5 Hal yang Harus Kamu Ketahui – 18 Agustus 2020

Morning Briefing 18 Agustus
Foto: www.canva.com

Hola! Bagaimana akhir pekan kamu yang panjang? Setelah tiga hari (mungkin) di rumah saja, jangan lupa memakai masker saat keluar rumah cuci tangan dengan rajin dan jaga jarak saat di ruang publik. Selamat menikmati hari ini dan lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 18 Agustus 2020.

Jakarta pertimbangkan hentikan PSBB Transisi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang pertimbangkan untuk mengambil kebijakan rem darurat atau emergency break policy atas PSBB transisi jika penularan wabah coronavirus semakin tak terkendali. Data memperlihatkan bahwa dalam tiga pekan terakhir rasio positif terus meningkat di Jakarta, bahkan sepekan terakhir mencapai 8,9 persen. Menurut WHO, rasio positif aman jika berada di bawah 5 persen. Oleh karena itu, pemerintah DKI Jakarta akan terus memantau pergerakan rasio positif dalam beberapa hari ke depan. (Tempo)

BI luncurkan uang rupiah baru.

Dalam rangka memperingati kemerdekaan yang ke-75 tahun, Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan uang rupiah baru kemarin dengan pecahan nominal Rp75 ribu.. Uang baru ini bukan digunakan untuk transaksi, melainkan edisi khusus untuk dikoleksi. Uang baru ini dicetak bentuk kertas sebanyak 75 juta lembar. Untuk mendapatkan uang edisi spesial ini, masyarakat bisa melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR. (Liputan6)

Update COVID-19 global: Pemberian vaksin di China dan Penang melarang turis medis.

Penang melarang masuk pengunjung luar yang akan berobat hingga prosedur keamanan dan kesehatan baru selesai dibuat. Sementara itu, China mulai memberikan vaksin kepada sejumlah sukarelawan sebelum uji klinis selesai terutama para pekerja yang bepergian ke luar negeri. Mereka yang menerimanya harus merahasiakannya, bahwa di beberapa kasus harus bersedia membayar vaksin. Dan menurut sejumlah ahli, vaksin yang diujicobakan di Universitas Oxford dan di Jerman kemungkinan besar adalah dua vaksin yang siap tahun ini.

Dari India dikabarkan bahwa jumlah kasus kematian mencapai 50.000 kemarin, sementara total kasus yang tercatat adalah 2,65 juta seiring virus mulai menyebar ke kota kecil dan desa. Dan dari Filipina dilaporkan Sekretaris Dalam Negeri Eduado Ano terinfeksi virus ini, lima bulan setelah diagnosa awal dan para ahli mencari tahu apakah dia terinfeksi lagi. Sementara dari Korea Selatan diberitakan ribuan anggota Sarang Jeil Church di Seoul diminta untuk mengarantina diri karena terdapat 315 kasus yang berkaitan dengan gereja tersebut. Menurut mesin penghitung John Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 21.720.713, dengan 776.157 kematian, dan 13.702.295 kesembuhan. (Telegraph)

Kebakaran hutan di Amazon.

Penghuni dan petugas kebakaran di barat laut Brasil sedang berjuang memadamkan api yang mengancam keberadaan hutan, lahan pertanian dan rumah penduduk. Menurut data pemerintah, 15 hari pertama di Agustus terlihat penurunan tingkat kebakaran hingga 17% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Penebangan hutan sendiri meningkat 34,5% dalam 12 bulan hingga Juli 2020, dibandingkan tahun sebelumnya. Minggu lalu, Presiden Jair Bolsonaro menyangkal adanya api di Amazon, menyebutnya sebuah “kebohongan” dan menyalahkan media karena menyebarkannya. (Reuters)

Facebook gabungkan Instagram dan Messenger.

Facebook mulai mengujicobakan menggabungkan sistem chat Instagram dan Messenger. Saat aplikasi diperbaharui, ikon DM (direct message) di bagian kanan Instagram akan digantikan dengan logo Facebook Messenger. Rencana ini sudah lama didengungkan oleh Facebook untuk memungkinkan para pengguna Messenger, Instagram, dan WhatsApp saling berkirim pesan. Facebook CEO Mark Zuckerberg menginginkan sistem ini menggunakan end-to-end encrypted. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 18 Agustus 2020, jangan lupa mengecek apa yang salah saat berat badan tetap tidak normal padahal sudah diet.

podcast button