuah investigasi dari pemerintah Turki. Dalam pernyataan resminya, perusahan tersebut mengatakan bahwa tidak akan ada pengguna yang akan mengalami penghapusan akun pada 8 Februari. Mereka juga akan memberikan informasi lebih jelas seputar perubahan aturan ini. Sebelumnya, awal bulan ini WhatsApp mengirimkan notifikasi kepada penggunanya untuk memberikan konsen berbagi sejumlah personal data (seperti nomor telepon dan lokasi) dengan Facebook (yang memiliki WhatsApp). Peringatan ini juga mengatakan bahwa pengguna harus setuju dengan persyaratan ini sebelum 8 Februari jika masih ingin menggunakan aplikasi ini. (TechCrunch)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 18 Januari 2021, jangan lupa mengecek alasan di balik haid tidak lancar.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 28 September 2020