5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 17 September 2021

Morning Briefing 17 September 2021
Foto: www.canva.com

T.G.I.F! Semoga hari ini dan akhir pekanmu menyenangkan! Tetap terapkan protokol kesehatan, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 17 September 2021.

Pemerintah kalah atas gugatan warga soal kerusakan lingkungan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan negara Republik Indonesia yang diwakili oleh Presiden Joko Widodo hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan yaitu polusi udara. Gugatan diajukan oleh 30 orang warga, di antaranya Melanie Soebono, Elisa Sutanudjaja dan 28 orang lainnya. (Liputan6)

Dosen UGM masuk daftar 100 orang paling berpengaruh dunia 2021.

Adi Utarini, dosen dan peneliti Universitas Gajah Mada (UGM), masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia pada 2021 versi Time. Adi bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari Program Nyamuk Dunia untuk mencegah ancaman penyakit yang dibawa oleh nyamuk demam berdarah.

Bersama tim World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Adi Utarini telah berhasil menurunkan kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta sebesar 77 persen. (CNN Indonesia)

Indosat & Tri merger.

Oooredoo dan Hutchison Holdings resmi menggabungkan (merger) operator seluler miliknya, Indosat dan Tri Indonesia, kemarin. Perusahaan gabungan kedua operator seluler ini akan bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Dengan ini, perusahaan ini pun menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia setelah Telkomsel. (CNBC Indonesia)

Update COVID-19 global: vaksin, dan penambahan kasus.

Prancis memberikan suspensi kepada 3.000 tenaga kesehatannya tanpa gaji karena menolak vaksin COVID-19. Menteri Kesehatan Olivier Véran mengatakan staf telah dikirimkan notifikasi tertulis sebelum pemerintah memberlakukan suspensi tersebut. Sementara itu, Swedia akan memberikan vaksin kepada anak-anak berusia 12-15 tahun di akhir musim gugur ini.

Di sisi lain, pemerintah Iran memberikan izin penggunaan darurat terhadap vaksin buatan Johnson & Johnson. Dan pemerintah China mengumumkan telah mengimunisasi penuh lebih dari 1 miliar orang di China, atau sekitar 71% populasinya.

Dan di Amerika Serikat, pemerintahnya mengatakan bahwa vaksin booster akan tersedia mulai minggu depan. Namun dari dua jenis vaksin booster, hanya Pfizer yang sudah siap, sedangkan Moderna belum. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 226.593.990, dengan 4.662.628 kematian, dan sebanyak 5.800.870.424 dosis vaksin sudah diberikan. (The Guardian)

China kritik sub pakta nuklir baru AS dengan Inggris dan Australia.

China mengatakan pakta keamanan di antara tiga negara tersebut seharusnya tidak menargetkan negara-negara dunia ketiga dan akan memicu pertarungan senjata yang makin ketat di wilayah Indo-Pasifik. Di bawah pakta yang dijuluki AUKUS, Amerika Serikat dan Inggris akan menyediakan teknologi dan kemampuan untuk mengerahkan submarine berkekuatan nuklir kepada Australia. (Reuters)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 17 September 2021, jangan lupa mengecek alasan seseorang pansos.